MANADO, TelusurNews,- Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Dana BOS disediakan Pemerintah Pusat untuk menunjang lancarnya proses pendidikan di sekolah. Namun, sangat disayangkan bila ada oknum-oknum kepala sekolah justru menyalahgunakannya.
Ini bukanlah cerita isapan jempol. Hal tersebut diduga terjadi di SMK Negeri 3 Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Dana BOS yang semestinya dipergunakan secara benar dan tepat malah diduga disalahgunakan oleh kepala sekolah di sekolah tersebut.
Dugaan tersebut terendus setelah wartawan media ini datang untuk mewawancarai pihak ketiga atau kontraktor yang mengerjakan proyek fisik rehab bangunan laboratorium jurusan perhotelan di SMK negeri 3 Manado, Selasa (13/12/2022).
Wartawan awalnya hendak mewawancarai kontraktor. Namun, yang dapat ditemui hanya pengawas proyek. Dari hasil wawancara terungkap proyek fisik rehab bangunan laboratorium jurusan perhotelan dikerjakan secara swakelola.
“Kami hanya dipercayakan mengerjakan bangunan ini oleh kepala sekolah, yang lainnya kami tidak tau,” ungkap Pengawas Proyek Rehab Bangunan Hotel.
Diduga ada kong kalikong dengan anggaran swakelola rehab bangunan laboratorium jurusan perhotelan tersebut.
Diketahui, anggaran rehab bangunan laboratorium jurusan perhotelan tersebut bersumber dari anggaran Bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMK-PK APBN 2022.
Paket bantuan tersebut terbagi menjadi 3 (tiga) item, berupa, Fisik sebesar Rp 666.000.000, Peralatan Rp 870.000.000, dan Pembelajaran Rp. 300.000.000.
Diduga ketiga item anggaran telah diutak-atik oleh pengelola anggaran.
Di hari yang sama (13/12/2022), wartawan sempat mewawancarai bendahara SMK Negeri 3 Manado untuk mempertanyakan terkait proyek fisik tersebut, dengan jawaban menohok, berbeda dengan pernyataan pengawas proyek, bendahara menyebutkan bahwa proyek pengerjaan tersebut bukanlah swakelola.
“Oh itu bukan swakelola,” ujar Julien, Bendahara SMK Negeri 3 Manado.
Bukan hanya itu, di lokasi pengerjaan rehab bangunan sekolah tersebut tidak didapati plang/papan/baliho proyek. Entah siapa yang salah. Apakah sengaja tidak dipasang ataukah kelalaian pekerja sehingga papan proyek menghilang.
Tidak sampai di situ, jurnalis media ini juga saat sedang mengambil gambar pengerjaan rehab bangunan tersebut, mendapati tumpukan kertas HVS diduga alat tulis kantor (ATK) hasil pengadaan yang diduga menggunakan Dana BOS.
Yang menjadi pertanyaan, tumpukan ATK kertas tersebut akan dipakai untuk apa? Pasalnya tumpukan kertas HVS tersebut sangat banyak jumlahnya.
Diduga sudah ada permainan atau penyalahgunaan anggaran dana BOS yang dilakukan oleh pihak sekolah. Dengan berbagai modus.
Sumber terpercaya mengungkapkan, bahwa oknum kepala sekolah diduga ingin bermain di Dana BOS dan Dana Bantuan SMK-PK.
“Nanti kita akan buka banyak dugaan lagi,” ujar sumber yang namanya tidak ingin dipublikasikan.
Hal tersebut tentunya dapat menjadi temuan, dan menjadi tugas bagi Inspektorat Daerah Sulawesi Utara untuk mengungkapnya, apabila Inspektorat Sulut bekerja dengan baik dan maksimal, sesuai tupoksi.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 3 Manado Silvya AC Ransulangi, S.Pd, MM, ketika berusaha ditemui oleh wartawan untuk konfirmasi, sangat disayangkan Kepsek Ransulangi hanya lari menghindar dan sembunyi. Padahal wartawan sudah menanti sekitar 3 jam pada saat itu.
Hingga berita ini tayang, kepsek sulit ditemui untuk dimintai keterangan.(tl)
















