Setelah Terkait BLT, Kini Oknum Kumtua Wakan Minsel Diduga Pungli di Posyandu

- Jurnalis

Senin, 18 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum kumtua Desa Wakan Minahasa Selatan

Oknum kumtua Desa Wakan Minahasa Selatan

MINSEL, TelusurNews – Belum habis dugaan terkait penyalahgunaan wewenang di pencairan bantuan langsung tunai (BLT DD) yang diduga dilakukan oleh Hukum Tua (kumtua) Desa Wakan, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, kini diduga oknum kumtua LR (Lexi) diduga melakukan pemungutan liar (pungli) di Posyandu.

Diketahui untuk Posyandu sendiri disinyalir ada anggarannya yang telah ditata di anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Wakan. Namun menurut keterangan warga setempat bahwa setiap kali mengadakan kegiatan Posyandu di Desa Wakan warga selalu dimintai 5 ribu rupiah per orang.

“Rupanya ni Posyandu ada dana sebenarnya, tapi dia (kumtua) tarik 5 ribu per warga,” ungkap FA, tokoh masyarakat Desa Wakan, beberapa waktu lalu.

Ini diperkuat dengan keterangan dari warga lain OlL (nama disamarkan). “Tiap kali Posyandu mereka sering mintain 5 ribu, dengan alasan uang pendaftaran katanya sudah dengan skalian mau dapat kacang ijo 1 gelas,” ungkap OIL kepada wartawan, Senin (18/10/2020).

“Cuma kasi makan tu petugas Posyandu no mereka pengeluarannya, tapi kalo mau bilang makanan tambah sudah sama dengan yang kami bayar dengan 5 ribu itu,” tambah OIL.

Warga menduga sudah terjadi pungli anggaran Posyandu yang diduga dilakukan oleh kumtua LR (Lexi). Sehingga warga meminta aparat penegak hukum (APH) dan Aparatur Pengawas Internal Pemerintahan (APIP) untuk segera bertindak.

Baca Juga :  Dukung Pemenangan, Relawan Sedulur Heri - Sholihin Dideklarasikan

“Kami berharap ada tindakan nyata dari pihak APIP dan APH, sebab sejauh ini yang kami lihat belum ada tindakan,” ungkap seorang warga.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh warga sebab warga takutkan jangan sampai nanti ada kongkalikong.

Ketakutan warga tersebut beralasan, sebab menurut keterangan warga bahwa kumtua LR diduga sempat bersama 2 (dua) orang yang diduga oknum LSM yang sempat kepergok berada di kantor Inspektorat Kabupaten Minahasa Selatan. Menurut keterangan warga diduga untuk meminta keringanan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan bahkan diduga meminta untuk membatalkan TGR kumtua Desa Wakan tersebut.

“Ada informasi dua……. mau kawal tu kumtua untuk meminta membatalkan tu TGR,” ungkap warga yang namanya tidak ingin disebutkan.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh kumtua Desa Wakan sendiri kepada wartawan. Menurut kumtua kedua oknum LSM tersebut kebetulan ada di sana.

“Jadi kalau mereka berdua hadir dan sempat bahas tentang saya mereka bukan memaksa supaya inspektur harus menghapuskan TGR saya,” sebut kumtua Desa Wakan, seraya membenarkan bahwa kedua oknum LSM benar bersamanya di kantor Inspektorat.

Warga menduga ada upaya dari oknum kumtua LR dengan meminta bantua LSM untuk meminta keringanan TGR kepada Inspektorat Kabupaten Minahasa Selatan. Ini terbukti dari pengakuan oknum kumtua LR sendiri kepada wartawan.

Baca Juga :  Gelar Gebyar UMKM Minsel, Wabup Rembang: UMKM Mendongkrak Perubahan Perekonomian

“Padahal saya mau harapkan, saya pergi untuk berkomunikasi, supaya boleh ada pengurangan,” ungkap oknum kumtua LR.

Oknum dua anggota LSM Anti Korupsi yang diduga akan membantu oknum kumtua Desa Wakan untuk membatalkan TGR, ketika dikonfirmasi lewat WA membantah hal tersebut.

“Saya memang sering ke Inspektorat dalam rangka tugas sebagai LSM atau wartawan dan saya pikir itu lumrah bagi yang berprofesi sama dengan kami dan itu urusan internal pribadi maupun lembaga atau organisasi masing-masing,” kata N salah satu oknum LSM yang diduga bersama kumtua Desa Wakan di kantor Inspektorat, lewat pesan singkat Wharsapp kepada telusurnews.com.

“Lebih jelas tanya saja sama kumtua,” ujar S oknum LSM yang diduga juga bersama-sama dengan oknum kumtua LR di kantor Inspektorat Minsel.

Terkait dugaan oknum kumtua minta bantuan LSM untuk pengurangan TGR, Ormas Manguni Rondor Indonesia (MRI) angkat suara.

“Setahu saya, LSM dan wartawan itu selalu mengedepankan etika dalam bekerja, jangan membela yang salah tunjukan profesional kerja,” kata ketum Manguni Rondor Indonesia (MRI) Donny Tutu.

Berita Terkait

‎LSM Forkorindo Soroti BPN Kota Bekasi Soal PTSL 2026 ‎
‎Kemeriahan Peringatan Hari Anak Nasional Kota Bekasi: Hadirkan Edukasi Interaktif hingga Apresiasi dari Wali Kota
PWI Bekasi Raya Sambut Kapolres Baru, Harapkan Kemitraan Polri – Pers Tanpa Sekat
Sertijab Kapolres Metro Bekasi Kota: Pokja Wartawan Siap Perkuat Sinergi Bersama Kombes Putu Kholis
HUT ke-10 Bank Banten, Ketua DPRD Lebak Berharap Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah
PWI Bekasi Raya Matangkan Program Strategis 2026, Sejumlah Kegiatan hingga Dialog Publik Interaktif
Sebelumnya Lokasi Koperasi Desa Kakenturan Barat Berhadapan dengan Pekuburan Viral Karena Ulah Oknum, Ternyata Ini Kebenarannya
Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:09 WIB

‎LSM Forkorindo Soroti BPN Kota Bekasi Soal PTSL 2026 ‎

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:15 WIB

‎Kemeriahan Peringatan Hari Anak Nasional Kota Bekasi: Hadirkan Edukasi Interaktif hingga Apresiasi dari Wali Kota

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:08 WIB

PWI Bekasi Raya Sambut Kapolres Baru, Harapkan Kemitraan Polri – Pers Tanpa Sekat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Sertijab Kapolres Metro Bekasi Kota: Pokja Wartawan Siap Perkuat Sinergi Bersama Kombes Putu Kholis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:58 WIB

HUT ke-10 Bank Banten, Ketua DPRD Lebak Berharap Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Berita Terbaru