oleh

Warga Duga Proyek Saluran Outlet Kota Bitung Sarat Korupsi, TP3: Pemerintah tidak alergi kritik tapi kalau fitnah kita lawan

KOTA BITUNG, TelusurNews,- Proyek pembangunan saluran (drainase) outlet yang berlokasi di Jalan Raya Menembo-nembo Kecamatan Matuari Kota Bitung, tepatnya di depan rumah kediaman Walikota Bitung sampai dengan kompleks kantor Samsat Kota Bitung menurut warga bermasalah, hingga viral di media sosial.

Hal tersebut diungkapkan oleh aktivis Kota Bitung, selaku Wakil Ketua Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Kota Bitung Roby Supit. Menurut Supit, pembangunan saluran outlet menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan besaran anggaran Rp. 1.982.600.000 (Satu Miliyar Sembulan Ratus Delapan Puluh Dua Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) yang dikerjakan CV. Annisa Berkah tersebut diduga sarat penyelewengan.

“Saya menduga sarat dengan rekayasa pekerjaan yang bertujuan untuk korupsi dana PEN,” ungkap Roby Supit, Rabu (29/06/2022).

Hal tersebut dikatakannya sebab menurutnya dengan kondisi fasilitas saluran yang masih sangat baik, tetapi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bitung membuat program pengerjaan seolah belum ada saluran di lokasi tersebut.

“Jika dilihat dari kualitas saluran air yang ada serta dek penutup saluran air di depan Manembo-nembo Tengah masih sangat bagus namun dibongkar dan dibangun dengan yang baru,” ujarnya.

Aktivis Kota Bitung Roby Supit

Sementara itu, untuk menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bitung bersama Tim Percepatan Pencapaian Program (TP3) Sepakat Kota Bitung melakukan konferensi pers usai melakukan survei di lokasi pembangunan drainase tersebut.

Menurut TP3, apa yang dilakukan Roby Supit merupakan tudingan yang tak berdasar, yang bukan merupakan bentuk kritikan melainkan suatu upaya fitnah. Sebab menurut TP3, proyek pekerjaan tersebut masih dalam proses pengerjaan dan belum dilakukan penyerahan pekerjaan selesai dari pihak ketiga (kontraktor).

“Kami sependapat kritik, itu wajib ada kritik, tapi kita juga harus membedakan mana kritik mana fitnah, pemerintah tidak alergi kritik tapi kalau fitnah kita lawan,” ujar Michael R. Jacobus, ketua TP3 Sepakat.

Senada di tempat yang sama, Kepala Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Bitung sekaligus selaku PPTK proyek Norke Ibrahim, ST menegaskan bahwa pembangunan saluran outlet tersebut tidak hanya satu item pekerjaan melainkan terbagi atas beberapa, yaitu rehab, bangun baru sampai dengan pedestarian.

“Ada galian primer di beberapa titik, terus ada pekerjaan rehab, dan ada pekerjaan bangun baru yang terdiri dari ada pekerjaan pasangan batu dan ada pekerjaan cor beton bertulang,” katanya.

Dinas PUPR Kota Bitung bersama TP3 Sepakat dan kontraktor melakukan survei di lokasi pembangunan saluran outlet Kota Bitung

Sebelumnya, terpisah saat melakukan survei lokasi bersama petugas Kejaksaan Negeri Kota Bitung beberapa waktu lalu, Rizal Sompotan, ST, MM selaku PPK dalam proyek tersebut mengatakan, dalam proses pembangunan saluran outlet tersebut pihaknya sudah melakukan tugas sebagaimana mestinya untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar.

“Ini bertujuan untuk memastikan, apakah para kontraktor sudah bekerja sesuai dengan RAB atau tidak. Jika ada temuan pengerjaan yang tidak sesuai dengan teknisnya, maka kita tegur untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya, Kamis (16/06/2022). (tl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed