Debt Collector Kembali Berulah di Minahasa, LPK-RI: Oknum Nakal Diduga Backup Mafia Lelang

- Jurnalis

Jumat, 14 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sonyarita (ibu korban), pelapor

Sonyarita (ibu korban), pelapor

MINAHASA, TelusurNews,- Pengambilan paksa kendaraan bermotor oleh debt collector terus berulang. Kali ini dialami oleh seorang konsumen Marvil Axel Umbas (24), warga Kelurahan Uner Link III Kecamatan Kawangkoan, Minahasa.

Beberapa orang yang mengaku debt collector datang ke kediaman korban Marvil dan diduga melakukan perampasan dengan cara mengancam dan mengintimidasi ibunya Marvil bernama Sonyarita (40) untuk menandatangani BSTK lalu membawa pergi kendaraan korban jenis Mobil Grand Max warna hitam dengan nomor polisi (nopol) DB 8033 BJ. Menurut pengakuan ibu korban, Sonyorita, para pelaku ada 4 (empat) orang berbadan kekar.

Kepada wartawan Kamis (13/01/2022), ibu korban (Sonyarita) mengaku diancam dan ditakut-takuti oleh para pelaku yang mengaku sebagai debt collector (DC) dan dipaksa untuk menandatangani beberapa lembar berkas yang tidak jelas berkas tersebut untuk apa.

Dengan kondisi ketakutan dan sambil menangis Sonyarita memohon agar para pelaku tidak membawa kendaraan korban, namun salah seorang pelaku mengatakan, “Ibu ada 10 juta?” Jawab ibu korban, “Oh saya tidak punya uang sebanyak itu,” lalu para pelaku memaksa Sonyarita (ibu korban) untuk menandatangani beberapa kertas yang mereka bawa, dan membawa pergi kendaraan tersebut.

“Ibu tanda tangan ini kertas, cepat bu tanda tangan, mo cepat torang (kami mau cepat),” ungkap korban menirukan perkataan pelaku sembari bingung sebab anaknya yang punya kendaraan sedang berada di luar daerah.

Pihak korban dalam hal ini Sonyarita, ibu korban Marvil, kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kawangkoan pada (18/06/2021), namun sayangnya menurut pengakuan Sonyarita, pihak Polsek diduga tidak berkenan melayani laporan tersebut dan menyuruh mereka untuk melapor ke Polres Minahasa. Sonyarita bersama LPK-RI kemudian melaporkan dugaan perampasan kendaraan tersebut ke Polres Minahasa, namun sayangnya lagi-lagi Polres diduga tidak ada tindak lanjut. “Ibu sudah tanda tangan (berkas dari debt colector), kami tidak bisa menangani,” ujar Sonyarita menirukan pernyataan dari Polres.

Baca Juga :  Buku Letter C Hilang Sejak 2020, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Lurah Jakasampurna

Hingga pada tanggal 11 November 2021 pihak korban melihat mobil miliknya berada di daerah Langowan, karena merasa kendaraan tersebut milik mereka, mereka kemudian langsung membawa kendaraan tersebut. Sebab menurut pengakuan ibu korban, sebelumnya ia diminta oleh debt collector untuk membayar restrak yang ditagihkan kepada anaknya dan pada hari itu juga berniat akan membayar, namun mirisnya ternyata diduga kendaraan tersebut sudah dijual oleh pihak leasing ke pihak lain tanpa sepengetahuan pihak korban.

Menurut pengakuan Sonyarita (ibu korban) saat kendaraan tersebut diduga dirampas oleh debt collector, tunggakan pihak korban baru 2 (dua) bulan, dan mereka berniat untuk segera membayarnya.

“Tunggakan baru 2 bulan terus mereka datang tarik di rumah, mereka bilang tunggakan sudah 8 bulan, padahal yang 6 bulan itu restrak dan kami sudah bayar itu restrak per bulan 950 ribu selama 6 bulan,” ujar Sonyarita kepada wartawan.

Mirisnya, akibat tindakannya mengambil kendaraan milik anaknya sendiri yang diduga dijual pihak leasing mengakibatkan dirinya kemudian dipolisikan. Belum 1 kali 24 jam sejak dilaporkan, Polisi kemudian mendatangi rumah korban Marvil dan ibunya Sonyarita yang sudah dijadikan tersangka oleh pihak Kepolisian.

Pihak korban pun kemudian mempertanyakan kenapa laporan korban ke pihak Polres atas tindakan perampasan kendaraan milik anaknya oleh debt collector ini tidak ditanggapi, dan pihak Polres diduga menolak dengan alasan yang tidak jelas serta tidak mau memberikan pernyataan yang jelas tentang Finance yang melelang sepihak kendaraan milik Marvil Umbas. Bahkan pihak Polres diduga langsung mengambil keputusan dalam penyelidikan yang menurut mereka informasi dari debt collector ada foto menyatakan ibu korban, Sonyarita, bersukacita dengan senyum sumringah menyerahkan kendaraan. Dan dasar itulah yang diduga dipakai penyidik. Namun Sonyarita justru diduga dijadikan tersangka atas perampasan kendaraan milik anaknya sendiri.

Baca Juga :  Proses Pengukuran Tanah Sengketa di Kalibaru Bekasi Diwarnai Ketegangan dan Penolakan Warga

Pihak korban meminta keadilan terkait hal ini. Korban berharap ada penegakan hukum yang adil dan jelas terkait dugaan perkara perampasan kendaraan bermotor tersebut.

Korban Marvil dan ibunya Sonyarita kemudian mengadukan dan meminta Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) untuk membantu.

Ketua LPK-RI Sulawesi Utara Stevanus Sumampouw kepada wartawan, Kamis (13/01/2022) mengatakan bahwa diduga ada oknum-oknum nakal yang bermain di belakang perkara-perkara demikian.

“Adanya oknum-oknum nakal yang menjadi dugaan kuat memback-up mafia lelang yang ada di Sulawesi Utara, masyarakat sekarang lagi risau dengan tagar percuma lapor Polisi dan itu stetmen Kapolri untuk pembenahan internal dan external Polri, ini adalah bentuk kriminalisasi yang sering terjadi di Indonesia di mana konsumen sering dijadikan tersangka, masakan mungkin Marvil mencuri kendaraannya sendiri, karena di BPKB nama Marvil Umbas,” tegas Sumampouw.

Stevanus Sumampouw kemudian meminta Kapolri mengatensi hal tersebut. “Semoga Kapolri bisa mengatensi, kami sangat mencintai Institusi Kepolisian RI, jangan cuma gara-gara oknum menjadi nila dan merusak susu sebelanga,” harapnya. (toar/syarel)

Berita Terkait

Prahara Pilhut Desa Tumpaan Minsel Perlu Ditinjau Kembali, Kumtua Hasil SK Bupati Justru Terindikasi Langgar UU Telekomunikasi
Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:42 WIB

Prahara Pilhut Desa Tumpaan Minsel Perlu Ditinjau Kembali, Kumtua Hasil SK Bupati Justru Terindikasi Langgar UU Telekomunikasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Berita Terbaru