Delapan Dugaan Pelanggaran Pilhut Desa Kamangta Oleh Panitia Terungkap dalam Klarifikasi, Masyarakat Desak Penegakan Aturan

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tim Panitia Kabupaten Minahasa Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) 2026, bersama Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Desa Kamangta

Foto: Tim Panitia Kabupaten Minahasa Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) 2026, bersama Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Desa Kamangta

MINAHASA – Telusur News, Proses klarifikasi atas laporan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, yang berlangsung pada 17 Juni 2026, telah dilaksanakan oleh Panitia Kabupaten Minahasa Pilhut 2026.

Klarifikasi terhadap pihak pelapor, yaitu Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Desa Kamangta, dilaksanakan di ruang pemeriksaan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa, Senin (6/7/2026).

Dalam proses klarifikasi tersebut, terungkap 8 (delapan) poin dugaan pelanggaran yang dinilai terjadi selama tahapan pelaksanaan Pilhut oleh Panitia Desa Kamangta, antara lain:

1. Kinerja Panitia Pemilihan Hukum Tua Desa yang dinilai tidak profesional.
2. Adanya intervensi oknum Sekretaris Desa terhadap kinerja Panitia Pilhut.
3. Keterlibatan tim sukses dalam mengantar pemilih ke lokasi pemungutan suara.
4. Perubahan denah lokasi yang diduga menyebabkan penumpukan dan kerumunan pemilih.
5. Dengan sengaja Panitia Desa menyimpan surat undangan pemilih.
6. Adanya surat undangan yang ditahan oleh Panitia Desa, Perangkat Desa, atau Kepala Jaga.
7. Kotak penyimpanan surat undangan yang terjatuh sehingga diduga memengaruhi tertib antrean pemilih.
8. Adanya pemilih yang telah menyerahkan surat undangan namun tidak menggunakan hak pilihnya karena harus bekerja.

Baca Juga :  Sudah Dirugikan, Bos Penyedia Incinerator Kini Jadi Saksi Kunci Kasus yang Bergulir di Kejari Manado

Menurut pihak pelapor, rangkaian dugaan tersebut berpotensi memengaruhi kualitas penyelenggaraan Pilhut serta berdampak terhadap hak para peserta pemilihan. Mereka berharap seluruh laporan dapat ditindaklanjuti secara objektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Minahasa merangkap Ketua Panitia Kabupaten Minahasa Pilhut 2026, Dr. Drs , Riviva Wailan Maringka, M. Si saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Panitia Kabupaten masih menunggu hasil pembahasan dan kesimpulan tim setelah proses klarifikasi terhadap pemohon maupun pihak yang dilaporkan selesai dilakukan.

“Nanti ada kesimpulan dari tim hasil klarifikasi dari termohon dan pemohon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Minahasa, Alex Mamesah, tidak terlihat hadir dalam agenda klarifikasi terhadap pihak pelapor. Kondisi tersebut menjadi perhatian perwakilan Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Desa Kamangta, yang berharap Kepala Dinas dapat mendengarkan secara langsung penyampaian laporan masyarakat.

“Sangat disayangkan saat kami pelapor dipanggil untuk berikan keterangan tapi Kadis PMD Kabupaten Minahasa tidak menampakkan batang hidung alias menghindar,” ujar Pelapor, Nixon S. Worotikan, kepada media, seusai sesi klarifikasi.

Baca Juga :  Komisi Akreditasi Rumah Sakit Lakukan Survei Simulasi Akreditasi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid

Selain itu, Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Desa Kamangta mempertanyakan Judul Berita Acara, dengan narasi: Berita Acara Klarifikasi Penyelesaian Laporan Terkait Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua Desa Kamangta Kecamatan Tombulu.

Judul tersebut dinilai berpotensi menjebak pelapor, sebab aduan Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan ini dianggap masih berproses dan belum mendapatkan hasil yang jelas. Tapi herannya sudah tertera bahasa ‘Klarifilasi Penyelesaian’.

“Kami butuh penjelasan dari Kadis PMD tapi beliau tidak hadir atau menghindar ke ruangan lain,” kata Pelapor.

Hingga berita ini ditulis, proses klarifikasi dan verifikasi masih berlangsung dan Panitia Kabupaten Minahasa belum mengeluarkan kesimpulan maupun keputusan resmi atas laporan yang disampaikan.

Menanggapi terkait tidak hadirnya Kadis PMD Minahasa Alexander Mamesah dalam proses klarifikasi Masyarakat Desa Kamangta, Mamesah mengatakan dirinya kelelahan seharian penuh mengikuti banyak kegiatan, dan belum sempat makan, sehingga kemudian beristirahat sebentar untuk makan.

“Saya istirahat makan, karena dari pagi saya yang pimpin dan saya juga hadir pelantikan Ketua Dewan, dan langsung balik kantor,” tutur Kadis Mamesah, saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp pribadinya. (red)

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bekasi, Tri Minta Perhatian Lebih untuk Anak dan Lansia
Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam
Prahara Pilhut Desa Tumpaan Minsel Perlu Ditinjau Kembali, Kumtua Hasil SK Bupati Justru Terindikasi Langgar UU Telekomunikasi
Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:03 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bekasi, Tri Minta Perhatian Lebih untuk Anak dan Lansia

Selasa, 1 September 2026 - 16:04 WIB

Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:42 WIB

Prahara Pilhut Desa Tumpaan Minsel Perlu Ditinjau Kembali, Kumtua Hasil SK Bupati Justru Terindikasi Langgar UU Telekomunikasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Berita Terbaru