Hadiri APLI Awards 2025, Bamsoet Dorong Industri Direct Selling Jadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Bambang Soesatyo, menuturkan industri direct selling atau penjualan langsung memiliki peluang besar menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia. Direct selling menawarkan model usaha yang relatif adaptif di saat banyak sektor formal menghadapi tekanan. Fleksibilitas waktu, kebutuhan modal yang terjangkau, serta kemampuan menjangkau konsumen secara langsung membuat industri ini tetap bergerak ketika ekonomi global melambat.

“Direct selling memberi peluang bagi masyarakat untuk tetap produktif dan memperoleh penghasilan tanpa terikat jam kerja kaku. Di saat lapangan kerja formal menyempit, direct selling hadir sebagai alternatif nyata. Jutaan orang bisa tetap bergerak, tetap berpenghasilan, dan tetap berkontribusi pada ekonomi,” ujar Bamsoet saat menghadiri APLI Awards 2025 di Jakarta, Sabtu malam (13/12/25).

Hadir antara lain Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Soffan Shofwan, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Septo Soepriyatno, Ketum APLI Andam Dewi serta Sekjen APLI ⁠Ina Rachman.

Baca Juga :  Polrestro Depok Memberikan Layanan Penitipan Motor Gratis Selama Musim Mudik Lebaran

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, data Kementerian Perdagangan menunjukkan industri direct selling di Indonesia melibatkan sekitar 5,3 juta mitra usaha dan berkontribusi lebih dari Rp 16 triliun terhadap penerimaan negara. Di tingkat global,
data World Federation of Direct Selling Associations (WFDSA) mencatat nilai penjualan langsung dunia pada tahun 2024 mencapai sekitar US$ 164 miliar dengan lebih dari 104 juta distributor independen.

“Menariknya, lebih dari 72 persen pelaku direct selling di dunia adalah perempuan. Artinya, sektor ini juga berperan besar dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Direct selling sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak luas,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan, kekuatan utama direct selling terletak pada kemampuannya menyerap tenaga kerja secara luas, terutama di segmen non formal. Ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja paruh waktu, hingga pelaku usaha mikro dapat masuk ke ekosistem ini tanpa prosedur berbelit. Selain penghasilan, para mitra juga mendapatkan pengalaman kewirausahaan, mulai dari pemasaran, komunikasi, hingga pengelolaan jaringan pelanggan.

Baca Juga :  Agus Syabarrudin Membuktikan Bahwa Tugasnya Dalam Memimpin Bank Banten Sudah on the right track

“Potensi besar tersebut harus diiringi dengan tata kelola yang sehat. Pertumbuhan industri direct selling tidak boleh hanya diukur dari bertambahnya jumlah mitra, melainkan dari kuatnya penjualan produk nyata dan kepuasan konsumen,” papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, masa depan industri direct selling Indonesia akan ditentukan oleh tiga hal utama, yakni inovasi, kepercayaan, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Inovasi diperlukan agar industri mampu bersaing di era digital. Kepercayaan menjadi fondasi agar masyarakat mau terlibat dan berbelanja. Sementara pertumbuhan berkelanjutan memastikan bahwa manfaat ekonomi dirasakan luas, bukan hanya oleh segelintir pihak.

“Jika dikelola dengan benar, direct selling bisa menjadi salah satu pilar ekonomi inklusif Indonesia. Bukan sekadar sarana jualan, tetapi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat di tengah tantangan global,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita Terkait

Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan
‎Usung Tema ‘Let’s Grow Together’, TDA Bekasi Gelar Pesta Wirausaha 2026 di Pakuwon Mal
Puskesmas Jatibening Jemput Bola, Pastikan Pegawai SPPG Tetap Sehat Demi Sukseskan Program MBG
‎Kawal Asta Cita, GPN 08 Kota Bekasi Soroti PTSL 2026: BPN Harus Lebih Transparan
‎Terbaru, Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi: Wali Kota Resmi Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV ‎
‎DPMPTSP Kota Bekasi Komit Jadi ‘Rumah Ketiga’ Bagi Pelaku Usaha dan Urai Hambatan Investasi
Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat
Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:54 WIB

Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:38 WIB

‎Usung Tema ‘Let’s Grow Together’, TDA Bekasi Gelar Pesta Wirausaha 2026 di Pakuwon Mal

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:09 WIB

Puskesmas Jatibening Jemput Bola, Pastikan Pegawai SPPG Tetap Sehat Demi Sukseskan Program MBG

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:36 WIB

‎Kawal Asta Cita, GPN 08 Kota Bekasi Soroti PTSL 2026: BPN Harus Lebih Transparan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:41 WIB

‎Terbaru, Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi: Wali Kota Resmi Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV ‎

Berita Terbaru