Lantamal X Jayapura, Tegakan Hukum di Garis Depan

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika sebagian mata tertuju ke pusat, ada sekelompok prajurit yang bekerja dalam diam di garis tapal batas. Mereka bukan sekadar pertahanan pantai ~penjaga pantai~ tapi penjaga harga diri bangsa.

Keberhasilan Lantamal X Jayapura menggagalkan dua aksi penyelundupan di perairan Indonesia – Papua Nugini pada 10 dan 11 Juni lalu patut diapresiasi sebagai bukti bahwa penegakan hukum di laut bukan sekadar jargon, tapi komitmen yang nyata.

Dalam operasi bertajuk Ops Gakkumla-25, Tim Satrol Lantamal X yang dipimpin Kolonel Laut (P) Dedy Obet bertindak cepat. Bukan hanya BBM yang hendak diselundupkan, tetapi juga hasil laut bernilai tinggi seperti sirip hiu dan teripang. Aksi ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari skema pelanggaran batas yang terus mengintai wilayah-wilayah perbatasan kita.

Baca Juga :  Internasional: SMSI Tandatangani Kerja Sama dengan Kedubes Iran

Komando yang tegas dari Danlantamal X Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon H. Pardosi menjadi bukti bahwa kehadiran negara tidak boleh setengah hati. Seperti dikatakannya, “Lantamal X Jayapura akan terus melaksanakan operasi penegakan hukum demi terciptanya keamanan dan kedaulatan di perairan Nusantara.” Ini bukan sekadar janji setia tapi mandat sejarah.

Lantamal X telah membuktikan bahwa menjaga laut tidak hanya soal perahu dan patroli, tapi juga keberanian mengambil sikap, koordinasi antarlembaga, dan kepekaan membaca ancaman. Di tengah meningkatnya ancaman perlintasan ilegal dan perdagangan hasil laut terlarang termasik penyelundupan narkoba, kehadiran aparat di wilayah paling timur ini menjadi benteng terakhir yang tak tergoyahkan.

Baca Juga :  Kisah calon Purnawirawan, “Kalau Bisa, Pensiun Sekarang”

Penegakan hukum di laut bukan hanya tentang menangkap pelaku. Ia adalah bagian dari menjaga ekosistem, ekonomi, dan identitas. Ketika hasil laut kita dijarah dan diselundupkan, maka yang terancam bukan hanya neraca ekspor—tapi juga martabat bangsa.

Lantamal X telah menunjukkan cara yang benar, bekerja tanpa gaduh, tegas tanpa pamer, dan efektif tanpa menunggu krisis. Dalam sunyi perairan Youtefa dan Base G, mereka telah menjawab satu pertanyaan besar, “Apakah negara benar-benar hadir di tapal batas?” Jawabannya, “Ya, lewat mereka.”

Salut untuk para penjaga samudra. Mereka bukan hanya barisan militer, mereka adalah wajah tegas Republik.

Berita Terkait

Pengukuhan Paskibraka Setu 2026: Camat Ingatkan Kedisiplinan dan Nama Baik Sekolah
Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan
Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Kemnaker Siapkan Akses Pelatihan dan Kerja bagi Penyintas Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Situasi Premier Estate 2 Bekasi Sempat Memanas Ditengarai Akibat Sengketa Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bersama Jajarannya Kapolrestro Kombespol Putu Kholis Berkunjung Ke PWI Bekasi Raya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

‎Diduga Serobot Lahan 2.954 M², Ahli Waris Alm Tonge Nyimin dan Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru