Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3 Mudik, Pastikan Awak Angkutan Sehat demi Mudik Aman

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, meninjau Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman: Pos Layanan Pemeriksaan Awak Angkutan (pengemudi dan kernet) pada masa mudik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Senin (16/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengemudi dan kernet yang membawa masyarakat mudik berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap bekerja, sehingga perjalanan Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat.

Bagi masyarakat, langkah ini penting karena keselamatan mudik tidak hanya ditentukan oleh ko ndisi kendaraan dan jalan, tetapi juga oleh kesiapan fisik serta kewaspadaan awak angkutan. Oleh karena itu, pemeriksaan K3 awak angkutan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan risiko selama masa mudik.

Kegiatan pemeriksaan awak angkutan ini dilaksanakan di enam titik wilayah pemantauan mudik, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Samarinda, Medan, dan Makassar. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Perhimpunan Ergonomi Indonesia, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan para pengemudi mulai dari pemeriksaan kesehatan, wawancara, hingga pengujian berbasis komputer untuk mengukur kesiapan kerja, termasuk waktu reaksi.

Baca Juga :  Kementrian ATR/BPN Penanaman Serentak 100.000 Pohon, Kantah Kota Bekasi Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Menaker menekankan bahwa kondisi fisik pengemudi sangat menentukan tingkat kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika beban kerja meningkat pada periode mudik.

“Program pengujian K3 bagi awak angkutan umum ini merupakan program terbaru dari Kemnaker dan ini sangat penting. Kita tau pada masa mudik beban kerja pengemudi cukup berat. Dengan adanya pengujian K3 bagi awak angkutan ini, kami mengharapkan pengemudi yang berada dalam kondisi fit akan lebih waspada dalam menjalankan tugasnya,” kata Yassierli.

Ia menjelaskan, penurunan kewaspadaan juga dapat terdeteksi melalui aplikasi yang dikembangkan tim, sehingga kecukupan waktu istirahat sebelum mengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan. Dalam peninjauan tersebut, Menaker menemukan masih ada pengemudi yang waktu istirahatnya belum optimal.

“Tadi saya lihat ada pengemudi yang akan membawa bus tetapi baru beristirahat sekitar dua jam. Ada juga yang tekanan darahnya cukup tinggi. Pemeriksaan ini dapat menjadi masukan bagi pengemudi dan perusahaan angkutan. Jika istirahatnya kurang, maka harus diminta beristirahat terlebih dahulu atau diganti dengan pengemudi cadangan,” kata Yassierli.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Pembalap Diaspora Luis Leeds Mahendra Dapatkan Naturalisasi

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan pelaksana an mudik Lebaran tahun ini berjalan aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat dengan memastikan para pengemudi berada dalam kondisi sehat dan cukup beristirahat.

“Kita harus pastikan pengemudi memiliki kesehatan yang prima serta istirahat yang cukup. Jangan sampai pengemudi dipaksakan bekerja saat kondisi tubuh tidak fit, karena keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah yang utama,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari para pengemudi. Salah seorang pengemudi bus, Saktiawan (43), mengaku sangat mendukung penyelenggaraan Posko Peduli K3 Mudik Aman dan berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, pemeriksaan seperti ini membantu memastikan awak angkutan yang melayani masyarakat benar-benar berada dalam kondisi siap bertugas.

“Sebaiknya sering diadakan. Ini sangat bermanfaat. Kami sebagai pengemudi yang melayani masyarakat, khususnya bus umum yang membawa banyak penumpang, wajib dalam kondisi sehat agar bisa m emberikan keselamatan bagi masyarakat,” ujar Saktiawan.

Saktiawan mengatakan dirinya telah mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan di posko tersebut dan hasilnya menunjukkan ia dalam kondisi siap untuk mengemudikan bus.

Berita Terkait

Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Berlangsung 17–23 September
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan
Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan
Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bekasi, Tri Minta Perhatian Lebih untuk Anak dan Lansia

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:26 WIB

Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Berlangsung 17–23 September

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Senin, 14 September 2026 - 22:20 WIB

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

Sabtu, 12 September 2026 - 14:42 WIB

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Berita Terbaru