oleh

DPP JAPPDI Gelar Pelantikan, Pengukuhan dan Penyerahan SK DPW JAPPDI Jabar

KOTA BEKASI, Telusur News – Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (DPP-JAPPDI) menggelar Penyerahan SK dan bendera pataka kepada Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jabar. di Jl. Rukan Sentral Komersil 53.No 63 Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sabtu (27-11-2021).

Berbagai rangkain dilakukan dan dilanjutkan dengan pengukuhan serta penyerahan SK kepada Ketua DPW JAPPDI Jawa Barat (Jabar), Ir. Elis Purnama beserta jajarannya untuk periode 2021-2026,

Ketua DPP Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), Drs. H. Asnawi, S.Ag, menjelaskan dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat, para pelaku UMKM dapat bangkit dan bisa menjadi garda terdepan penentu kebijakan ekonomi APBN dan APBD.

“Karena kita ingin berperan dan tidak ingin menjadi suatu hal yang tidak diperhitungkan oleh pemerintah,”ucapnya.

Asnawi menceritakan ketika terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998, dimana saat itu yang dapat membangkitkan ekonomi bangsa Indonesia adalah para pelaku UMKM dan bukan para pelaku pemodal besar.

Menurutnya, karena saat itu Dolar kisaran Rp 2.375, saat peristiwa krisis ekonomi terjadi, Dolar itu naik mencapai Rp. 21.325, dan untuk suku bunga mulai dari 12,5% sampai 13,5% mencapai hingga 63%.

“nah, pada saat itulah banyak terjadi perusahaan – perusahaan yang koleps,”ujar Asnawi.

JAPPDI merupakan bagian penentu dari pada market yang berhadapan langsung kepada para konsumen, yakni, kepada ibu rumah tangga atau para pengguna daging merah yang dilakukan sebagai prodak industri rumah tangga.

“Dalam hal ini, maka kami ingin berperan ke depan jauh lebih maju dari sebelumnya,” jelas dia.

Selain itu, kata Asnawi, Pemerintah harus berperan penting dalam pembibitan dan pengembangbiakan ternak sapi lokal agar peternak sapi mendapatkan harga bibit sapi yang murah sehingga ketersediaan daging lokal mampu memenuhi kebutuhan nasional dengan harga lebih murah sehingga tidak lagi diintervensi oleh pemodal besar yang mengendalikan harga daging sapi.

“Pembentukan JAPPDI ini sebagai upaya para pengurus membantu para pemotong sapi dan pedagang daging khususnya anggota JAPPDI yang terhambatnya ketersediaan daging sapi impor akibat terdampak Pandemi Covid-19, yang memicu mahalnya harga sapi siap potong,” ulasnya.

Untuk itu Ketum JAPPDI meminta kepada Pemerintah untuk serius berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dan mampu bersaing dengan negara lain.

“peran JAPPDI sangat strategis mengingat permintaan daging untuk Indonesia rata – rata 2,7 kg/bulan apalagi jelang hari raya besar cenderung permintaan daging naik,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Asnawi, perlunya konsolidasi dengan semua pihak seperti pemerintah pusat, provinsi dan daerah, feedloter, kelompok peternak sapi lokal, Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotong Hewan (TPH).

Penjajakan kerjasama dengan PT.Bulog, PT.Berdikari dan pengusaha Importir daging maupun sapi potong tujuannya untuk mendukung kebutuhan daging maupun sapi siap potong para anggota JAPPDI.

Sementara program kerja jangka panjang melakukan impor bakalan sapi hidup, daging sapi beku dan atau daging kerbau beku sesuai kebutuhan anggota JAPPDI.

Membantu Anggota JAPPDI dalam penguatan permodalan dan pengembangan usaha, pungkasnya.

Sementara Ketua DPW JAPPDI Jawa Barat, Elis Purnama mengaku berterima kasih atas terbentuknya dan dilantiknya Pengurus DPW JAPPDI Jawa Barat agar program kerja JAPPDI bisa berjalan dalam mewujudkan sinergitas dengan pemerintah dan lembaga lainnya dan berupaya wujudkan ketersediaan daging sapi yang murah dan berkualitas.

Ketua DPW JAPPDI JABAR, Ir. Elis Purnama memberikan Tumpeng ke KETUM JAPPDI, H.Asnawi

” Ketersediaan daging sapi jelang Natal dan Tahun Baru relatif aman meski harga naik ini yang menjadi upaya kami agar ke depannya nanti anggota JAPPDI dan masyarakat bisa menikmati harga daging sapi potong realitas terjangkau dengan kualitas bagus,” terangnya.

Melalui program kerja DPP JAPPDI yang sudah tersusun terbagi dalam 3 jangka waktu yakni pendek, menengah dan panjang menjadi acuan Program Kerja JAPPDI yang akan diimplementasikan oleh seluruh jajarannya. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed