Kawal Konstitusi Mendesak Digaungkan Jelang Pemilu 2024

- Jurnalis

Rabu, 13 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semua elemen anak bangsa berkewajiban meneguhkan dan menegaskan kembali pentingnya Kawal Konstitusi demi penyelamatan bangsa dari ancaman disintegrasi bangsa.

Tagline ini mendesak untuk disebarluaskan kepada seluruh anak bangsa di tengah memanasnya suhu politik menjelang Pemilu 2024 yang berpotensi terjadinya polarisasi yang diwarnai oleh politik identitas berbasis sektarian dan intoleran.

Pernyataan ini mengemuka dalam acara bedah buku “Negara Gotong Royong” yang ditulis oleh RD Mahendra Uttunggadewa di Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang, Selasa (12/7/2022). Acara bedah buku dan diskusi ini diselenggarakan oleh UKM Pengawal Ideologi Bangsa Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang.

UKM Pengawal Ideologi Bangsa Unira hingga saat ini merupakan satu-satunya UKM dengan misi mengawal ideologi bangsa di Malang Raya.

Menurut Mahendra, Pancasila merupakan falsafah dasar perikehidupan bertanah air, berbangsa, dan bernegara. Bahkan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Soekarno menawarkan Pancasila kepada dunia sebagai solusi untuk mengatasi konflik yang terjadi antara Blok Pakta Warsawa dan Blok NATO.

Baca Juga :  Peringatan HUT ke-79 BIN, Bamsoet Ingatkan Ancaman Siber dan Terorisme Global

Terlebih, situasi geopolitik internasional saat ini diwarnai dengan munculnya kembali rivalitas antara Rusia dan NATO berakibat terjadinya perang Rusia vs Ukraina. “Ini berdampak pada tingginya inflasi yang menyebabkan munculnya krisis ekonomi secara global dimana 40 negara terancam sebagai negara gagal, fail state, ” ujar Mahendra.

Bukan tidak mungkin, sebut Mahendra, krisis ekonomi global akan memicu krisis ekonomi di Indonesia seperti halnya yang terjadi pada tahun 1965 dan 1998. Potensi chaos semakin menjadi keniscayaan dengan maraknya kelompok radikalisme, intoleran dan fundamentalisme sektarian yang saat ini tumbuh subur merusak fundamen perikehidupan bertanah air, berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila.

Di bagian lain, Mahendra mengungkapkan bahwa konsepsi Negara Gotong Royong lahir sebagai upaya upaya “pelunasan utang sejarah”. Ketika ia terlibat sebagai salah seorang tokoh kunci aktivis 98, ilMahendra tidak menyangka Indonesia akan menjadi seperti sekarang ini yang dikuasai oleh oligarki. Dalam kekecewaan itu, di tahun 2008, buku ini dilahirkan.

Baca Juga :  SMSI Sumbar Berbagi Berkah Ramadhan dengan Paket Sembako

Saat membuka acara bedah buku dan diskusi, Wakil Rektor III Unira Dr Hasan Bisri Mpdi menyatakan dengan tegas penolakan kpus mereka terhadap radikalisme. Wakil Rektor dalam kesempatan ini juga mengajak bersama-sama bukan hanya mewujudkan keindonesiaan namun juga kebangsaan.

Sementara Fajar Ananta, Pembina UKM PIB menyatakan dalam sambutannya, bedah buku ini menjadi penting di saat ini untuk bisa mengembangkan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa.

Para anak muda yang diangkat oleh Bupati Malang sebagai Duta Pancasila ikut hadir dalam acara ini dan memberikan pernyataannya dengan mendukung pentingnya mengingatkan lagi Pancasila di tengah globalisasi budaya dan ideologi dari luar yang membanjiri anak-anak bangsa.

Berita Terkait

Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat
Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja
‎72 Temuan BPK, Bagian Kerja Sama Akui Lemah Pengawasan dan Koordinasi Antar-OPD
‎Tindak Lanjuti LHP BPK, Sekda Kota Bekasi Minta Seluruh OPD Kerja Sesuai Aturan
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik
Tegaskan Kedisiplinan dan Kesehatan ASN, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Minta Pegawai Berikan Performa Maksimal
Peta Lokasi PTSL 2026 Kota Bekasi Berubah Jadi 14 Kelurahan, Ini Alasannya
PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:53 WIB

Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:22 WIB

Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:51 WIB

‎72 Temuan BPK, Bagian Kerja Sama Akui Lemah Pengawasan dan Koordinasi Antar-OPD

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:08 WIB

‎Tindak Lanjuti LHP BPK, Sekda Kota Bekasi Minta Seluruh OPD Kerja Sesuai Aturan

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WIB

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Berita Terbaru