DPRD Kota Bekasi Rapat Kerja Rancangan KUA PPAS 2022

- Jurnalis

Senin, 6 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUSUR NEWS – Bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Kota Bekasi, telah dilaksanakan rapat pembahasan rancangan KUA dan rancangan PPAS TA 2022, Senin 6 September 2021.

Kegiatan rapat dihadiri oleh 48 peserta yang merupakan pimpinan dan anggota Badan Anggaran serta Pimpinan Komisi-Komisi DPRD Kota Bekasi.

Agenda rapat yang menjadi pembahasan mengenai pembacaan rekomendasi komisi-komisi DPRD atas rancangan PPAS TA 2022, pembahasan lanjutan rancangan KUA PPAS Kota Bekasi TA 2022 dan ekspose evaluasi Gubernur Jabar atas Raperda tentang pertanggungjawaban APBD TA 2020.

Agenda rapat dilaksanakan mengacu pada Pasal 89 sampai dengan Pasal 92 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, memuat ketentuan terkait KUA – PPAS yang telah disusun oleh Kepala Daerah untuk dibahas bersama dengan DPRD.

Kegiatan Rapat Kerja yang dilaksanakan oleh Komisi 1 berkaitan dengan Pembahasan dan Pendalaman KUA – PPAS merupakan penajaman kebutuhan strategis perangkat daerah yang akan menjadi Anggaran Belanja Daerah dalam Penyusunan APBD.

Rapat Kerja antara Komisi I dan OPD Mitra Kerja menandakan pembahasan di seluruh program, kegiatan dan subkegiatan berjalan dengan baik dan telah menemukan titik temu atau ruang kompromi baik eksekutif maupun legislatif serta menjembatani sinkronisasi dan harmonisasi rencana tahunan dengan rencana strategis ke dalam langkah-langkah yang lebih konkrit dan terukur untuk memastikan tercapainya RPJMD 2018 – 2023 serta mendukung tercapainya Visi Misi Kepala Daerah Kota Bekasi.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Metro Jaya Tetapkan Pengemudi BMW Biru Sebagai Tersangka dan Wajib Lapor

Setelah melakukan serangkaian pembahasan, pendalaman dan kajian terhadap Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2022, Komisi II DPRD Kota Bekasi merekomendasikan beberapa hal. Rekomendasi berkaitan dengan pengendalian sampah, kunjungan atau objek wisata pada program perikanan, meningkatkan program mutu dan keamanan pangan untuk melindungi masyarakat atas resiko gangguan kesehatan, menertibkan perpakiran, mengadakan program Transportasi Umum Terpadu. Membangun koordinasi Pemerintan Provinsi dan Pemerintah Pusat terkiat penanganan banjir, menambah tim pematusan disetiap kecamatan. Meningkatkan Puskesmas menjadi Puskesmas Pelayanan Obsterti Neonatal Emergency Dasar (PONED). Meningkatkan jumlah dan kapasitas SDM pengelola data IT di Bappelitbangda, dan membuat master plan system drainase Kota Bekasi sesuai amanat Perda Nomor 6 Tahun 2020.

Pimpinan Komisi III DPRD Kota Bekasi menghasilkan 6 rekomendasi secara keseluruhan antara lain, diperlukannya program intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak dan retribusi guna meningkatkan elastisitasnya terhadap perkembangan ekonomi daerah, pembangunan daerah di Kota Bekasi hendaknya lebih diarahkan pada pembangunan infrastruktur dan Sumberdaya manusia, mengoptimalkan koordinasi lintas OPD, mengoptimalkan kualitas pengawasan, menguatkan peran Dinas Koperasi, Usaha Menengah dan Kecil dalam rencana kerja 2022. Komisi III berharap kepada Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran untuk dapat lebih memperhatikan anggaran untuk Penyedian Cadangan Pangan yang ada di DKP3 agar bisa lebih menguatkan cadangan pangan Kota Bekasi sampai berakhirnya pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Pieter Ganie Mendapat Bantuan dari Satgas Binmas Noken

Hasil rekomendasi Pimpinan Komisi IV DPRD Kota Bekasi menghasilkan beberapa poin penting antara lain, mengalokasikan anggaran Bosda, mengalokasikan anggaran yang cukup bagi operasional Puskesmas maupun Rumah Sakit Type D, mengadakan ambulance, menyediakan anggaran untuk program BPJS PBI APBD, menganggulangi masalah kemiskinan, menyelaraskan data masyarakat melalui koordinasi Dinas Sosial dan Disdukcapil, menggarkan pengadaan BLK, penataan Stadion Mini dan sarana prasarana cabor di Kota Bekasi, penganggaran pembinaan Sanggar Budaya, pengadaan buku sebagai sumber literasi, melakukan digitalisasi arsip, penganggaran peralatan dan pelengkapanan penanggulangan bencana serta pembangunan Early Warning System.

KUA sendiri merupakan strategi pencapaian, yang memuat langkah-langkah konkrit dalam mencapai target kondisi ekonomi makro daerah, asumsi penyusunan APBD, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah, dan kebijakan pembiayaan daerah. Sedangkan PPAS menentukan prioritas program, kegiatan, dan sub kegiatan untuk masing-masing urusan dan sebagai plafon anggaran sementara untuk masing-masing program,kegiatan, dan sub kegiatan. (Adv)

Berita Terkait

Hadir di Sumbar, Tri Adhianto Serahkan Bantuan sambil berkoordinasi dengan KDM
Binsar Sihombing Kritik Terkait Sikap Sekretaris Pansus 8, Berikut Penjelasannya
Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100 persen Pascabencana
Perdana, DKM Al-Qolam PWI Bekasi Raya Menggelar Pengajian
Kepala Bapenda: PAD Kota Bekasi Capai 79,04 Persen, Opsi Penagihan Piutang Dioptimalkan
Puskesmas Duren Jaya Monitoring Layanan Siklus Hidup di RW 18, drg Ria Joesriati: Boungeville 1, Posyandu Terbaik Duren Jaya
PLN untuk Rakyat, PLN UID Jabar Kirim Relawan dan Bantuan untuk Percepatan Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera
Perintis BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, Raih Life Achievement KORPRI Award

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:12 WIB

Hadir di Sumbar, Tri Adhianto Serahkan Bantuan sambil berkoordinasi dengan KDM

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:02 WIB

Binsar Sihombing Kritik Terkait Sikap Sekretaris Pansus 8, Berikut Penjelasannya

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:01 WIB

Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100 persen Pascabencana

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:32 WIB

Perdana, DKM Al-Qolam PWI Bekasi Raya Menggelar Pengajian

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:53 WIB

Kepala Bapenda: PAD Kota Bekasi Capai 79,04 Persen, Opsi Penagihan Piutang Dioptimalkan

Berita Terbaru