MINSEL, Telusur News,- Warga Desa Sapa Barat Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, melakukan aksi demo damai di Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Sapa Barat, Selasa (15/07/2025).
Demo dilakukan untuk menanggapi terkait beberapa indikasi yang menurut warga perlu untuk dilakukan evaluasi.
Ada beberapa yang menjadi tuntutan warga, diantaranya terkait Ketahanan Pangan.
Selain Ketahanan Pangan, warga menuntut agar Kerua BPD Sapa Barat dicopot dari jabatannya.
“Yang paling utama masalah Ketahanan Pangan, karena di sini Ketahanan Pangan salah sasaran karena digunakan untuk kegiatan fisik. Poin kedua ketua BPD, sudah melanggar kode etik, berzinah, berhubungan badan dengan istri orang, itu sudah sangat fatal sekali,” ungkap Novel Warokka, tokoh masyarakat Desa Sapa Barat, saat melakukan aksi, di Kantor Desa Sapa Barat.

Warga juga menyoroti terkait serah-terima jabatan yang pada saat itu terjadi kekisruhan di masyarakat.
“Tadi Kumtua bilang tidak ada penyerahan serah-terima, ternyata torang dapat informasi dari mantan pejabat Billy Pijoh itu ada 36 juta rupiah cash diserahkan langsung kepada bendahara desa di kantor kecamatan, dengan hewani babi sekian ekor, itu ada bukti chattingan dengan mantan Kumtua Billy Pijoh,” ujar warga Sapa Barat, Jovan di lokasi aksi.
Warga juga menuntut agar ada transparansi di setiap program-program Pemerintah Desa Sapa Barat.
“Setiap program tidak melibatkan unsur dari jaga (lingkungan), rapat jaga tidak pernah, langsung rapat desa, sebenarnya regulasinya torang harus mulai dari musyawarah jaga dulu, mendengarkan dulu, ini tidak pernah,” pungkas Novel.

Masyarakat berharap agar semua program yang dikerjakan oleh Pemdes Sapa Barat agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat, dan dikembalikan kepada masyarakat.
Warga meminta agar Pemerintah Kecamatan Tenga dan Pemerintah Kabupaten Minsel agar turun tangan dan menangani langsung.
Kumtua Desa Sapa Barat Dany Mamangkey ketika dikonfirmasi wartawan seusai aksi demo damai warga, mengatakan bahwa ia secara bijaksana menerima baik apa yang disampaikan oleh masyarakat.
Dan dengan arif Mamangkey akan mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dalam Rapat Umum Desa untuk membahas mengenai aspirasi masyarakat tersebut.
“Nanti lewat kesepakatan akan diundang lewat Rapat Umum Desa, kita akan bahas mau apakan hasil Ketahanan Pangan 2024,” ucap Mamangkey.
Penulis : Toar Lengkong
Editor : Toar Lengkong
















