
Puskesmas Jatimakmur terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat melalui jaminan keamanan pangan. Bertempat di RW 10, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Puskesmas Jatimakmur merangkul para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatimakmur 5 dalam program integrasi Penyuluhan Keamanan Pangan dan Skrining Kesehatan Gratis.

Langkah preventif ini digelar untuk memastikan setiap makanan yang diproduksi dan disajikan kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan, bergizi, dan bebas dari risiko kontaminasi.
Para petugas dibekali pemahaman komprehensif mulai dari kebersihan diri (personal hygiene), sanitasi peralatan, pemilihan bahan baku yang aman, teknik penyimpanan standar, hingga pencegahan kontaminasi silang.

Kepala UPTD Puskesmas Jatimakmur, Apt. Dinni Banyuwati, S.Farm., M.Farm., menegaskan pentingnya keterlibatan langsung para penjamah makanan dalam menjaga mutu pangan.
”Keamanan pangan sangat bergantung pada kebiasaan dan kondisi kesehatan petugas di lapangan. Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan para petugas tidak hanya paham teori, tetapi juga konsisten menerapkan praktik higiene sanitasi agar masyarakat terhindar dari risiko penyakit akibat makanan (foodborne diseases),” tutur Apt. Dinni Banyuwati.
Deteksi Dini Kesehatan Penjamah Makanan
Selain menerima materi edukasi, seluruh petugas SPPG Jatimakmur 5 wajib mengikuti rangkaian pemeriksaan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pemeriksaan medis tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, cek gula darah, pengukuran antropometri untuk penentuan status gizi, hingga skrining faktor risiko penyakit menular dan tidak menular.
Melalui skema deteksi dini ini, potensi gangguan kesehatan petugas dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis, konseling gizi, maupun rujukan lanjutan bisa segera dilakukan secara tepat.
”Antusiasme para petugas luar biasa. Mereka sangat aktif berdiskusi mengenai tantangan kebersihan di area kerja dan tertib mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan,” ungkap Dinni.
”Harapan kami, sinergi antara edukasi dan skrining kesehatan ini melahirkan petugas SPPG yang mampu menjadi pelopor Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ketika petugasnya sehat dan paham standar keamanan, makanan yang sampai ke masyarakat dipastikan aman, higienis, dan berkualitas tinggi,” pungkasnya.
Melalui pendekatan promotif dan preventif ini, Puskesmas Jatimakmur membuktikan peran aktifnya dalam mengawal kualitas gizi dan kesehatan masyarakat Kota Bekasi secara berkelanjutan. (Adv)
















