Jemaat Ambil Langkah Hukum, Pimpinan Ormas Kecam Pengrusakan Atribut Tempat Ibadah di Tumaluntung Minsel

- Jurnalis

Senin, 25 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pdt. Desmon Sumendap dan jemaat

Pdt. Desmon Sumendap dan jemaat

SULUT, TelusurNews – Persoalan pengrusakan atribut ber-Simbol Agama di Tempat Ibadah di Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, yang diduga dilakukan oleh oknum aparat desa setempat berujung pada pelaporan ke Polres Minsel oleh jemaat Tempat Ibadah tersebut.

Alasannya belum mendapati kesepakatan damai yang benar-benar antara jemaat dan oknum pelaku yang diduga perangkat desa.

“Hasil mediasi kemarin tidak sesui dengan harapan jemaat kami oleh karena yang menjadi pokok persoalan tidak diangkat dan kami tidak mendapatkan syarat yang diberikan oleh jemaat,” ungkap Pdt. Desmon Sumendap, kepada wartawan selesai melapor di Polres Minsel, Senin (25/10/2021).

Yang dimaksud Pdt Desmon, pihaknya belum mendapatkan kepastian pengamanan dan pernyataan dari pemerintah apakah mereka bebas untuk beribadah atau tidak, dan juga belum mendapatkan pernyataan dari tersangka sendiri secara tertulis. Untuk itu pihaknya kemudian memutuskan untuk melanjutkan ke proses hukum untuk oknum pelaku.

“Kami jemaat sudah membuat laporan, kenapa kami membuat laporan oleh karena kami mau ini dijadikan sebagai suatu pelajaran bagi semua orang bahwa ini hal yang tidak baik dilakukan dan harus ditindak secara hukum,” katanya.

“Kami dari jemaat sudah memaafkan tetapi proses hukum harus tetap berjalan, karena hal ini bukan hanya terjadi satu kali, dua kali di jemaat kami tetapi ini sudah kesekian kali,” tambahnya.

Pdt. Desmon Sumendap dan jemaat didampingi Ketua Wulan Ormas Kristen OKLBI Minsel Loula Assa

Pdt Desmon Sumendap kemudian berharap pihak Kepolisian dapat menindaklanjuti laporan yang telah dibuat tersebut.

Baca Juga :  Sekjen PWI Pusat Tetap Sayid Iskandarsyah

“Harapan kami boleh mendapatkan keadilan agar supaya kami bisa dengan bebas dan leluasa beribadah tanpa ada gangguan, dan kami juga boleh memiliki hak yang sama dengan yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Ketum Ormas Kristen Laskar Benteng Indonesia (OKLBI) Allan Berty Lumempouw agkat bicara terkait hal tersebut. Ia megecam tindakan pengrusakan atribut Tempat Ibadah dengan Simbol Agama.

“Hal ini perlu disesali, saya sangat mengecam tindakan ini, karena bagaimanapun yang dirusaki itu adalah tempat ibadah… apapun alasannya tidak boleh ada pengrusakan,” tegas Lumempouw.

Menurut Lumempouw perbuatan tersebut sangat mengganggu toleransi beragama di Sulawesi Utara yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan toleransi tinggi.

“Inikan sangat mengganggu toleransi yang selama ini torang (kami) ada jaga bersama di Sulawesi Utara, daerah yang terkenal Toleransinya antar umat beragama,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, kepada agama yang tidak diakui sekalipun tetap dijaga keberagaman toleransi di Sulut. “Jangankan sesama Kristen, yang agama berbedapun kami jaga bersama… agama-agama yang tidak diakui negara saja di Sulawesi Utara ini ada, dan kami jaga itu, apalagi agama-agama yang diakui oleh negara,” ujar Lumempouw.

Lumempouw tidak membenarkan cara pikir masyarakat dengan satu denominasi saja yang diijinkan. “Di zaman saat ini tidak bisa seperti itu, kita harus bisa membuka diri kepada golongan agama apapun,” katanya.

Sisa-sisa pengrusakan atribut Tempat Ibadah

Ia kemudian berharap pihak Kepolisian supaya memproses hukum oknum pelaku tersebut supaya ada efek jerah. Lumempouw berharap pemerintah secepatnya menyikapi agar kejadian tidak terulang dan tidak berimbas ke wilayah lain.

Baca Juga :  Semarak HUT RI ke-80, PWI Bekasi Raya Gelar Berbagai Lomba

“Kami akan membuat surat kepada Kapolda langsung supaya kasus ini menjadi atensi, karena ini persoalan yang sangat sensitiv sekali, tidak boleh ada yang kebal hukum, ini persoalannya bukan persoalan rumah tapi rumah yang dijadikan sebagai tempat ibadah,” pungkas Ketum OKLBI.

Senada, Ketum Pelopor Angkatan Muda Indoneia (PAMI)-Perjuangan Noldy Pratasis mengatakan terlepas dari hal lain apapun oknum pelaku pengrusakan harus diproses hukum.

“Yang dilihat ini dari kasus pengrusakan di tempat ibadah, itu harus proses, harus bagaimana menimbulkan efek jerah pada orang-orang tersebut,” tegas Pratasis.

Pratasis berharap pemerintah dapat mendorong dalam pembuatan ijin Rumah Ibadah. “Terlepas jemaat itu belum punya surat itu urusan pemerintah, dan harus dorong mereka supaya segera mendirikan atau bagaimana caranya untuk buat rumah ibadah,” tambahnya.

“Tapi yang kita tantang di sini orang yang melakukan pengrusakan, itu tidak boleh, apapun itu tidak dibenarkan di negara manapun… jangan sampai ada pembiaran lagi… ini sudah bikin malu,” tutupnya.

Ketua Wulan OKLBI minsel Loula P. Assah, SE juga mengecam pengrusakan atribut Tempat Ibadah tersebut. “Negara kita adalah negara hukum, dan warga negara dijamin kebebasan untuk beribadah sesuai undang-undang, oleh karena itu kami meminta aparat penegak hukum untuk memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku di negara,” tegas Loula. (Toar Lengkong)

Berita Terkait

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terbaru