“Semua orang tua mempunyai tujuan agar keturunan nya mendapatkan yang terbaik dalam segala hal, demikian juga saya sebagai orang tua, mengingikan yang terbaik untuk masa depan putra-putri saya,” -Waras Wasisto, Tokoh PDI Perjuangan Jawa Barat-
CIREBON – Usai acara menerima lamaran putri sulungnya, Waras Wasisto bersegera mengunjungi 2 ulama kharismatik yaitu Habib Luthfi bin Yahya yang merupakan Ketua Forum Sufi Internasional yang menjabat sebagai Rais ‘Aam jam’iyyah Ahlu Thariqah al-Mu’tabarah an Nahdliyah sekaligus Dewan Pertimbangan Presiden(Watimpres) 2019-2024 dan KH Adib Rofiuddin Izza yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon.
Dewan 2 periode Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan yang lebih dikenal dengan panggilan Mas Waras tersebut bergegas mendatangi 2 Kyai Besar Kharimatik pada hari Senin(04.07-2022) pagi. Mas Waras yang melakukan perjalanan darat didampingi 3 orang staffnya memulai perjalanan jam 06.00 pagi menuju Cirebon sebagai tujuan pertamanya untuk menemui Kyai Haji Adib dipondok pesantren Buntet.
Selepas dari Pesantren Buntet, Mas Waras langsung menuju ke Pekalongan, kediaman dari Habib Luthfi Bin Yahya. Dan ternyata Habib Luthfi sudah berangkat memenuhi undangan dari salah seorang kerabatnya. Akhirnya Mas Waras harus kembali ke Cirebon dan akhirnya bisa bertemu dengan Habib Luthfi Bin Yahya.
“Alhamdullilah tujuan saya tercapai hari ini, pertama untuk bersilaturahmi dengan para Ulama dan Kyai Besar Indonesia, tujuan kedua sekaligus mengantarkan undangan langsung untuk acara akad nikah putri sulung saya dan tujuan ketiga adalah didoakan oleh para Ulama besar kharismatik agar diberi kekuatan dan kesehatan dan keberkahan baik untuk pribadi, keluarga maupun karir juga amanah dalam menjalankan tugas yang saya emban sebagai wakil rakyat, terakhir tentunya juga untuk acara akad nikah putri saya,” ungkap Mas Waras, tokoh PDI Perjuangan Jawa Barat.
Lebih lanjut Mas Waras bersyukur bahwa kedua Ulama besar Indonesia tersebut juga menyampaikan kesediaan nya untuk hadir diacara akad nikah putri sulungnya, “Kehadiran dan doa-doa para ulama besar merupakan keberkahan istimewa bagi saya dan keluarga,” pungkasnya. (Mac)
















