Dapat Berujung Laporan Pidana, LMI Minsel Pertanyakan Keputusan Panitia Pilhut Desa Tumpaan

- Jurnalis

Selasa, 18 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tonaas LMI Minsel Tommy Pantow/sumber foto fb Tommy Pantow Topan

Tonaas LMI Minsel Tommy Pantow/sumber foto fb Tommy Pantow Topan

MINSEL, TelusurNews,- Ketua (Tonaas) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Minahasa Selatan Tommy Pantow mempertanyakan hasil kertas suara Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada (12/10/2022) lalu.

Pasalnya, menurut sebagian warga setempat, hasil salah satu kertas suara saat Pilhut Desa Tumpaan dinilai sah oleh warga. Sebaliknya menurut panitia Pilhut kertas suara tersebut rusak dan tidak sah.

Panitia Pilhut bardalil bahwa kertas suara sudah sesuai dengan pengecekan para saksi calon masing-masing pada saat itu yang menyatakan tidak sah.

Ketua LMI Minsel Tommy Pantow, yang juga merupakan warga Desa Tumpaan kemudian mempertanyakan keputusan panitia yang menganulir kertas suara tersebut. Sebab kertas suara tersebut merupakan kertas suara penentu, karena dalam Pilhut Desa Tumpaan memenangkan salah satu calon kumtua, yaitu Felma Lumempow, yang hanya menang selisih satu suara dengan Herald Hanly Kendy Leleng.

Sontak, warga Tumpaan kemudian dibuat riuh dengan kejadian kertas suara tersebut, yang akhirnya berpolemik di masyarakat.

Tommy Pantow kemudian meminta pihak panitia Pilhut Desa Tumpaan untuk bertanggungjawab dengan kejadian tersebut. Menurut Pantow, panitia seharusnya bersikap jujur dan benar.

Baca Juga :  Peringati Hari Kemerdekaan ke-78 RI, Pemkot Bekasi Tampilkan Teater Sejarah Perjuangan Proklamasi

“Kami posisi netral, tapi dalam kasus ini kami mempertanyakan keputusan dari panitia, panitia harusnya menyatakan yang benar, jadi dalam hal ini panitia harus bertanggungjawab,” tegas Pantow, Senin (17/10/2022).

Kertas suara yang dinyatakan panitia Pilhut sebagai kertas suara yang rusak/tidak sah

Bahkan menurut Pantow, bila diperlukan untuk dilakukan pemilihan kembali, maka ada baiknya untuk dilakukan. Pantow kemudian mengatakan, bila nantinya dibutuhkan, pihaknya siap untuk melaporkan persoalan tersebut sebagai bentuk penegakan kebenaran.

“Bila perlu, kami siap memproses sesuai hukum pidana yang berlaku,” ungkap Tommy Pantow.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilhut Desa Tumpaan Paultje Sangian ketika dikonfirmasi oleh media ini lewat sambungan telepon suara di nomor pribadinya 081257****51, Selasa (18/10/2022), mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku.

“Kita kan punya Perbup 10 tahun 2022, kita lihat di pasal 57 ayat 2 bagian f, ada di situ dijelaskan menggunakan alat coblos yang ada di bilik suara, namanya paku,”

“Nanti kita buktikan misalnya apa yang panitia putuskan, kan sudah diserahkan ke panitia kabupaten, tinggal dibuktikan secara hukum kalau menurut pihak-pihak yang disampaikan keliru nanti dibuktikan secara hukum,” ujar Sangian.

Baca Juga :  Dengan Niat Baik, Maudi M. Tumonggor Mencalonkan Diri Pilkades Kolongan Satu (Nomor Urut Tiga)

Di tempat terpisah, senada dengan Tonaas LMI Minsel, anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Jacklyn Koloay yang kerap disapa Jacko juga mempertanyakan keputusan panitia Pilhut Desa Tumpaan. Menurutnya panitia harus mempertanggungjawabkan secara benar sesuai hukum yang berlaku.

Jacko mengatakan, jika panitia memutuskan bahwa kertas suara tersebut rusak, maka panitia harus membuktikan secara jelas.

“Panitia harus membuktikan alat apa yang dipakai karena panitia bilang rusak, yang paling utama membuktikan alatnya mana, alat apa yang digunakan selain alat yang disediakan,” ujar Jacko.

Selain bukti alat, Jacko juga berharap panitia supaya dapat membuktikan secara visual.

“Harus juga ada bukti orang yang melihat, pakai CCTV kah, pakai orang yang melihat kah, kan di ranah hukum cuma dua alat bukti, orang dan alat,” tambah Koloay.

Jacklyn Koloay kemudian menganjurkan pihak yang dirugikan untuk membuat aduan ke aparat penegak hukum.

“Sebaiknya langsung saja laporkan, polisi kah, kejaksaan kah, atau PTUN, jangan sampai jadi kacau, karena sudah mau ada penetapan,” pungkas Koloay, dalam sambungan telepon WhatsApp, Selasa (18/10/2022). (Toar Lengkong)

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
PWI Bekasi Raya Dorong Transparansi Data dan Realisasi CSR/TJSL Kota Bekasi
Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter
PWI Bekasi Raya Audiensi dengan Asda I, Soroti Dana RW, PTSL dan CSR
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

PWI Bekasi Raya Dorong Transparansi Data dan Realisasi CSR/TJSL Kota Bekasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

PWI Bekasi Raya Audiensi dengan Asda I, Soroti Dana RW, PTSL dan CSR

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Berita Terbaru