Buka Pop Up Store di Sarinah, PIP Bawa Produk Ultra Mikro ke Pasar

- Jurnalis

Sabtu, 30 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan meningkatkan dukungan terhadap pelaku usaha Ultra Mikro untuk memperluas jangkauan pasar melalui pembukaan Gerai UMi di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat.

Hari ini, Jumat (29/7/2022), Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah membuka Gerai UMi PIP di Sarinah. Gerai UMi merupakan sebuah pop-up store yang diinisiasi oleh PIP.

Beroperasi pada 29 Juli – 11 Agustus, Gerai UMi akan memperkenalkan produk-produk dari para debitur Umi yang unik dan berkualitas kepada khalayak lebih luas, terutama para pecinta produk nusantara di Jakarta.
Selain itu, Gerai UMi juga memberikan layanan konsultasi gratis bagi masyarakat yang hendak menggali lebih dalam hal-hal yang terkait dengan pembiayaan Ultra Mikro.

Melengkapi pengalaman berbelanja yang unik dan menyenangkan, para pengunjung juga akan dapat mencoba pengalaman berbelanja online yang berbeda di dalam gerai untuk menambah pilihan produk yang dapat di beli.

Beragam gelaran produk fesyen, produk kerajinan tangan, dan produk kopi dari para debitur Ultra Mikro hadir menyemarakkan Gerai UMi.

Mulai dari kain tenun tradisional beserta fashion terkait, produk-produk ramah lingkungan dan daur ulang, ragam kopi khas Indonesia, serta minyak kelapa berkualitas yang baik untuk kesehatan.
Sebagai contoh, Lulu Handmade yang menawarkan produk hasil kerajinan tangan berbentuk rajutan. Bahan-bahan yang digunakan berbeda dari rajutan biasanya. Kerajinan ini menggunakan benang dari serabut goni, kertas serta rafia yang menjadikan produk Lulu Handmade unik. Usaha Mikro yang dapat dikunjungi lewat IG nya @lulu_caem ini juga memberdayakan ibu-ibu tani di sekitar lokasi pembuatan produk rajutan, memberikan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga di sekitar.

Ada pula produk kain perca dari Rehana Melodi yang merupakan produk ramah lingkungan yang memanfaatkan bukan saja kain sisa biasa, melainkan juga kain yang berasal dari bahan-bahan daur ulang seperti karung goni dan plastik bekas. Meskipun dari bahan daur ulang, produk yang dibuat sangat baik kualitasnya. Dirancang dan dibuat sepenuh hati, kerajinan yang dihasilkan memikat dan penuh seni. Usaha mikro yang dapat diakses melalui akun IG @rehana_melodi ini tergabung dalam Komunitas Usaha Daur Ulang di Batu, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga :  Satu Data Indonesia Berikan Masyarakat Data Pertanahan yang Lebih Baik dan Akurat

Selanjutnya, ada usaha mikro Red Soga yang memproduksi kain ramah lingkungan. Pewarnaan kain dari Red Soga diberi warna dan motif dengan metode ecoprint, yaitu menggunakan bahan-bahan alami seperti getah dari pohon dan daun. Warna dan motif dari kain ecoprint unik pada setiap kainnya, tidak ada warna dan motif yang sama persis antara satu kain dengan yang lain. Dengan motif ala Red Soga yang artistik, kain ecoprint yang dihasilkan kian memikat, berkualitas tinggi, tahan lama dan ramah lingkungan. Usaha mikro ini dapat ditemui di IG @redsoga.ecoprint.

Produk lainnya berasal dari Tuku Kayu yang telah memproduksi alat-alat dapur dari kayu mahoni dan kayu pinus secara turun temurun. Seluruh produk di Tuku Kayu dihasilkan tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali dengan penuh perhatian pada kesempurnaan proses, menjadikannya ramah lingkungan. Alat makan Tuku Kayu juga praktis dibawa saat bepergian untuk menghindari penggunaan sendok plastik sekali pakai karena jauh lebih ringan dibandingkan dengan sendok stainless steel.

Masih tentang kain tenun, ada Elta Fashion dari Desa Troso, Jepara, yang menghadirkan fesyen menarik dan berkualitas dari kain tenun dengan motif tenun nusantara. Beberapa motif kain nusantara yang diproduksi oleh usaha mikro ini antara lain motif dari Jepara, Sumba, Nusa Tenggara dan Maumere. Memberdayakan para pengrajin tenun di desa Troso, seluruh kain tenun sepenuhnya dibuat dengan tangan (handmade).

