Kapolda Metro Jaya Akan Membubarkan Tim Jaguar, Kobra dan Ketupat Sayur Lainnya

- Jurnalis

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TELUSUR NEWS ,- Menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang penegakan hukum terhadap anggota Polri yang melanggar dalam kasus kekerasan berlebihan terhadap masyarakat dan surat telegram bernomor ST/2162/X/HUK2.9/2021 yang dikeluarkan pada (19/10) lalu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran akan membentuk tim khusus dan membubarkan Tim-tim pengendalian masyarakat yang berada di bawah hukum Polda Metro Jaya.

“Saya rencananya akan mengumpulkan patroli roda dua, nanti saya akan berikan pelatihan khusus, saya akan siapkan helm nya kendaraannya, senjatanya,” kata Fadil kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 30 Oktober 2021.

“Kemudian kami juga akan siapkan SOP nya juga, supaya jangan ada lagi ada jaguar, kobra, apalagi itu tim ketupat sayur, tim lele apa itu macam-macam,” tandasnya.

Menurutnya, Tim-tim tersebut berkembang dengan sendiri dan diduga melakukan kebablasan dalam penindakan terhadap masyarakat tanpa aturan mendasar.

“Akhirnya dia (Tim) tumbuh berkembang sendiri suka-suka dia. Nah saya minta, ini salah kita juga karena tidak latih mereka, tidak mendidik mereka, tidak membuat spek mendasar, spek peralatan,” ujar Fadil.

Rencananya, kata Fadil, dalam waktu dekat ia akan mengumpulkan Tim Sabhara untuk dilatih bagaimana cara mengamankan ibukota DKI Jakarta.

“Minggu depan saya mau kumpulkan tim sabhara, ini biar mereka tidak jadi kelalawar di malam hari. Dia tugasnya hanya jam 10 malam sampai 5 subuh muter-muter mengamankan ibukota,” tuturnya.

Mereka, lanjut Fadil nantinya akan dilengkapi dengan senjata khusus untuk mencegah aksi tawuran, balap liar dan gangguan keamanan pada jam malam.

“Jadi dia tugasnya hanya jadi polisi di malam hari. Nanti silakan kalau televisi mau meliput kegiatannya. karena kemampuannya sudah kita latih standart dan peralatan nya sudah kita tentukan, SOP sudah kita buat,” katanya.

Baca Juga :  Oloan Nababan: Bamus DPRD Adalah Miniaturnya DPRD

“Kita nggak takut lagi dia aneh-aneh di lapangan. Dia sudah mengerti tentang HAM, dia sudah mengerti tentang perspektif komunikasi, dia sudah mengerti tentang perspektif komunikasi dan kejahatan dan bagaiamana dia mengecek identitas,” terang Fadil.

Kapolda meminta kepada tim yang nanti dibentuk tidak lagi melakukan debat kusir terhadap masyarakat, jika ditemukan dan terbukti melakukan kesalahan tangkap.

“Kalau ketemu orang mabuk bagaiamana dia mengecek kadar alkohol dalam darahnya apa. Nggak seperti sekarang debat kusir. Nggak jelas,” tutur Fadil.

“Demikian juga dia memahami undang-undang yang melekat pada dirinya,” sambungnya.

Dalam pelaksanaan tugas, Fadil menjelaskan, nantinya ia juga akan melatih anggotanya dalam cara pengeledahan dan pemeriksaan terhadap terduga.

“Kita akan melatih menggeledah orang, memeriksa orang, yang namanya tertangkap tangan dan sebagainya. Ini semua harus kita latih dan kita siapkan,” jelasnya.

“Ini akan menjadi wajah baru Polda Metro Jaya polisi di malam hari. Pokoknya no place to hide. Semua akan pasti ditemukan bila ingin melakukan kejahatan di Jakarta. Tanggung jawab kita semua ini,” kata Fadil.

Fadil menyebut, kalau tidak ada pimpinan anggota yang mau memotong ekornya, kepalanya juga akan dia potong.

“Saya bilang tadi sama Pak Dirlantas, Pak Kapolri sudah memerintahkan kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk kepalanya saya potong,” tegasnya.

“Kalau saya, saya tambahkan, saya blender kepalanya sekalian yang busuk itu. Semua harus ikut. Latih anggota, awasi anggota dan siapkan anggota, asah anggota kemampuannya, turun ke lapangan dan sebagainya,” ujar Fadil.

