Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja ke Forum ASEAN

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membawa agenda penguatan keterampilan dan pelindungan pekerja dalam 29th ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) di Bangkok, Thailand, 26– 27 Agustus 2026. Indonesia akan menyuarakan pentingnya menyiapkan tenaga kerja ASEAN menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, digitalisasi, hingga perubahan kebutuhan industri menjadi tantangan bersama. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan keterampilan, informasi pasar kerja, layanan ketenagakerjaan, serta pelindungan bagi pekerja. Isu tersebut sejalan dengan pembahasan tindak lanjut ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work beserta dokumen panduannya.

Baca Juga :  Petra Yani Rembang Ditemani 'Prabowo Minahasa Selatan' Berorasi di Kecamatan Tenga

“Perubahan dunia kerja tidak bisa kita hadapi sendiri. Indonesia harus ikut menentukan arah kerja sama ketenagakerjaan ASEAN agar transformasi yang terjadi membuka peluang bagi pekerja, bukan membuat mereka tertinggal, dan pada saat yang sama tetap memberikan pelindungan,” kata Menaker Yassierli melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (25/8/2026).

Selain membahas kesiapan tenaga kerj a menghadapi masa depan dunia kerja, Indonesia juga akan membawa isu pelindungan pekerja, termasuk pekerja migran. Dalam forum ALMM, Indonesia akan menyampaikan perkembangan tindak lanjut sejumlah komitmen ASEAN. Di antaranya, isu pelindungan dan penempatan pekerja migran di sektor perikanan serta pelindungan pekerja migran dan anggota keluarganya dalam situasi krisis.

Baca Juga :  Pj Bupati Bekasi Minta Perangkat Daerah Optimalkan Penyerapan Anggaran

Indonesia juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk International Labour Organization (ILO) dan International Organization for Migration (IOM). Kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap pengembangan keterampilan, layanan ketenagakerjaan, kerja layak, serta pelindungan pekerja migran.

“Kerja sama ASEAN harus menghasilkan manfaat nyata bagi pekerja. Bukan hanya membahas perubahan, tetapi memastikan pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dan tetap terlindungi dalam menghadapi perubahan,” ujar Yassierli.

(BHK)

Berita Terkait

Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Berlangsung 17–23 September
Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka
Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja
HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja
Global Warming Makin Nyata, BPC HIPMI Kota Bekasi Serukan Aksi Nyata
Ketum Peradi Profesional Lantik Pengurus DPN dan Beri Mandat Strukturisasi Daerah 
Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
Pemerintah Terbitkan Tiga Regulasi Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:26 WIB

Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Berlangsung 17–23 September

Senin, 14 September 2026 - 22:20 WIB

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja ke Forum ASEAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:50 WIB

HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

Berita Terbaru