Program Ketahanan Pangan Desa Lolombulan Makasili Minsel Diduga Bermasalah

- Jurnalis

Senin, 8 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MINSEL, Telusurnews,- Program Ketahanan Pangan menggunakan Dana Desa di Desa Lolombulan Makasili, Kecamatan Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan, diduga maladministrasi.

Tidak hanya itu, bahkan diduga telah terjadi penyalahgunaan anggaran di dalamnya.

Dugaan ini berhembus setelah masyarakat menginformasikan kepada media perihal tersebut.

Informasi warga menyebutkan, Program Ketahanan Pangana Hewani Tahun Anggaran (TA) 2022 ternak babi (boke) dijalankan dengan mengambil lokasi di luar Desa (kampung) Lolombulan Makasili. Kuat dugaan kandang milik oknum Plt Kumtu yang terletak di Desa Kumelembuai menjadi lokasi peternakan hewani babi, dan biaya sewa masuk ke kantong Plt Kumtua. Hal tersebut kemudian membuat masyarakat Lolombulan Makasili merasa terkendala untuk melakukan pengawasan.

“Itu kandang ada di Kumel, dan Kumtua sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban, kami masyarakat sangat kesulitan mengawasinya,” ungkap warga yang namanya tidak ingin dicantumkan, Senin (08/05/2023).

Baca Juga :  POLES KURSI: Inovasi Puskesmas Mustika Jaya dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Dari hasil wawancara, masyarakat mengungkapkan, seharusnya ada sekitar 60 an ekor hewan ternak babi yang diternak, dan berkisar 144 juta rupiah lebih anggaran yang digunakan lewat anggaran Dana Desa (DD) Lolombulan Makasili.

Namun mirisnya, pengakuan warga bahwa saat panen pertama Pemerintah Desa menjual ke masyarakat menjadi daging potong hewani dengan harga murah tapi diduga hanya sebagian dari keseluruhan 60 ternak babi yang seharusnya. Artinya tidak semua hasil ternak babi Ketahanan Pangan dibagikan Pemdes lewat ‘jual murah’ daging potong hewani tersebut.

Nah, pertanyaannya, di manakah sebagian sisa ternak hewani babi tersebut ?

Baca Juga :  Bakamla RI Tinjau Lahan Pangkalan Armada Zona Maritim Tengah di Gorontalo Utara

Menurut warga, hingga saat ini Pemdes belum bisa mempertanggungjawabkan hal tersebut kepada masyarakat Lolombulan Makasili.

Di lain hal juga, masyarakat Lolombulan Makasili merasa kesulitan berkoordinasi dengan Hukum Tua (kumtua) dikarenakan kumtua bukan merupakan warga Lolombulan Makasili dan tidak berdomisili di desa tersebut.

“Terkadang ada masalah di desa yang seharusnya butuh ada kumtua, tapi karena bukan warga di sini akhirnya masyarakat merasa sangat kesulitan,” ujar warga.

Warga berharap ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Hukum Tua Naldy Pongantung, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum Kab. Minahasa Selatan, hinggah saat ini sulit untuk dihubungi wartawan untuk konfirmasi.

Berita Terkait

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi
PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026
Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi
Reses di Sukrendah, Ketua DPRD Lebak Terima Keluhan BPJS Nonaktif dan Akurasi Data Desil Masyarakat
PERADI PROFESIONAL: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia
Dinas Perkimtan Kota Bekasi Targetkan Perbaikan Rutilahu dan Fasilitas Publik
‎Kota Bekasi Kejar Target Penyelesaian Infrastruktur Olahraga Jelang Porprov

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:02 WIB

Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:08 WIB

PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WIB

Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:28 WIB

Reses di Sukrendah, Ketua DPRD Lebak Terima Keluhan BPJS Nonaktif dan Akurasi Data Desil Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB