Ketua PBNU Sayangkan Pernyataan Connie Bakrie

- Jurnalis

Jumat, 30 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menyangkan narasi-narasi yang dibangun analis militer Connie Rahakundini Bakrie, yang berpotensi memecah belah TNI. Menurutnya, berbahaya jika TNI diadu domba.

“Biarkan tentara bekerja. Kita butuh tentara yang kuat, jangan ada narasi yang membenturkan pimpinan tentara. Itu tidak produktif. Kita ingin tentara kuat dan profesional,” ujar Gus Fahrur saat dihubungi, Jumat (30/9/2022).

Hal ini disampaikan Gus Fahrur terkait pernyataan Connie Bakrie yang mengatakan bahwa Jenderal Dudung ingin mendirikan sekolah untuk putranya dan KSAD Dudung tidak berambisi menjadi Panglima TNI.

Menurut Gus Fahrur, semua pihak harus mendukung upaya konsolidasi yang dilakukan pimpinan TNI. Konsolidasi tersebut dibangun untuk menguatkan dan mensolidkan TNI itu sendiri.

“Makanya kita semua berupaya untuk mendukung itu. Kita mesti bantu supaya konsolidasi tentara ini kuat, tidak ada isu-isu yang merugikan TNI. Jangan ada isu yang memecah belah bangsa. Kalau tentara pecah negara ini menjadi berbahaya,” katanya.

Baca Juga :  Pasca Akreditasi, KARS Lakukan Pemantauan Layanan RSUD CAM

Gus Fahrur menyampaikan, Connie Bakrie sebaiknya bekerja sama dengan TNI sehingga TNI menjadi solid, kuat dan profesional, dalam menjaga pertahanan dan keamanan Indonesia.

“Mereka saling bekerja sama lah. Bu Connie sebagai pengamat dia bisa ngambil nilai-nilai positif. Semua orang pasti ada nilai positif dan negatifnya.
Mari kita saling menguatkan, kita lihat titik persamaannya, jangan titik perbedaannya. Jadi kita saling menguatkan dan saling bantu,” jelasnya.

Apa lagi, lanjut Gus Fahrur menambahkan, Indonesia sudah memasuki tahun politik. Pada momentum ini, katanya, TNI harus mendapatkan dukungan dari semua kalangan untuk menjaga keamaan dan persatuan serta kesatuan bangsa.

“Ini kan momen tahun politik. Tentara harus kuat dan solid. Kita butuh keamanan dan kenyamanan. Makanya kita berharap jangan ada berita disharmoni, jangan ada narasi-narasi yang berpotensi memecah belah. Kita ingin semua ini rukun. Tentara ini kekuatan besar. Kita punya harapan besar kepada tentara,” tambahnya.

Baca Juga :  Coffee Morning di RSUD CAM, Wali Kota Bekasi Pastikan Gaji ASN dan Layanan Publik Tetap Berjalan Aman

Gus Fahrur berharap, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak harus menanggapi sumua kritik. Mereka harus fokus pada konsolidasi penguatan TNI.

“Kita harus ikut berusaha menbuat situasi lebih baik. Kalau memang ada orang yang sifatnya mengadu domba, atau sifatanya dia memang tidak menginginkn sesuatu harmonis saya kira tidak harus ditanggapi. Tapi, ditanggapinya dengan konsolidasi, menunjukkan bahwa Panglima dan KSAD sedang akur, dan sama pak Effendi Simbolon sudah saling memaafkan. Nanti itu akan hilang sendiri,” harapnya.

“Saya kira sebagai jenderal berpengaruh dan pengalaman, beliau-beliau itu pasti sudah mengukur mana yang harus ditanggapi mana yang tidak perlu ditanggpi,” pungkas Gus Fahrur. (*)

Berita Terkait

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa
Masyarakat Menggugat, Tim Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa 2026 Dinilai Tidak Netral: Masyarakat Akan Gelar Aksi Damai
Ada apa Kejari Kota Bekasi Jadwalkan Periksa Pimpinan Disdagperin
‎Sidang Pembuktian Praperadilan SP3 Polres, Kuasa Hukum dan Pemohon Desak Hakim Membuka Kembali Kasus
Delapan Dugaan Pelanggaran Pilhut Desa Kamangta Oleh Panitia Terungkap dalam Klarifikasi, Masyarakat Desak Penegakan Aturan
Sidang Praperadilan Kedua di PN Bekasi: Pemohon Uji Sahnya SP2 Lid Polres Metro Bekasi Kota
Wali Kota Bekasi Apresiasi HUT ke-51 PSM Kota Bekasi, Ajak Lansia Tetap Sehat dan Produktif

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:49 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:20 WIB

Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:55 WIB

Masyarakat Menggugat, Tim Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa 2026 Dinilai Tidak Netral: Masyarakat Akan Gelar Aksi Damai

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:54 WIB

Ada apa Kejari Kota Bekasi Jadwalkan Periksa Pimpinan Disdagperin

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:30 WIB

‎Sidang Pembuktian Praperadilan SP3 Polres, Kuasa Hukum dan Pemohon Desak Hakim Membuka Kembali Kasus

Berita Terbaru