Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Tunawicara di Kemayoran, Jakarta Pusat

- Jurnalis

Senin, 13 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TELUSUR NEWS,- Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan penyandang tunawicara berinisial YMA (31) di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (9/12) yang lalu.

Polisi menangkap pelaku yang diduga pasangan sesama jenis berinisial AS (20) yang dikenal korban melalui aplikasi Michat.

“Tersangka dan korban saling mengenal melalui aplikasi MiChat di mana dalam aplikasi itu pelaku memakai nama sasaran Dika dan korban pakai nama YW bukan wanita,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E.Zulpan di Jakarta, Senin 13 Desember 2021.

Setelah berkomunikasi melalui MiChat, kata Zulpan, tersangka mendatangi rumah korban hampir setiap hari untuk melakukan hubungan intim sesama jenis.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Bekasi: Pers Harus Hadir sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Pembangunan Daerah

“Ini juga bisa diketahui melalui history Grab (riwayat perjalanan ojek daring) di handphone tersangka yang sudah diketahui penyidik sehingga membuktikan betul bahwa tersangka mendatangi rumah korban,” ungkapnya.

Saat itu, lanjut Zulpan, tersangka datang ke rumah korban dan mengetahui bahwa orang tuanya saat itu ke rumah sakit pada Rabu (08/12).

Di situ, muncul niat tersangka untuk menguasai barang milik korban. Tersangka kemudian mengambil pisau di dapur rumah korban dan ditaruh di bawah lemari.

“Setelah melakukan hubungan badan dengan korban pada Kamis (09/12), Tersangka kemudian menusuk leher korban sebanyak 4 kali,” kata Zulpan.

“Dalam rekonstruksi kejadian di Polda Metro Jaya pada Senin (13/12) disebutkan bahwa korban melakukan perlawanan dengan cara berontak lalu menggigit jari manis dan kelingking kanan tersangka,” jelasnya.

Baca Juga :  Budiman Sudjatmiko Usulkan Kades agar diikutsertakan pendidikan di Lemhannas

Menurut Zulpan, motif dari pembunuhan ini adalah karena AS ingin menguasai barang milik korban.

“Dalam kejadian ini, tersangka mengambil handphone, jam tangan, cincin, kalung, STNK motor, dan dompet. Selain itu, tersangka juga mengambil motor korban,” ujarnya.

Tersangka AS berhasil ditangkap di salah satu apartemen yang berada di daerah Bandung , Jawa Barat pada Jumat (10/12) kemarin.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidananya 20 tahun penjara maksimal seumur hidup.*

 

 

 

Erzan

Berita Terkait

Puskesmas Pondokgede Turun ke Warga, Perkuat Deteksi Dini TB dan PTM
Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam
‎CKG Anak Sekolah dan BIAS Tahun 2026 di SDIT An – Najm Rabbani: Wujudkan Anak Sehat dan Terlindungi
Semarak Kemerdekaan, Puskesmas Jatibening Gelar Skrining Kesehatan Gratis
Hadiri Peresmian PSEL Ciketing Udik, Ketua KADIN Kota Bekasi Sebut Pengolahan Sampah Jadi Sumber Energi dan Peluang Ekonomi Baru
Bea Cukai Watch (BCW): Jangan Berhenti pada Pertukaran Data, Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak
‎Wujudkan Pangan Higienis dan Sehat, Puskesmas Jatimakmur Gelar Edukasi serta Cek Kesehatan Gratis Petugas SPPG
‎SIBESTI: Inovasi Scan Barcode Puskesmas Jatimakmur untuk Skrining TBC Mandiri dan Cepat

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 21:31 WIB

Puskesmas Pondokgede Turun ke Warga, Perkuat Deteksi Dini TB dan PTM

Selasa, 1 September 2026 - 16:04 WIB

Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:28 WIB

‎CKG Anak Sekolah dan BIAS Tahun 2026 di SDIT An – Najm Rabbani: Wujudkan Anak Sehat dan Terlindungi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Semarak Kemerdekaan, Puskesmas Jatibening Gelar Skrining Kesehatan Gratis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Hadiri Peresmian PSEL Ciketing Udik, Ketua KADIN Kota Bekasi Sebut Pengolahan Sampah Jadi Sumber Energi dan Peluang Ekonomi Baru

Berita Terbaru