Kuota LPG Subsidi Ditambah Untuk Nataru, Menteri ESDM: Anggaran Tidak Bertambah

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot (Source: YT @sekretariatpresiden)

Screenshot (Source: YT @sekretariatpresiden)

JAKARTA – Pemerintah memastikan stok gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kg aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai menghadiri rapat terbatas di Jakarta, Rabu (27/11).

Menteri Bahlil menjelaskan bahwa Presiden telah menyetujui penambahan kuota LPG 3 kg untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

“Tadi dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Bapak Presiden, menyangkut dengan LPG, kita ada penambahan kuota,” ujar Bahlil.

Ia merinci bahwa kuota LPG yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar 8.160.000 ton akan ditambah.

‎”Kuota kita di dalam APBN itu 8 juta 160 ribu, kita tambah kurang lebih sekitar 350 ribu ton,” tegasnya.

‎Penambahan ini memiliki tujuan tunggal. “Untuk apa? Untuk menjaga antisipasi kebutuhan di Natal dan Tahun Baru. Sehingga saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah Natal dan Tahun Baru, insyaallah clear menyangkut dengan LPG,” tambahnya.

Meskipun kuota bertambah, Menteri ESDM meyakinkan bahwa tidak ada penambahan anggaran subsidi dari negara.

“Enggak ada penambahan anggaran,” jawab Bahlil saat ditanya mengenai alokasi dana tambahan. Ia menjelaskan, hal ini disebabkan oleh tren harga komoditas global.

‎”Enggak ada penambahan anggaran karena harga ICP dunia itu turun,” ungkapnya.

Bahlil menyebut, alokasi anggaran LPG subsidi dalam APBN 2025 adalah sebesar Rp 82 triliun. Namun, realisasi anggaran, bahkan dengan penambahan kuota, diprediksi akan lebih rendah dari pagu.

‎”Sementara realisasi dengan menambah 350 ribu ton itu, enggak sampai di Rp 82 triliun, hanya sekitar Rp 77-78 triliun,” kata Bahlil.

Terkait wacana pengetatan distribusi LPG melalui skema Digitalisasi dan Verifikasi (DTS), Bahlil menyatakan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Masih dalam pembahasan, ya masih belum final, ya,” ujarnya, mengindikasikan bahwa kebijakan pembelian LPG bersubsidi yang mengharuskan pendaftar belum dapat segera diterapkan.

Baca Juga :  DPP GPN 08 Adakan Rapat Persiapan Pelantikan di IKN

 

Sumber: Video Keterangan Pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jakarta, 27 November 2025 (Setpres BPMI)

Baca Juga :  Akibat Kericuhan di Stadion Kanjuruan Malang, Laporan Polisi: 2 Anggota Polisi Tewas dan 13 Unit Mobil Polisi Rusak

Berita Terkait

1 Tahun Kepemimpinan FDW–TK, Momentum Refleksi dan Penguatan Pembangunan Minsel
Susur Sungai hingga Tanam Pohon, Wawali Bekasi Ajak Warga Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan
Selasa Bahagia Jadi Gerakan Baru Sedekah Pemkot Bekasi untuk Masyarakat
Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Revitalisasi SMKN 1 Tumpaan Mulai Bergulir di Polres Minsel
Kasus Kejahatan ITE di Minsel Masuk Babak Baru, Pelaku CS dan NL Ditetapkan Tersangka: Segera Tahap I Kejaksaan
Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Ajak Lestarikan Budaya
Lintas Organisasi Bersatu, Ade Muksin Nahkodai Panitia HPN Bekasi Raya 2026
PWI Bekasi Raya Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 02:20 WIB

1 Tahun Kepemimpinan FDW–TK, Momentum Refleksi dan Penguatan Pembangunan Minsel

Selasa, 21 April 2026 - 23:49 WIB

Susur Sungai hingga Tanam Pohon, Wawali Bekasi Ajak Warga Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan

Selasa, 21 April 2026 - 23:44 WIB

Selasa Bahagia Jadi Gerakan Baru Sedekah Pemkot Bekasi untuk Masyarakat

Selasa, 21 April 2026 - 05:24 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Revitalisasi SMKN 1 Tumpaan Mulai Bergulir di Polres Minsel

Selasa, 21 April 2026 - 03:07 WIB

Kasus Kejahatan ITE di Minsel Masuk Babak Baru, Pelaku CS dan NL Ditetapkan Tersangka: Segera Tahap I Kejaksaan

Berita Terbaru