KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan pengarahan tegas sekaligus penuh perhatian kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi saat memimpin apel pagi. Dalam kesempatan tersebut, Tri menekankan pentingnya komitmen kerja, efisiensi, integritas moral, serta menjaga kesehatan fisik demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Tri Adhianto mengingatkan agar para pegawai tidak menjadikan apel pagi sekadar rutinitas formalitas untuk menggugurkan kewajiban semata. Tri menyoroti pentingnya rasa tanggung jawab terhadap anggaran daerah yang berasal dari masyarakat.
”Bukan hanya ‘Oh besok kalau gitu saya apel gugurkan kewajiban saya terus pergi, nanti sore apel lagi,'” ujar Tri Adhianto tegas, Selasa (28/07/2026)
”Hari ini Pemerintah Kota Bekasi ngos-ngosan bayarin pegawai, karena memang pajaknya dan retribusinya, pendapatannya terus turun, bukan naik. Kalau saya bayarin, kalian dibayarin, Pemerintah Kota bayarin, masyarakat bayarin, kaliannya elek-elekan, nggak tertib,” tambahnya.
Di balik ketegasannya, Wali Kota Bekasi juga menunjukkan perhatian besar terhadap kondisi kesehatan fisik pegawainya. Pihaknya mengalokasikan waktu khusus untuk olahraga rutin agar seluruh pegawai memiliki daya tahan tubuh yang prima dalam bertugas.
”Selasa udah saya berikan kesempatan untuk senam, untuk olahraga. Biar apa? Biar pengennya performa dari kita semua dalam kondisi yang siap, sehat. Saya enggak mau tiba-tiba ada aparat saya kena serangan jantung,” tutur Tri Adhianto.
Momen ketegasan Wali Kota kembali terlihat saat dirinya secara langsung menegur salah satu pegawai yang kurang fokus dan berbisik-bisik saat pengarahan berlangsung.
”Kamu sini yang baju putih! Kenapa kamu bisik-bisik, sini! Kamu mau ngomong apa?” panggil Tri Adhianto secara langsung untuk memastikan ketertiban barisan.
Menutup arahannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa prinsip disiplin dan kerja keras ini bukanlah hal baru yang ia lakukan saat menjabat sebagai kepala daerah, melainkan nilai yang sudah ia pegang teguh sejak awal kariernya sebagai pegawai biasa.
”Saya berbuat begini bukan karena saya Wali Kota. Sejak saya jadi pegawai, saya akan terapkan ini dalam diri saya. Ada pertanggungjawaban diri kalian karena kalian diangkat sumpah, ada Tuhan Yang Maha Esa. Malu pada diri sendiri. Anak-anak akan melihat contohnya,” pungkasnya.
Langkah tegas dan penuh keteladanan dari Wali Kota Bekasi ini diharapkan mampu mendongkrak etos kerja serta membentuk mental birokrasi Kota Bekasi yang makin disiplin, sehat, dan melayani. (Rizal)
















