Dukung Pembuatan Film “Tajir Melintir” Tentang Bahaya Pinjol dan Judol di Kampung Bambang, Bamsoet Ingatkan Stabilitas Sosial

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung penuh dibuatnya film drama komedi bertajuk “Tajir Melintir”. Film yang disutradarai oleh Ariyo Wahab ini diharapkan menjadi media edukatif yang efektif dalam menyampaikan pesan moral tentang bahaya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta bank keliling ilegal (bangke) yang marak menjerat masyarakat kelas menengah ke bawah. Fenomena pinjol dan judol saat ini bukan lagi sekadar isu ekonomi, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial masyarakat.

Bamsoet direncanakan akan turut berakting sebagai Ketua RT bersama politisi senior (menunggu konfirmasi) Bambang Pacul sebagai Ketua RW di Kampung Bambang. Keduanya akan memerankan karakter dengan nama yang sama, Bambang. Cerita dalam film ini mengambil latar di sebuah kawasan perkampungan padat penduduk yang terdapat banyak warga dengan nama Bambang. Warga perkampungan tersebut banyak yang memiliki masalah keuangan dan terjerat pinjol, judol, serta bangke.

“Film “Tajir Melintir” meskipun dibungkus dalam genre drama komedi, membawa nilai dan pesan yang sangat dalam serta relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Melalui pendekatan seni, kita bisa menyentuh hati masyarakat. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyadarkan masyarakat akan bahaya pinjol dan judol,” ujar Bamsoet saat menerima produser dan sutradara film “Tajir Melintir” di Jakarta, Jumat (18/7/25).

Baca Juga :  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama BEM Mahasiswa NU Se-Nusantara di STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiah Jakarta

Hadir antara lain Executive Producer Dedy Abdurachman, Bambang Dirgantoro, Petrus Hariyanto serta Sutradara Ariyo Wahab.

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024, total pinjaman aktif yang disalurkan oleh fintech lending mencapai lebih dari Rp 60 triliun, dengan lebih dari 26 juta peminjam yang tersebar di seluruh Indonesia. Di sisi lain, lebih dari 7.000 platform pinjol ilegal telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital RI, tetapi terus bermunculan dengan wajah dan nama baru. Ini membuktikan bahwa permasalahan bukan hanya soal teknis, tetapi struktural dan budaya.

“Judi online juga telah menjadi epidemi tersendiri yang lebih sulit dilacak dan diberantas. Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa transaksi judi online pada 2024 telah menembus angka Rp 327 triliun. Bahkan Kementerian Komdigi baru-baru ini membongkar jaringan besar yang melibatkan penyedia jasa pembayaran lokal, afiliasi internasional, hingga selebritas sebagai influencer. Lebih mengkhawatirkan lagi, mayoritas korban berasal dari kelompok rentan yakni pelajar, ibu rumah tangga, dan buruh pabrik yang tergoda oleh mimpi kekayaan instan,” urai Bamsoet.

Baca Juga :  Pangdam XVIII/Kasuari : Garda Terdepan Kita Sekarang Adalah Tenaga Kesehatan

Ketua Komisi DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, film “Tajir Melintir” bukan sekadar alat hiburan, melainkan instrumen budaya untuk membangun kembali kesadaran kolektif. Film ini merupakan ajakan untuk kembali berpikir jernih, bahwa tidak ada kekayaan instan yang datang tanpa risiko. Publik perlu memahami bahwa tertawa itu penting, tapi lebih penting lagi jika tawa itu membawa pulang pemahaman.

“Selama ini kita bicara literasi keuangan dengan gaya formal, hasilnya masih terbatas. Sekarang waktunya kita menyentuh mereka lewat karya yang membumi, lewat cerita yang mereka pahami dan jalani sehari-hari. “Tajir Melintir” bukan sekadar film, ini tamparan halus namun keras bagi kesadaran kolektif bangsa,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita Terkait

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi
PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026
Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi
Reses di Sukrendah, Ketua DPRD Lebak Terima Keluhan BPJS Nonaktif dan Akurasi Data Desil Masyarakat
PERADI PROFESIONAL: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia
Dinas Perkimtan Kota Bekasi Targetkan Perbaikan Rutilahu dan Fasilitas Publik
‎Kota Bekasi Kejar Target Penyelesaian Infrastruktur Olahraga Jelang Porprov

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:02 WIB

Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:08 WIB

PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WIB

Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:28 WIB

Reses di Sukrendah, Ketua DPRD Lebak Terima Keluhan BPJS Nonaktif dan Akurasi Data Desil Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB