Penanganan Genangan dan Banjir, BMSDA Kota Bekasi: Perlu Kerjasama Semua Pihak

- Jurnalis

Kamis, 14 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Telusur News – Akibat hujan, bahkan dengan intensitas yang tinggi sejumlah titik mengalami genangan air bahkan banjir kerap kali terjadi di Kota Bekasi.

Perlu adanya perhatian serius dari pemerintah melalui dinas dan pihak terkait, sehingga pencegahan, penanganan atau penanggulangan banjir dapat berlangsung dengan baik. Selanjutnya dampak baiknya dapat dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kota Bekasi.

Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Zainal, saat ditemui di kantornya menyampaikan beberapa hal berkaitan langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh dalam pencegahan, penanganan dan penanggulangan genangan air dan banjir.

“Seperti yang sudah kita sampaikan, terkait dengan Perda Drainase No. 6 Tahun 2020, di pasal 8 itu ada beberapa kebijakan dalam rangka pengelolaan sistem drainase, antara lain adalah kebijakan penanganan genangan dan banjir. Itu yang saat ini kita gerakkan, terutama dengan RT dan RW, didukung oleh Tim Pematusan untuk bersama-sama melakukan kerja bakti dan gotong royong membersihkan sampah dan lumpur, sedimentasi yang sering menghambat saluran-saluran tersier di komplek pemukiman,” ujar Zainal di Kantor DBMSDA Kota Bekasi, Rabu, 13 Oktober 2021 siang.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Lakukan Rotasi Pejabat Administrator Eselon III

Zainal menuturkan hal tersebut perlu kerjasama semua pihak, karena mengingat tim pematusan ini hanya sekitar 36 orang se Kota Bekasi, jadi tidak bisa mengkover semua titik-titik sumbatan drainase yang ada. Ia berharap, kedepan ditambah personilnya. Untuk itu menurutnya dibutuhkan kerjasama dengan RT RW, untuk gotong royong, untuk bersama-sama melakukan pembersihan.

“Jadi Januari sampai Agustus 2021 ini, sudah 280 an lokasi yang sudah dilakukan pengurukan pematusan. Sudah cukup banyak titik yang sudah dikerjakan,” ungkapnya.

Selain itu kata Zainal, pihaknya didukung oleh Tim Alber (alat berat), melakukan normalisasi di sungai-sungai yang lebih besar sekunder. “Sudah dilakukan bekerja sama dengan Pokja Teluk Pucung, juga di Wisma Asri. Di sana sudah dilakukan pengurukan, pembersihan, termasuk pembongkaran, jadi yang menghambat aliran itu dibongkar. Kemudian di kali Rawa Lumbu, jembatan 9 sampai 6 sudah dilakukan pengurukan. Sehingga kapasitas sungai lebih optimal, karena lumpur sudah diangkat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tuntutan KMPPI untuk Menteri Pekerjaan Umum: Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pembangunan Infrastruktur

Dalam pasal 8 tersebut juga ada terkait konservasi sumber daya air sambung Zainal, perlu disosialisasikan kepada warga masyarakat. Antara lain membuat sumur resapan, untuk pengendalian banjir ini agar mengurangi run off yang masuk ke kali. Jadi di resapkan dalam tanah, dengan penambahan pipa hampir sekitar 15 sampai 20 meter.

“Itu langkah-langkah ke depan memang masih butuh optimalisasi penambahan SDM, penambahan alat berat karena dibutuhkan kapasitas yang lebih besar lagi, sehingga dapat menjangkau saluran-saluran sekunder. Kemudian dibutuhkan infrastruktur sumur resapan kedepan, harus lebih banyak lagi. Harapannya setiap RT dan RW, kantor, sekolah pemerintah, kantor swasta, harapannya semua membuat sumur resapan,” tutup Zainal. ***

Berita Terkait

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎DLH Kota Bekasi Perihal Rencana PSEL Ciketing Udik, Pirolisis BBM, dan Progress PKS Bantargebang
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Selasa, 29 September 2026 - 10:52 WIB

‎DLH Kota Bekasi Perihal Rencana PSEL Ciketing Udik, Pirolisis BBM, dan Progress PKS Bantargebang

Berita Terbaru

Ketenagakerjaan

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi bagi 50 Ribu Pekerja Terdampak PHK

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:04 WIB