Smart City: Mimpi Dari Pulasnya Manualisasi Sistem Pajak

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Frits Saikat – Aktivis Sosial Kota Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi sedang berada di persimpangan krusial antara ambisi dan realita. Konsep “Smart City” yang selama ini digaungkan, seolah masih menjadi mimpi yang tertidur pulas di tengah sistem perpajakan yang masih manual dan tertinggal.

Sungguh miris, jika kita mencermati struktur belanja APBD Kota Bekasi tahun 2025 yang mencapai Rp6,6 triliun, namun 40 persen dari anggaran tersebut justru terserap untuk belanja pegawai. Proporsi ini menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat dalam waktu bersamaan terjadi degradasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dekadensi pelayanan publik. Lalu, ke mana semangat efisiensi yang selama ini digaungkan?

Saya pribadi menghargai komitmen Bapak Tri Adhianto sebagai Wali Kota Bekasi yang ingin meningkatkan PAD melalui sektor perpajakan. Namun perlu dicatat: peningkatan hasil kerja tidak bisa hanya diukur dari jumlah tenaga kerja. Pemerintah Kota Bekasi harus mulai berpikir strategis dan terbuka dalam menyerap teknologi sebagai alat bantu pencapaian target Smart City.

Baca Juga :  AMKEI Serahkan Oknum Pemuda Kei yang Terlibat Kerusuhan di DIY

Mari kita ambil contoh sederhana: sektor reklame dan restoran. Apakah kita benar-benar tahu berapa total jumlah reklame dan restoran/café yang ada di seluruh penjuru Kota Bekasi? Apakah telah dihitung potensi pajaknya secara menyeluruh? Dan yang paling penting, berapa jumlah pajak yang benar-benar masuk ke kas daerah, serta berapa yang masih menjadi piutang atau bahkan hilang entah ke mana?

Pertanyaan-pertanyaan ini seharusnya tidak menjadi wacana yang hanya berputar di ruang-ruang seminar. Masyarakat berhak tahu. Transparansi dan digitalisasi adalah kunci.

Baca Juga :  Pengungkapan Home Industri Narkotika di Kamar Apartemen Cengkareng, Polres Jakbar Sita 103 Kg Tembakau Sintetis

Jika Pemerintah Kota Bekasi serius ingin mewujudkan Smart City, maka digitalisasi sistem perpajakan dan pengawasan adalah langkah mutlak yang tidak bisa ditunda. Ini bukan sekadar soal meningkatkan PAD, tapi juga mencegah kebocoran data dan anggaran, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Sudah saatnya kita membalikkan keadaan. APBD yang besar tidak boleh terus-menerus dikorbankan untuk belanja pegawai semata. Sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya tidak boleh menjadi korban dari ketidakefisienan sistem. Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan.

Smart City bukan mimpi, jika kita mau bangun dan berbenah.

Catatan: Seluruh isi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab yang bersangkutan pembuat opini

Berita Terkait

Binsar Sihombing Kritik Terkait Sikap Sekretaris Pansus 8, Berikut Penjelasannya
Puskesmas Duren Jaya Monitoring Layanan Siklus Hidup di RW 18, drg Ria Joesriati: Boungeville 1, Posyandu Terbaik Duren Jaya
Dua Inovasi Puskesmas Karangkitri Melesat: Sabet Penghargaan Kota hingga Provinsi
Peningkatan Kepedulian Kesehatan di Bekasi Diapresiasi, Aktivis Frits Saikat Imbau Warga Waspada Pungutan Liar
Kota Bekasi Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Melalui Workshop Evaluasi Keuangan Kelurahan 2025
Setahun Penanganan Dugaan Kasus ITE Di Polres Minsel Belum Tuntas, Berpotensi Lanjut Ke Propam Polda Sulut
Sekretariat Baru HIPMI Kota Bekasi: Rumah Bersama untuk Tumbuh dan Memberi Dampak
Deteksi Dini Thalasemia, Puskesmas Duren Jaya Jaga Generasi Emas Bekasi

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:02 WIB

Binsar Sihombing Kritik Terkait Sikap Sekretaris Pansus 8, Berikut Penjelasannya

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:04 WIB

Dua Inovasi Puskesmas Karangkitri Melesat: Sabet Penghargaan Kota hingga Provinsi

Senin, 1 Desember 2025 - 17:45 WIB

Peningkatan Kepedulian Kesehatan di Bekasi Diapresiasi, Aktivis Frits Saikat Imbau Warga Waspada Pungutan Liar

Rabu, 19 November 2025 - 07:15 WIB

Kota Bekasi Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Melalui Workshop Evaluasi Keuangan Kelurahan 2025

Rabu, 12 November 2025 - 08:22 WIB

Setahun Penanganan Dugaan Kasus ITE Di Polres Minsel Belum Tuntas, Berpotensi Lanjut Ke Propam Polda Sulut

Berita Terbaru