Polda Metro Tangkap Pelaku Penimbunan Obat Terapi Covid-19

- Jurnalis

Rabu, 4 Agustus 2021 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penimbunan Obat terapi Covid -19 dari sisa pasien yang meninggal dunia. Petugas menangkap 24 pelaku bersama barang bukti ribuan butir obat-obatan berbagai merek.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, para pelaku memanfaatkan situasi kelangkaan obat terapi Covid-19 dengan cara menimbun obat-obatan tersebut yang sedang dicari masyarakat.

“Mereka menjual obat diatas harga eceran tertinggi oleh pemerintah, salah satu keping obat terapi Covid-19 dijual dengan harga Rp 1,6 juta ,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/8/2021).

Baca Juga :  Dispotmaral Adakan Pelatihan Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Serta Sosialisasi Budidaya Vanili Jalesveva Jayamahe

Kabid Humas menjelaskan, modus pelaku mengumpulkan sisa obat-obatan dari pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia.

“Salah satu pelaku berprofesi sebagai perawat, dia bersama pelaku lainnya mengumpulkan obat-obatan tersebut ,” ujar Yusri.

“Setelah dikumpulkan, lalu obat-obatan itu ditawarkan melalui jaringan media sosial,” sambungnya.

Saat ditanya dari Rumah Sakit mana ,Yusri enggan menyebutkan demi nama baik RS tersebut.

Baca Juga :  Satgas Saber Pungli : Jalan tol Jogya – Solo gratis

“Identitas rumah sakitnya, mohon maaf tidak bisa kita sebutkan demi menjaga nama baik rumah sakitnya,” ucapnya.

Selain mengamankan perawat, lanjut Yusri, petugas juga menangkap pelaku lainnya yang bekerja di apotek dan toko obat.

“Penyidik butuh waktu satu bulan untuk mengungkap kasus ini, Untuk mendapatkan obat-obat tersebut pelaku sengaja memalsukan resep dokter,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, para Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan RI dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

(HZ)

Berita Terkait

Lewat PP Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 6, Petani Penampung Cap Tikus Minahasa Selatan Gratis Retribusi
Pj Bupati Kunjungi Kantor PWI Lebak, Ajak Pers Sinergi Membangun
PWI Bekasi Hadiri Peringatan HPN 2024 di Ancol Jakarta
SMSI Minta Presiden Terbitkan Perpu UU Kedaulatan Digital Pengganti UU ITE
Viral Pembelian BBM Galon di SPBU Amurang Minsel, Kapolres Sitorus: Akan Ditindaklanjuti
Putri Ketua MPR RI Bamsoet, Sabet Juara 4 Indonesia Drift Series (IDS) Round 1 and Round 2 di Ajang IIMS 2024
Seakan Kebal Hukum, SPBU Amurang Minsel Sampai Viral Layani Pembelian BBM Galon
Kunjungan Humas SMSI DKI Jakarta di Kantor Media Analis Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:27 WIB

Lewat PP Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 6, Petani Penampung Cap Tikus Minahasa Selatan Gratis Retribusi

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:24 WIB

Pj Bupati Kunjungi Kantor PWI Lebak, Ajak Pers Sinergi Membangun

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:23 WIB

PWI Bekasi Hadiri Peringatan HPN 2024 di Ancol Jakarta

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:17 WIB

Jadi Narasumber Nasional, Direktur RSUD CAM Paparkan Budaya Organisasi RSUD CAM

Selasa, 20 Februari 2024 - 09:04 WIB

SMSI Minta Presiden Terbitkan Perpu UU Kedaulatan Digital Pengganti UU ITE

Senin, 19 Februari 2024 - 11:28 WIB

Putri Ketua MPR RI Bamsoet, Sabet Juara 4 Indonesia Drift Series (IDS) Round 1 and Round 2 di Ajang IIMS 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 11:17 WIB

Seakan Kebal Hukum, SPBU Amurang Minsel Sampai Viral Layani Pembelian BBM Galon

Senin, 19 Februari 2024 - 06:25 WIB

Kunjungan Humas SMSI DKI Jakarta di Kantor Media Analis Indonesia

Berita Terbaru

Berita

PWI Bekasi Hadiri Peringatan HPN 2024 di Ancol Jakarta

Rabu, 21 Feb 2024 - 09:23 WIB