Kepala DLH Kota Bekasi: Saya Targetkan Penanganan Sampah Pascabanjir Selesai Hari Ini

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yudianto, menargetkan penanganan sampah pascabanjir yang menumpuk di sejumlah titik Kota Bekasi dapat diselesaikan hari ini.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti apel di Plaza Pemkot Bekasi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-28 Kota Bekasi, Senin (10/03/2025).

Yudianto mengungkapkan bahwa sejak tanggal 5 hingga 9 Maret 2025, pihaknya mencatat perkiraan sampah yang menumpuk akibat banjir mencapai hampir 5.300 ton.

Namun, ia optimistis penanganan sampah tersebut dapat segera terselesaikan dengan upaya maksimal yang dilakukan oleh DLH.

“Kurang lebih ada hampir 5.300 ton sampah dari tanggal 5 sampai 9 Maret 2025. Mudah-mudahan tidak bertambah lebih banyak, karena memang saya targetkan hari ini clear (beres) semua, kecuali yang ada di PGP, penanganan sampahnya,” ujar Yudianto.

Baca Juga :  Partai Berkarya Bersama Warga Peduli Dengan Lingkungan

Menurut Yudianto, titik-titik sampah yang menjadi prioritas penanganan adalah kawasan Jembatan Kemang Pratama serta beberapa lokasi lain yang mengalami penumpukan sampah pascabanjir.

Dirinya memastikan bahwa di sejumlah titik, penanganan sampah sudah selesai dilakukan.

“Untuk yang di Jembatan Kemang Pratama, hari ini selesai. Sejumlah titik, sudah,” katanya.

DLH Kota Bekasi mengerahkan berbagai upaya, termasuk melibatkan petugas kebersihan serta alat berat guna mempercepat proses pengangkutan dan pembersihan sampah. Namun, Yudianto mengakui bahwa penanganan di lokasi Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) masih perlu waktu lebih lama dibandingkan dengan titik-titik lain.

Baca Juga :  PWI Pusat Hadiri Buka Puasa Bersama Kapolri, Media Disebut Suara Publik yang Harus Didengar

“Kita terus kerahkan personel dan alat berat untuk mempercepat proses ini. Semoga semuanya bisa terselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, masyarakat yang terdampak banjir mengharapkan penanganan sampah dapat segera diselesaikan agar lingkungan kembali bersih dan sehat.

Pihak DLH Kota Bekasi juga mengimbau warga untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Penanganan sampah ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka pemulihan pascabanjir serta menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Berita Terkait

‎KEJARI KOTA BEKASI: Kabid Pasar Disdagperin Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Resmi Ditahan!
‎‎Restrukturisasi Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ketua Pokja Ainsyam: Komitmen Eksistensi‎
Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026
Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Kota Bekasi, Pastikan MPLS Berjalan Optimal
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa
Masyarakat Menggugat, Tim Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa 2026 Dinilai Tidak Netral: Masyarakat Akan Gelar Aksi Damai
Ada apa Kejari Kota Bekasi Jadwalkan Periksa Pimpinan Disdagperin

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:36 WIB

‎KEJARI KOTA BEKASI: Kabid Pasar Disdagperin Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Resmi Ditahan!

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:38 WIB

‎‎Restrukturisasi Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ketua Pokja Ainsyam: Komitmen Eksistensi‎

Senin, 13 Juli 2026 - 22:28 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 22:25 WIB

Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Kota Bekasi, Pastikan MPLS Berjalan Optimal

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:49 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Berita Terbaru