Lantik Ketua KNPI Sulawesi Tenggara, Ketum Andreas: Harus Bisa Merangkul

- Jurnalis

Selasa, 23 November 2021 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI – Langkah penyatuan kubu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang tengah diupayakan oleh tiga Ketum KNPI yakni Andreas Nandiwardhana, Mustahuddin, Noer Fajrieansyah di sejumlah daerah sepertinya tidak berjalan mulus.

Hal tersebut menyusul ditengarai adanya organisasi KNPI yang diluar tiga tokoh pemuda tersebut diduga terus melakukan manuver kepada sejumlah organisasi kepemudaan sehingga banyak pengurus KNPI di daerah yang melakukan tindakan diluar prosedur.

Seperti terjadi di Sulawesi Tenggara, dimana sebelumnya KNPI kubu Andreas ini mendukung Alvin Akawijaya Putra yang tidak lain adalah anak Gubernur Sultra Ali Mazi. Dukungan itu sebagai tanda penyatuan KNPI di Sultra. Namun kubu Andreas akhirnya menarik diri karena kecewa dengan Alvin.

Namun begitu penyusunan pengurus inti mulai terjadi perpecahan karena rekomendasi dari setiap kubu yang bersatu dianggap tak diakomodir.

Ketua Umum DPP KNPI hasil Kongres XVI Lombok Andreas Nandiwardhana mempertanyakan tidak adanya gerbong dari pihaknya yang masuk dalam kepengurusan inti KNPI yang hendak disatukan oleh Alvin.

Baca Juga :  Bamsoet: Miss IMI Harus Perkuat Branding Indonesia Sebagai Pusat Sport Automotive Tourism

“Padahal, untuk bersatu mestinya melibatkan semua gerbong yang ada,” kata Andreas dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (23/11/2021).

Karena tidak diakomodasinya gerbong yang dipimpinnya kemudian Ketum Anderas menggelar Musda KNPI dan melantik Hendrawan Sumus Gia menjadi Ketua KNPI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Periode 2021-2024 di salah satu hotel Kendari pada Minggu (21/11/2021) malam.

Kini dengan terlantiknya Hendrawan, Andreas menyatakan KNPI di Sultra yang sah adalah kepengurusan Hendrawan yang baru saja dilantik. Kendati juga ada kepengurusan versi Alvin, namun dirinya mempertanyakan soal legalitas hukumnya.

“Saya KNPI versi nasional. Jadi KNPI inilah yang sah buat saya yang punya legalitas. Ketua yang baru ini harus bisa merangkul semua pemuda yang masih belum mendapatkan tempat ataupun porsi yang ada di Sulawesi Tenggara,” ujar Andreas.

Sementara itu, Ketua KNPI Sultra Hendrawan Sumus Gia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya punya legal standing karena terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Oleh karena itu tidak dibenarkan bila ada pihak lain yang mengatasnamakan KNPI.

Baca Juga :  Dinkes Kabupaten Bekasi Usulkan Penambahan Ambulans di Sejumlah Puskesmas

“Jadi apabila ada organisasi yang mengaku KNPI lalu menggunakan APBD kami pastikan akan laporkan di aparat penegak hukum. Bila di Sultra tidak bisa maka kami akan ke Jakarta, kita akan meminta untuk ditangkap orang-orang yang menggunakan APBD atau yang menjual nama KNPI di dinas-dinas meminta uang,” ujar Hendrawan.

Sebagai organisasi pemuda yang diakui oleh negara, pihaknya akan segera bersilaturahmi dengan aparat penegak hukum, khususnya Polda dan Kejaksaan. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga dalam rangka kemitraan.

Begitu Alvin dilantik pada Minggu (21/11/2021) kemarin, salah satu kubu yakni versi DPP KNPI yang dipimpin Andreas langsung mengambil langkah cepat dengan menarik diri.

Mereka tak mengakui Alvin, lalu menggelar Musda tersendiri hingga terlantiklah Hendrawan Sumus Gia sebagai Ketua KNPI Provinsi Sultra, hanya beberapa jam setelah pelantikan Alvin. *** (AJ)

Berita Terkait

Disdukcapil Kota Bekasi Gelar FKP Pelayanan Administrasi Kependudukan
Oknum ASN Pejabat Kumtua Sapa Barat Langgar UU Pers dan UU KIP, Bertolak Belakang Slogan Bupati Minsel: Hukum Adalah Panglima Tertinggi
Ketua PWI Bekasi Hadiri FKP Pelayanan Administrasi Kependudukan
Kepedulian Terhadap Sesama, Kodim 0507/Bekasi Selenggarakan Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha 1445 H
Satu Dekade Reforma Agraria, Cerita Masyarakat Eks Pengungsi Timor-Timur yang Akhirnya Sah Terima Sertipikat
Sikap AWPI Kabupaten Bekasi Terkait Pelaksanaan PPDB online 2024
Pemkab Minsel Diduga Koleksi Beberapa Oknum Pejabat Kumtua Nakal Penghisap Anggaran Dandes, Terbaru Oknum Pj Kumtua Sapa Barat Kecamatan Tenga
Memupuk Toleransi Beragama: Komandan Lanud Husein Sastranegara Kunjungi Gereja Oikumene Lanud Husein Sastranegara

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:28 WIB

Disdukcapil Kota Bekasi Gelar FKP Pelayanan Administrasi Kependudukan

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:23 WIB

Oknum ASN Pejabat Kumtua Sapa Barat Langgar UU Pers dan UU KIP, Bertolak Belakang Slogan Bupati Minsel: Hukum Adalah Panglima Tertinggi

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:12 WIB

Ketua PWI Bekasi Hadiri FKP Pelayanan Administrasi Kependudukan

Senin, 17 Juni 2024 - 15:47 WIB

Kepedulian Terhadap Sesama, Kodim 0507/Bekasi Selenggarakan Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha 1445 H

Minggu, 16 Juni 2024 - 21:55 WIB

Satu Dekade Reforma Agraria, Cerita Masyarakat Eks Pengungsi Timor-Timur yang Akhirnya Sah Terima Sertipikat

Minggu, 16 Juni 2024 - 15:53 WIB

Pemkab Minsel Diduga Koleksi Beberapa Oknum Pejabat Kumtua Nakal Penghisap Anggaran Dandes, Terbaru Oknum Pj Kumtua Sapa Barat Kecamatan Tenga

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:35 WIB

Memupuk Toleransi Beragama: Komandan Lanud Husein Sastranegara Kunjungi Gereja Oikumene Lanud Husein Sastranegara

Sabtu, 15 Juni 2024 - 19:17 WIB

Ketua MPR RI Bamsoet: Tulisan Prabowo di Newsweek Tajam, Cerdas, dan Bernas

Berita Terbaru