BITUNG, TelusurNews,- Proyek Dinas Pekerjaan Umum Kota Bitung, Sulawesi Utara diduga kerap bermasalah.
Seperti hal yang terpantau pengerjaan proyek Peningkatan Saluran yang berada di ruas Jalan Wolter Monginsidi, Madidir, Bitung Tengah.
Proyek tersebut diduga bermasalah dan sarat penyalahgunaan anggaran. Kenapa begitu?
Proyek yang diduga memakan anggaran Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah), hinggah saat ini terpantau tidak memasang papan proyek.
Hal tersebut kemudian memantik tanda tanya di masyarakat. Masyarakat mempertanyakan terkait proyek ratusan juta yang diduga sarat penyalahgunaan.
Menurut warga, proyek tersebut merupakan Peningkatan Saluran Air namun kenyataannya di lapangan dengan anggaran sebesar itu hanya dilakukan pengerjaan pemeliharaan, pengangkatan atau pembersihan sedimen.
“Jadi ada anggaran di rekap anggaran PUPR sebesar 500 juta rupiah untuk peningkatan, tapi pada kenyataannya itu pekerjaan pemeliharaan, hanya pengangkatan sedimen,” ungkap Sekretaris LAKRI Kota Bitung, Roby Supit, kepada media ini, Kamis (15/06/2023).
Lanjut dikatakannya, banyak proyek di Kota Bitung diduga asal-asalan dan tidak jelas. “Kalau peningkatan kan dia bikin lebar atau dalamnya saluran, kemudian juga tidak pasang papan proyeknya, ini sebetulnya proyek-proyek di Bitung sengaja disembunyikan,” lanjut Supit.
Roby Supit kemudian berharap Pemerintah Kota Bitung untuk lebih transparan terkait proyek-proyek yang ada, sebagaimana julukan Kota Bitung adalah Kota Digital.
“Bagaimana bisa dikatakan Kota Digital sedangkan masalah proyek saja tidak terbuka kepada masyarakat, kan bisa lewat media pemberitaan, lewat media sosial, dan lain-lainnya juga bisa,” pungkasnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bitung Norke Ibrahim ketika dihubungi media ini untuk konfirmasi, masih sulit untuk dimintai keterangan. (toar/AS).
















