Penunjukan Plt PWI Bekasi Ilegal, Media Penyebar Hoaks Dikecam

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“PWI Bekasi Raya tegaskan Ade Muksin masih ketua sah. Media yang menyebarkan pemberitaan sepihak dinilai melanggar etika jurnalistik dan terindikasi bermotif pribadi.”

BEKASI RAYA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya mengecam keras munculnya pemberitaan bohong yang menyebutkan Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin telah diberhentikan dan digantikan oleh sosok bernama Taufik Ilyas sebagai Plt Ketua PWI Bekasi Raya. PWI Bekasi Raya menegaskan bahwa penunjukan tersebut ilegal, tidak sah, dan tidak memiliki dasar organisasi.

“Isu itu hoaks. Saya masih Ketua PWI Bekasi Raya yang sah, dipilih secara demokratis dalam konferensi. Tidak ada keputusan resmi dari PWI Provinsi Jawa Barat maupun PWI Pusat yang menggantikan saya,” tegas Ade Muksin, Senin (2/6/2025), di Gedung Biru PWI Bekasi Raya, Jl. Rawa Tembaga II No. 1, Margajaya, Bekasi Selatan.

Ade menilai, manuver Hendry Ch Bangun (HCB) yang menunjuk Taufik Ilyas sebagai Plt PWI Bekasi Raya merupakan tindakan inkonstitusional. Terlebih, HCB telah diberhentikan penuh dari keanggotaan PWI sejak 16 Juli 2024 oleh Dewan Kehormatan PWI Pusat karena terlibat dalam dugaan pelanggaran etika terkait dana cashback UKW dari forum BUMN.

Baca Juga :  Kaleidoskop IMI 2022, Bamsoet: Musyawarah Provinsi IMI Berhasil Diselesaikan Sesuai Batas Waktu

Ironisnya, nama Taufik Ilyas tidak dikenal oleh kalangan wartawan se-Bekasi Raya, bahkan tidak pernah terlibat dalam kegiatan jurnalistik di wilayah ini. Nama tersebut justru muncul tiba-tiba melalui pemberitaan sepihak yang menyudutkan PWI Bekasi Raya.

“Kami bahkan tidak tahu siapa dia. Tidak dikenal di internal PWI Bekasi Raya. Ini makin menunjukkan betapa ngawurnya penunjukan itu,” ungkap Ade.

PWI Bekasi Raya juga menyesalkan sikap sejumlah media yang mempublikasikan pemberitaan tersebut tanpa konfirmasi, tanpa verifikasi, dan sangat tidak profesional. Terlihat jelas, pemberitaan itu didorong oleh tendensi pribadi, terutama dari wartawan pendukung calon ketua yang kalah dalam konferensi PWI Bekasi Raya tahun 2024.

“Ini bukan kerja jurnalistik, ini dendam pribadi yang dibungkus berita. Mereka gagal dalam forum demokratis, lalu menyerang lewat berita bohong,” ujar Ade.

Ia mengingatkan, profesi wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang, bukan untuk menyebarkan provokasi atau kepentingan pribadi.

“Kalau tidak paham etika jurnalistik, jangan jadi wartawan. Karena berita tanpa cek dan ricek itu bukan karya jurnalistik, melainkan racun informasi yang bisa merusak reputasi orang lain,” tegasnya.

*Permohonan Maaf kepada Publik*
Dalam kesempatan ini, PWI Bekasi Raya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, unsur pemerintahan, dan kalangan dunia usaha atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh oknum wartawan dan media yang tidak mematuhi kode etik jurnalistik.

Baca Juga :  Tak Bisa Hadir, Anggota DPR RI Bonnie Triana Titip Salam Hangat Lewat Ketua DPRD Lebak Saat Penyerahan PIP

PWI Bekasi Raya menegaskan, tindakan tersebut bukan cerminan dari organisasi PWI secara keseluruhan, melainkan ulah oknum yang gagal memahami keilmuan jurnalistik secara utuh.

“Kami sangat menyesalkan masih adanya oknum media dan wartawan yang menulis berita secara sembrono tanpa mengindahkan prinsip dasar jurnalistik. Sekali lagi, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ini bukan sikap resmi PWI, tetapi murni kesalahan oknum,” ujar Ade Muksin.

PWI Bekasi Raya berada dalam struktur sah di bawah koordinasi PWI Provinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh Hilman Hidayat, dan tetap mendukung kepemimpinan Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang. Segala bentuk keputusan sepihak, apalagi dari figur yang tidak lagi sah dalam struktur organisasi PWI, tidak akan pernah diakui.

“Kita harus jaga marwah PWI dan marwah profesi wartawan. Jaga kepercayaan publik, jangan nodai profesi ini dengan berita bohong yang lahir hanya karena dari sakit hati,” tutup Ade. (Red)

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Lantik Pengurus PWI Sulsel Periode 2026–2031, Ketum PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Kode Etik
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Insan Pers Bekasi Raya Bersatu, Demo Aksi Damai 15 Oktober Desak Bupati Evaluasi Kadis LH
PWI Bekasi Raya Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan oleh Kepala DLH

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Lantik Pengurus PWI Sulsel Periode 2026–2031, Ketum PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Kode Etik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Berita Terbaru