
BEKASI — Pameran peluang bisnis Indonesian Brand & Business Opportunity Show (IBOS) Expo 2026 kembali digelar guna mendorong pertumbuhan wirausaha baru dan memperkuat rantai ekonomi lokal melalui berbagai pola kemitraan usaha.
CEO Media Infobrand Indonesia, Susi Susilowati Ningsih, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kali ini merupakan agenda kedua di tahun 2026 dengan membidik potensi pasar yang sangat besar di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
”Ini merupakan event kedua kita, yang pertama kami selenggarakan di bulan Januari tahun ini dan yang kedua di semester dua ini kami selenggarakan di Bekasi. Potensi Kota Bekasi sangat luar biasa bertumbuh dan berkembang. Kalau kita tarik dari area sekitarnya, ada 11 juta jiwa yang ditargetkan untuk menjadi calon-calon wirausaha,” ujar Susi Susilowati Ningsih.
Susi menambahkan bahwa ajang ini menjadi wadah konkret bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis dengan berbagai pilihan model kemitraan.
”IFBOS Expo ini diikuti oleh 100 brand exhibitor yang menawarkan peluang bisnis, baik dalam konsep franchise, kemitraan, distributor, keagenan, reseller, maklon, maupun affiliate. Selaras dengan gerakan ‘Ayo Berwirausaha’, kita terus menggerakkan masyarakat untuk tetap optimistis di tengah kondisi ekonomi saat ini,” tambahnya.
Dukungan penuh terhadap gelaran ini juga datang dari pemerintah. Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan, Fransiska Simanjuntak, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program strategis Kementerian Perdagangan untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.
”Langsung dari Kementerian Perdagangan, pastinya kami mendukung sekali penyelenggaraan IFBOS 2026 ini. Kami ingin pelaku usaha itu bisa berkembang, naik kelas, masuk ke dalam jaringan yang ada, dan mempunyai pola-pola kemitraan,” kata Fransiska Simanjuntak.
Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum serta penguatan sektor waralaba nasional bagi para pelaku usaha pemula.
”Dari Bina Usaha Perdagangan, kami mendukung adanya program waralaba nasional di mana perkembangan suatu brand didukung oleh pola kemitraan waralaba yang memberikan legalitas jelas. Mudah-mudahan penyelenggaraan ini sukses dan menunjang perkembangan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Fransiska.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia (ABI), Tri Raharjo, menjelaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses permodalan dan opsi bisnis bagi berbagai lapisan masyarakat.
”Asosiasi Brand Indonesia mendorong pertumbuhan brand Indonesia melalui pola kemitraan. Ada tiga segmen yang kita hadirkan: franchise & partnership bagi yang mencari bisnis proven, distributor/agen/reseller yang nilainya lebih terjangkau, serta konsep maklon bagi masyarakat yang ingin membangun brand sendiri,” tutur Tri Raharjo.
Tidak hanya sebatas pameran transaksi bisnis, ajang ini juga dibekali dengan sarana edukasi bagi para pengunjung agar siap menjadi wirausahawan yang berkelanjutan.
”Selain pameran, kita juga melakukan edukasi pasar mengenai bagaimana masyarakat bisa menjadi wirausaha yang baik. Dalam pameran ini ada 30 sesi yang kita hadirkan dengan 25 pembicara, sehingga diharapkan mereka bisa menyerap ilmunya dan mempraktikkannya saat memulai usaha,” pungkas Tri.
















