‎Inspektorat Kota Bekasi Alokasikan Rp3 Miliar untuk Bimtek dan Sertifikasi di Tahun 2025, PLT Inspektur Jelaskan Ini ‎

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Inspektorat Kota Bekasi terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme aparatur pengawasnya. Plt. Inspektur Inspektorat Kota Bekasi, Amran, menyatakan bahwa setiap personel Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) di lingkungannya wajib memenuhi standar kompetensi melalui pengembangan berkelanjutan.

‎Dalam keterangannya, Amran menjelaskan bahwa struktur APIP terdiri dari berbagai elemen yang saling mendukung, mulai dari auditor hingga pejabat struktural.

‎”APIP itu terdiri dari tiga; ada yang namanya auditor, ada JF UPD (Jabatan Fungsional Urusan Pemerintahan Daerah) untuk tata kelola dan evaluasi perangkat daerah, dan kami di sekretariat. Semuanya harus punya sertifikat 120 JP (Jam Pelajaran),” ujar Amran di ruang kerjanya, Jumat (20/02/2026)

‎Kewajiban menempuh 120 JP ini, menurut Amran, merupakan amanah langsung dari Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas lain yang umumnya hanya dibebankan 20 JP.

‎Amran memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, anggaran sebesar Rp3 miliar telah dialokasikan untuk berbagai kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) dan sertifikasi guna menunjang kemampuan para pengawas.

‎”Kegiatan Bimtek ini bukan cuma satu, tapi banyak dalam setahun. Ada sertifikasi CGCAI (Certified Government Chief Audit Executive), CGRS (Certified Government Risk Specialist) di BPKP, hingga CEFRA (Certified Fraud Auditor) untuk teman-teman auditor. Kami dituntut memiliki kemampuan di atas OPD lain karena tugas kami sebagai pengawas internal dan konsultan tata kelola pemerintah kota.”

‎Lebih lanjut, Amran menekankan pentingnya peran APIP dalam menjaga integritas pemerintah daerah. Sesuai dengan aturan Kemendagri, anggaran pengawasan idealnya dialokasikan sebesar 0,5% dari APBD.

‎”Penguatan APIP ini krusial. Tugas kami ada dua: sebagai audit internal dan sebagai consulting untuk mengawal pimpinan agar tata kelola pemerintah kota berjalan benar. Kami adalah mitra strategis pemerintah untuk memastikan semuanya transparan,” jelas Amran.

‎Meskipun terdapat tantangan dalam memenuhi target jam pelajaran karena kesibukan tugas lapangan, Amran memastikan bahwa seluruh personel yang berjumlah sekitar 100 orang di Inspektorat Kota Bekasi terus didorong untuk mengikuti diklat, baik yang diselenggarakan oleh Kemendagri maupun BPKP.

Baca Juga :  PWI Depok Laporkan Oknum Pengiat Medsos ke Polisi

Berita Terkait

Plh. Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Nilai Persatuan Bangsa
SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi
PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026
Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi
Reses di Sukrendah, Ketua DPRD Lebak Terima Keluhan BPJS Nonaktif dan Akurasi Data Desil Masyarakat
PERADI PROFESIONAL: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia
Dinas Perkimtan Kota Bekasi Targetkan Perbaikan Rutilahu dan Fasilitas Publik

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:25 WIB

Plh. Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Nilai Persatuan Bangsa

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:02 WIB

Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:08 WIB

PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WIB

Ali Akbar, Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi

Berita Terbaru

Berita

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:36 WIB