Selanjutnya, ada minyak kelapa dari Lengis Tandusan merupakan minyak yang diolah melalui proses tradisional dan berasal dari santan kelapa.
Minyak goreng ini memiliki kandungan asam larut, yang dilaporkan mencegah berbagai masalah kesehatan jantung dan kolesterol. Selain itu, kandungan lipid antimikroba di dalamnya membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Lengis Tandusan oleh Aditya Putra berbeda dari minyak kelapa umum karena tidak mengandung pengawet dan zat aditif sama sekali serta tidak melalui proses pemanasan lanjutan yang dapat menghilangkan manfaat minyak kelapa bagi kesehatan. Minyak ini juga sangat harum ketika dimasak.

Baca Juga :  Chris Sam Siwu Pimpin Koperasi Merah Putih Harapan Jaya

Gerai Umi PIP juga menghadirkan Saur Manis yang merupakan olahan kelapa khas Bali dengan rasa gurih dan kaya rempah. Saur Manis dapat ditambahkan pada nasi, baik nasi putih ataupun nasi kuning bisa juga lauk lainnya untuk menambah rasa gurih. Saur Manis dari Aditya Putra diproduksi di Klungkung Bali, diproses secara tradisional sesuai dengan resep asli Bali, mengandung rempah yang juga baik untuk pencernaan.

Tidak ketinggalan, kopi tradisional Bali yang digemari oleh masyarakat asli Bali. Kopi Robusta dari Banyuatis, Bali, ini memiliki rasa yang pekat, kuat, dan tidak asam. Kopi Bali Warung 63 meracik kopi Robusta yang khas dan dapat ditemui di warung-warung kopi asli Bali agar kita dapat menikmatinya di mana saja, seperti sedang di Bali. Kopi Bali Warung 63 menghadirkan kopi Arabica Wanagiri dengan aroma dan rasa yang segar dan unik.

Dari para petani kopi di Wanagiri Bali, di area pegunungan yang menghadap danau Buyan yang indah, kopi yang ditanam dan dipelihara dengan tetap menjaga keseimbangan hidup yang harmoni, memberikan cita rasa dan keharuman yang khas dari kehadiran buah dan rempah yang ada di sekitar pohon kopi.

Kopi Luwak merupakan kopi yang diproses dari kopi yang sudah dicerna oleh Luwak. Cavrizh Coffee berasal dari Luwak tangkar yang memakan buah kopi di daerah lereng Muria Jepara. Area ini dominan dengan kopi robusta yang memiliki cita rasa tersendiri. Selain rasa kopinya yang nikmat dan khas, kopi ini lebih aman bagi lambung, serta meningkatkan suasana hati.

Selanjutnya, ada Omah Kopi Ngemplak dari Boyolali. Omah Kopi adalah penghasil kopi yang menjaga kualitas kopinya dengan mendampingi dan memberdayakan para petani kopi di sekitarnya. Dipanen dan diolah dengan baik dan benar, kopi arabika, robusta maupun liberika yang dihasilkan oleh Omah Kopi Ngemplak memiliki kualitas tinggi.

Berita Terkait

Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Revitalisasi SMKN 1 Tumpaan Mulai Bergulir di Polres Minsel
Kasus Kejahatan ITE di Minsel Masuk Babak Baru, Pelaku CS dan NL Ditetapkan Tersangka: Segera Tahap I Kejaksaan
Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Ajak Lestarikan Budaya
Lintas Organisasi Bersatu, Ade Muksin Nahkodai Panitia HPN Bekasi Raya 2026
PWI Bekasi Raya Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang
Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah, Sebelumnya Gowes dari Rumah 
Pemerintah Terbitkan Tiga Regulasi Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 05:24 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Revitalisasi SMKN 1 Tumpaan Mulai Bergulir di Polres Minsel

Selasa, 21 April 2026 - 03:07 WIB

Kasus Kejahatan ITE di Minsel Masuk Babak Baru, Pelaku CS dan NL Ditetapkan Tersangka: Segera Tahap I Kejaksaan

Senin, 20 April 2026 - 15:28 WIB

Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Ajak Lestarikan Budaya

Sabtu, 18 April 2026 - 20:42 WIB

Lintas Organisasi Bersatu, Ade Muksin Nahkodai Panitia HPN Bekasi Raya 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 14:27 WIB

PWI Bekasi Raya Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

Berita Terbaru