Baca Juga :  Wongkar Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua KONI Minsel

“Persenjatai (anggota), door di kaki kena di kepala jangan itu. Door di kaki ya harus kena di kaki. Jangan kaya Brimob celeng door di kaki kena di kepala,” candanya.

Selanjutnya, Kapolda juga memerintahkan kepada jajarannya untuk melatih Tim yang dibubarkan akan bergabung dengan tim yang dibentuknya.

“Jadi Pak Gatot nanti tim-tim yang apalah namanya itu jaguar, cobra pemburu preman rainmas Backbone nanti semua kita latih cara gunakan motor gimana, habis itu kemampuan menembak dia, kemampuan bela diri dia,” kata Fadil.

“Jadi orang dengar namanya saja udah kencing di celana. Jadi menciptakan heroes-heroes (pahlawan) dalam menjaga ibukota perlu dilakukan bersama,” tuturnya.

Menurutnya, di tangan para pimpinan dari anggota di lapangan, kemampuan mereka akan lebih baik bukan sekedar omongan.

“Di tangan Komandan-komandan ini para direktur para Kasubdit para kanit ini mulai kita kompetisi kan. Disiplin ini bukan di omongan, tapi disiplin itu dengan tindakan,” kata Fadil.

“Kemampuan itu bukan dengan omongan, kemampuan itu harus dilatih, diasah, dipertandingkan,” paparnya.

Kapolda juga akan meminta pertanggung-jawaban kepada para pimpinan jika anggotanya melakukan kesalahan dan tidak menutupinya.

“Jangan kita hanya memetik tanpa pernah menanam. Kalau salah anggota yah salah kamu, berarti kamu tidak lakukan pembinaan yang memadai. Makanya kita harus tegak lurus dengan yang diarahkan pimpinan dan apa yang dimaui masyarakat, agar Polda Metro Jaya berjaya di lapangan,” kata Fadil.

“Guyub rukun terus kita kembangkan, skill kemampuan kita terus asah. Tidak alasan kita sibuk di Jakarta ini,” pungkasnya.

 

 

 

Erzan

 

Berita Terkait

Menteri AHY Terima Audiensi Duta Besar Kanada untuk Indonesia
OPSI: Kolaborasi Pemerintah dan OMS Bekasi, Langkah Konkret Eliminasi HIV
Mahasiswa Tuntut Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi Ditangkap Atas Dugaan Korupsi
Ketua DPD PKS Kota Bekasi Bantu Perbaikan Mushalla PWI Bekasi
Kanwil BPN Sulut Tertutup dengan Wartawan, Inakor Sulut dan BMN Buka Suara
Di Tengah Euforia Piala Eropa, PTM Kedai Kopi Gelar Kejuaraan Tenis Meja
Menteri AHY di Kantah Kota Pontianak: Sertipikat Tingkatkan Nilai Ekonomi Tanah
Melalui Program Reforma Agraria, Masyarakat Terdampak Konflik Sambas Kini Bisa Punya Sertipikat Tanah

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:39 WIB

Menteri AHY Terima Audiensi Duta Besar Kanada untuk Indonesia

Selasa, 25 Juni 2024 - 00:59 WIB

OPSI: Kolaborasi Pemerintah dan OMS Bekasi, Langkah Konkret Eliminasi HIV

Senin, 24 Juni 2024 - 22:36 WIB

Mahasiswa Tuntut Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi Ditangkap Atas Dugaan Korupsi

Senin, 24 Juni 2024 - 20:47 WIB

Ketua DPD PKS Kota Bekasi Bantu Perbaikan Mushalla PWI Bekasi

Senin, 24 Juni 2024 - 18:11 WIB

Kanwil BPN Sulut Tertutup dengan Wartawan, Inakor Sulut dan BMN Buka Suara

Senin, 24 Juni 2024 - 07:59 WIB

Menteri AHY di Kantah Kota Pontianak: Sertipikat Tingkatkan Nilai Ekonomi Tanah

Minggu, 23 Juni 2024 - 20:56 WIB

Melalui Program Reforma Agraria, Masyarakat Terdampak Konflik Sambas Kini Bisa Punya Sertipikat Tanah

Minggu, 23 Juni 2024 - 17:31 WIB

Evaluasi Optimalisasi Eksistensi, Kanwil BPN Provinsi Kalbar Tuai Apresiasi

Berita Terbaru