Anak di Bawah Umur di Buyungon Amurang Diduga Dicabuli, Pelaku Sempat Diamankan Polisi Kini Dilepas

- Jurnalis

Kamis, 11 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seruni (10), nama samaran, Korban Pencabulan Anak di Bawah Umur

Seruni (10), nama samaran, Korban Pencabulan Anak di Bawah Umur

MINSEL, TelusurNews,- Pencabulan terhadap anak di bawah umur diduga terjadi di Amurang Minahasa Selatan (Minsel), dialami oleh anak Seruni (10), nama disamarkan, warga Kelurahan Buyungon Amurang, diduga dilakukan oleh MW (50), warga di Kelurahan yang sama. Pelaku yang sempat diamankan polisi kini dilepas.

Korban diketahui biasanya tinggal dan tidur di rumah pelaku MW oleh karena permasalahan keluarga yang dialami antara ayah korban dan ibu korban. Seruni akhirnya dititipkan oleh ayahnya di rumah pelaku sejak kira-kira sebulan yang lalu, karena ada hubungan kekerabatan antara ayah korban dan pelaku MW.

Peristiwa bermula saat Seruni sedang tidur menginap di rumah pelaku pada 29 Oktober 2021 malam sekira pukul 23.00. Tiba-tiba pelaku masuk ke kamar di mana korban Seruni berada. Pelaku kemudian melakukan aksinya dengan meraba-raba tubuh bagian sensitif (dada) korban.

“Om Max tarek-tarek pa kita se ba tre, abis itu om Max ramas-ramas tape….. (Om Max tarik-tarik saya meluruskan badan saya, kemudian om Max remas-remas dada saya),” ungkap korban dengan isak tangis kepada orang tuanya.

Tidak puas pelaku MW kemudian mengeluarkan kemaluannya dan menggosok-gosokkannya ke kemaluan korban.

“Abis itu ada pake calana longgar toh dengan CD longgar, kong om Max angka kita pe calana bagini….. kong dia goso-goso depe…..pa tape…..(habis itu kan saya pakai celana longgar dan celana dalam longgar, trus om Max angkat celana samping paha celana saya, terus dia gosok-gosokkan kemaluannya ke kemaluan saya),” ujar korban Seruni, masih dengan isak tangis.

Baca Juga :  Menjaga Keutuhan Bangsa dan Toleransi Beragama, Ini Harapan Intelektual Muda NU
Korban bersama ibunya memperlihatkan bukti laporan polisi

Korban kemudian bangun lalu berteriak dan kemudian melarikan diri dari rumah pelaku, menuju rumah ibunya Iya (30) di Kelurahan yang sama.

“Baru mo ba nae (main), mo ba tidor kong Nia pe ade bapangge, kong om Maxi lakas-lakas badiri kunci tu rets deng konop, kong abis itu om Maxi kaluar…..kong kita kaluar, cuma dase oca mo pi kincing, (baru mau memasukkan trus adiknya Nia (cucu pelaku) memanggil, trus om Maxi lekas-lekas berdiri, mengunci kancing celana dan kenop, habis itu om Maxi keluar…..trus saya keluar, saya alasan mau pipis),” ungkap korban sambil menangis.

Merasa sudah ketahuan istrinya, di tanggal 04 November 2021, pelaku MW kemudian mengancam korban dengan kekerasan menggunakan batu dan ingin meremas leher korban.

“Dia mo ramas kata kita pe leher mo se mati, so ambe tu batu basar mo toki akang pa tape kapala, (dia mau remas leher saya mau matiin saya, dia (pelaku Maxi) sudah ambil batu besar mau lempar ke kepala saya),” terang korban Seruni kepada wartawan, Kamis (11/11).

Baca Juga :  Sepakat! Dualisme PWI Banten Berakhir, Semua Pihak Terima Keputusan PWI Pusat

Keterangan tersebut diperkuat oleh teman bermain korban K (12). “Kong dia (pelaku) so angka (batu) bagini…..torang kwa da lia, (trus dia sudah angkat begini…..kami lihat sendiri),” ungkap K, teman Seruni, bersama dua teman lainnya yang saat kejadian ada di lokasi.

Atas kejadian itu, pelaku sempat diamankan Polisi di Polsek Amurang Pada 04 November 2021. Pada keesokan harinya (05/11) kasus tersebut dilaporkan orang tua korban ke Polres Minahasa Selatan, dengan nomor laporan polisi: STTLP/363/XI/2021/Sulut/Res Minsel tanggal 05 November 2021. Namun sangat disayangkan, belakangan diketahui pelaku sudah dilepaskan.

Penyidik Polres Minsel ketika dihubungi membenarkan ada laporan dugaan pencabulan tersebut, dan mengatakan bahwa akan memanggil pelaku.

“Kami belum ada upaya penahanan, hanya diamankan di Polsek….. besok kami akan kirimkan undangan klarifikasi,” ungkap penyidik, Kamis (11/11) siang.

Orang tua korban keberatan kemudian meminta bantuan LSM LI-TIPIKOR Minahasa Selatan untuk mengawal kasus tersebut. (tim/***)

Berita Terkait

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Kemnaker Siapkan Akses Pelatihan dan Kerja bagi Penyintas Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Berita Terbaru

DKI Jakarta

Penyandang Disabilitas Butuh Negara, Bukan Sekadar Sepeda!

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:48 WIB