OPSI: Kolaborasi Pemerintah dan OMS Bekasi, Langkah Konkret Eliminasi HIV

- Jurnalis

Selasa, 25 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Dalam upaya serius mengeliminasi HIV (Human Immunodeficiency Virus), Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) wilayah Kota Bekasi mengadakan Konferensi Pers yang mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat Sipil dalam Upaya Eliminasi HIV” pada Senin, 24 Juni 2024, di Kafe Soedi Mampir.

Konferensi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perwakilan Dinkes dan Dinsos Pemkot Bekasi, sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan Media.

Ridwan, perwakilan Technical Officer (Bekasi) mengungkapkan, bahwa kolaborasi antara OPD dan OMS telah berhasil menurunkan angka prevalensi HIV dari 922 kasus pada 2022 menjadi 753 kasus pada 2023.

Baca Juga :  Memenuhi Undangan, SMSI Hadir Memeriahkan Perayaan HUT ke 77 RI di Dewan Pers

Menurut Ridwan, bahwa OMS berperan penting dalam menjalankan program yang mengisi kekosongan sektor yang belum dapat dijangkau oleh pemerintah, seperti penjangkauan, pendampingan, dan dukungan sosial bagi orang yang hidup dengan HIV serta mereka yang berisiko tertular.

“OMS potensial menjadi mitra kerjasama pemerintah secara profesional dan akuntabel,” tegas Ridwan.

Di sisi lain, Nofia Erizka Lubis dari Yayasan Grapiks Bekasi, yang mewakili komunitas yang fokus pada isu HIV/AIDS, menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih serius dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bekasi.

Baca Juga :  Plt. Wali Kota Bekasi Lepas Petugas Pemeriksa Hewan Qurban dan Tandatangani Kerjasama Bank Syariah Patriot dengan PALD Kota Bekasi

Nofia menekankan pentingnya peran Kepala Daerah sebagai Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dalam mengoptimalkan program P2HIV.

“Meskipun ada penurunan kasus pada 2022/2023, kontribusi terbesar datang dari komunitas, bukan pemerintah,” kata Nofia. “Permasalahan HIV/AIDS tidak hanya isu kesehatan, tetapi juga mencakup isu sosial, ekonomi, dan pembangunan manusia. HIV/AIDS dapat menyebabkan penurunan pada indeks pembangunan manusia.”

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kerjasama antara pemerintah dan OMS semakin kuat sehingga upaya eliminasi HIV di Kota Bekasi dapat lebih optimal.

Penulis : M Lengkong

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Kepala BPKAD Kota Bekasi Ungkap Terkait Upaya Sertifikasi Aset Daerah, Gandeng BPN dan KJPP
Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluasan Pasar Rakyat
‎Pendapatan Pajak Kota Bekasi Per September 2026, Bapenda: PBB-P2 Capai Rp475 Miliar, BPHTB Rp297 Miliar
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

‎Kepala BPKAD Kota Bekasi Ungkap Terkait Upaya Sertifikasi Aset Daerah, Gandeng BPN dan KJPP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluasan Pasar Rakyat

Jumat, 18 September 2026 - 12:06 WIB

‎Pendapatan Pajak Kota Bekasi Per September 2026, Bapenda: PBB-P2 Capai Rp475 Miliar, BPHTB Rp297 Miliar

Berita Terbaru