“Saya sudah minta dari pihak yang merasa dirugikan untuk mengirimkan surat, melampirkan bukti-bukti dugaannya dan sebagainya untuk kita bisa memproses, mengevaluasi dan juga mengakomodir,” -Wishnu Wijaya M, Ketum Hipmi Kota Bekasi-
-Bekasi Kota-
Pengguguran salah satu balon ketum Hipmi Kota Bekasi berefek panjang, slogan Hipmi Kota Bekasi mengenai Bertanding Untuk Bersanding pun menjadi pertanyaan kontroversi dikarenakan pendaftaran Ketua Hipmi yang seharusnya di-ikuti oleh 2 kontestan bakal calon ketua umum hanya menyisakan seorang calon ketua yang artinya tidak akan ada pertandingan untuk memperebutkan kursi ketua umum, dan dipastikan aklamasi.
Dalam keterangan persnya, Ketum Hipmi Kota Bekasi angkat bicara mengenai pengguguran bacatum Hipmi. Dirinya mengatakan bahwa dari awal tidak pernah mengintervensi sekalipun setiap keputusan yang dibuat oleh panitia muscab.
“Teman-teman media, kalau bicara kisruh dan lain-lain ini kan sebenarnya dinamika organisasi. Di semua organisasi pasti adalah hal-hal seperti ini. Kami tidak menganggap kisruh ini sebagai sebuah hal yang memecah belah. Namanya lagi kontestasi dan persaingan pasti ada plus minusnya, hanya memang tinggal bagaimana kita menanggapi kisruh ini dari sudut pandang yang lebih objektif saja,” ucap Wishnu Wijaya, Selasa(29/04.2025).
Dirinya tidak pernah mengintervensi sekalipun setiap keputusan yang dibuat oleh panitia muscab agar keputusan yang lahir dari panitia baik SC dan OC itu benar-benar hasil dari mereka. Dia tidak mau nanti ada anggapan bahwa KSB pimpinan cawe-cawe intervensi dan sebagainya dan itu sudah dimulai dari bulan Februari, akunya.
“Jadi gini, biasanya di HIPMI itu sebelum penetapan ada masa verifikasi. Masa verifikasi ini kembali lagi adalah independensi panitia. Kami di kepemimpinan itu hanya sifatnya menjaga, mengetahui tanpa bermaksud untuk mengintervensi hasil keputusan. Mengetahui progresnya melalui berita acara sembari terus mengingatkan kepada panitia untuk terus membuka ruang diskusi. Nah, walaupun hasilnya nanti ada yang sudah digugurkan dan itu menjadi tanggung jawab panitia. Karena memang dari sejak awal panitia memastikan kepada kami para pimpinan bahwa semua keputusan yang lahir dari panitia, baik SC maupun OC, itu sudah dirembukan secara bersama,” papar Wishnu.
Dirinya akan menghormati apapun keputusan dari SC dan OC terkait ketetapan Muscab Hipmi Kota Bekasi.
Saat ditanyakan media mengenai tudingan keberpihakan panitia, Wishnu mengatakan akan mengakomodir semua keberatan dan akan merangkul semua pihak.
“Saya anggap ini bentuk pembelajaran, ini namanya kompetisi dan perjalanan Muscab pasti ada yang baik buruknya dan sebagainya, hasilnya tidak bisa menyenangkan semua orang. Saya buka ruang diskusi kepada teman-teman yang merasa dirugikan dan saya memastikan Muscab Hipmi Kota Bekasi akan berlangsung aman dan nyaman,” pungkas Wishnu Wijaya. (MDS)
















