KOTA BEKASI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yudianto, menargetkan penanganan sampah pascabanjir yang menumpuk di sejumlah titik Kota Bekasi dapat diselesaikan hari ini.
Hal tersebut disampaikan usai mengikuti apel di Plaza Pemkot Bekasi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-28 Kota Bekasi, Senin (10/03/2025).
Yudianto mengungkapkan bahwa sejak tanggal 5 hingga 9 Maret 2025, pihaknya mencatat perkiraan sampah yang menumpuk akibat banjir mencapai hampir 5.300 ton.
Namun, ia optimistis penanganan sampah tersebut dapat segera terselesaikan dengan upaya maksimal yang dilakukan oleh DLH.
“Kurang lebih ada hampir 5.300 ton sampah dari tanggal 5 sampai 9 Maret 2025. Mudah-mudahan tidak bertambah lebih banyak, karena memang saya targetkan hari ini clear (beres) semua, kecuali yang ada di PGP, penanganan sampahnya,” ujar Yudianto.
Menurut Yudianto, titik-titik sampah yang menjadi prioritas penanganan adalah kawasan Jembatan Kemang Pratama serta beberapa lokasi lain yang mengalami penumpukan sampah pascabanjir.
Dirinya memastikan bahwa di sejumlah titik, penanganan sampah sudah selesai dilakukan.
“Untuk yang di Jembatan Kemang Pratama, hari ini selesai. Sejumlah titik, sudah,” katanya.
DLH Kota Bekasi mengerahkan berbagai upaya, termasuk melibatkan petugas kebersihan serta alat berat guna mempercepat proses pengangkutan dan pembersihan sampah. Namun, Yudianto mengakui bahwa penanganan di lokasi Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) masih perlu waktu lebih lama dibandingkan dengan titik-titik lain.
“Kita terus kerahkan personel dan alat berat untuk mempercepat proses ini. Semoga semuanya bisa terselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, masyarakat yang terdampak banjir mengharapkan penanganan sampah dapat segera diselesaikan agar lingkungan kembali bersih dan sehat.
Pihak DLH Kota Bekasi juga mengimbau warga untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Penanganan sampah ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka pemulihan pascabanjir serta menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
















