Ketua MPR RI Bamsoet Kutuk Keras Pembunuhan Warga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Papua

- Jurnalis

Kamis, 15 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengutuk pembunuhan empat warga Papua yang dilakukan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pada Selasa (13/12/22). Empat korban tersebut terdiri dari 3 warga yang dibunuh di Kabupaten Pegunungan Bintang, dan seorang warga yang dibunuh di Kabupaten Puncak. Tidak hanya itu, pada Rabu (14/12/22) teroris KKB Papua juga menyerang iring-iringan mobil polisi di Kepulauan Yapen. Menyebabkan setidaknya tiga mobil polisi terbakar.

“Proses penegakan hukum harus segera dilakukan oleh Polri dengan segera menangkap para pelaku. TNI dan Polri juga harus meningkatkan sinergitas agar kondisi keamanan dan kedamaian di Papua tidak lagi terganggu oleh tindakan brutal yang dilakukan teroris KKB Papua. Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap mereka. Jika diperlukan, negara bisa menurunkan personel terbaik dari Brimob Polri, Gultor Kopassus, Raiders, Bravo, dan Denjaka. Kasih mereka waktu satu bulan untuk menumpas habis teroris KKB Papua sampai ke akarnya,” ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (15/12/22).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, sudah terlalu banyak keresahan yang dilakukan teroris KKB Papua. Korbannya dari mulai masyarakat biasa, TNI-Polri, hingga menyasar tenaga kesehatan. Di awal tahun 2022, misalnya, teroris KKB Papua melakukan penembakan Anggota Satgas Nemangkawi di Distrik Kiwirok, penyerangan terhadap prajurit TNI yang sedang memperbaiki jembatan di Distrik Aifat Timur Tengah, penyerangan Pos TNI di Distrik Gome dan penembakan personel TNI di Distrik Sugapa.

Baca Juga :  Panglima TNI Sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni SMP Negeri 2 Cimahi ikuti Reuni Akbar

“Di sepanjang tahun 2021, berbagai tindakan brutal juga dilakukan teroris KKB Papua. Misalnya, pada 8 April 2021, menembak mati seorang guru bernama Oktavianus Rayo, selain juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak. Pada 9 April 2021, seorang guru SMP bernama Yonathan Randen kembali ditembak mati teroris KKB Papua di Kabupaten Puncak. Disusul tewasnya seorang pengemudi ojek bernama Udin akibat ditembak di area Pasar Ilaga Kabupaten Puncak pada 14 April 2021. Pada 15 April 2021, teroris KKB Papua menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom. Bahkan Kepala BIN Daerah Papua Brigjen TNI Putu I Gusti Putu Danny Nugraha turut menjadi korban kebiadaban akibat ditembak oleh teroris KKB Papua di Beoga, Kabupaten Puncak,” jelas Bamsoet.

Baca Juga :  Perkembangan Data Kasus HIV Di Kota Bekasi

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, inisiatif pemerintah untuk mereformulasikan kembali pendekatan dan paradigma baru dalam penyelesaian persoalan Papua patut terus digalakan. Antara lain dengan diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020, tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, dan Keputusan Presiden (Keppres) No. 20 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Namun demikian, sangat sulit rasanya membangun bumi Papua jika intensitas dan eskalasi aksi kekerasan tidak kunjung usai. Karena itu, negara melalui TNI dan Polri harus hadir untuk memastikan bahwa hak rakyat Papua untuk menikmati hasil pembangunan, tidak terberangus oleh adanya aksi kekerasan teroris KKB Papua yang menghantui kehidupan mereka,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita Terkait

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Pemkot Bekasi Perkuat Soliditas Camat dan Lurah untuk Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat
‎Dugaan Malpraktik Medis WNI di Malaysia: Perjuangan 15 Tahun Menuntut Keadilan dan Desakan Perlindungan Negara
‎Wujudkan Birokrasi Digital yang Aman, Pemkab Minahasa Selatan Resmi Gandeng BSSN untuk Pemanfaatan Sertifikat Elektronik
DLH Kota Bekasi Respons Cepat Pengduan Bau Limbah Sisa Makanan di Sumurbatu
Semester I 2026, Lebih Dari 17 Ribu Masyarakat Jawa Barat Rasakan Manfaat Program TJSL PLN
PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi
‎KEJARI KOTA BEKASI: Kabid Pasar Disdagperin Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Resmi Ditahan!

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:01 WIB

Pemkot Bekasi Perkuat Soliditas Camat dan Lurah untuk Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:47 WIB

‎Dugaan Malpraktik Medis WNI di Malaysia: Perjuangan 15 Tahun Menuntut Keadilan dan Desakan Perlindungan Negara

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:46 WIB

‎Wujudkan Birokrasi Digital yang Aman, Pemkab Minahasa Selatan Resmi Gandeng BSSN untuk Pemanfaatan Sertifikat Elektronik

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:15 WIB

DLH Kota Bekasi Respons Cepat Pengduan Bau Limbah Sisa Makanan di Sumurbatu

Berita Terbaru