‎Dinsos Kota Bekasi Verifikasi Ulang 113 Ribu Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Sebanyak 113.800 peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari APBN di Kota Bekasi resmi dinonaktifkan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kebijakan nasional Kementerian Sosial RI untuk menyelaraskan data agar pemberian bantuan iuran jaminan kesehatan lebih tepat sasaran.
‎
Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert Siagian, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026. Penonaktifan dilakukan setelah ditemukannya ketidaksinkronan data pada sistem nasional.
‎
‎”Penonaktifan ini adalah bagian dari kebijakan nasional dalam rangka penyesuaian dan penyelarasan data sesuai dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTKSN). Tujuannya agar ke depannya BPJS PBI ini betul-betul tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Robert Siagian kepada Wartawan di kantornya, Senin (23/2).
‎
‎Robert memaparkan bahwa sebelum kebijakan ini diterapkan, jumlah peserta PBI APBN di Kota Bekasi mencapai 558.565 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 113.800 peserta dinonaktifkan karena berbagai faktor, mulai dari data yang tidak valid, pindah domisili, meninggal dunia, hingga peningkatan taraf ekonomi peserta.
‎
‎Meskipun ada penonaktifan massal, Robert menghimbau warga Kota Bekasi untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa Kota Bekasi telah menyandang status UHC (Universal Health Coverage) 100%, yang menjamin akses kesehatan bagi seluruh warga.
‎
‎”Masyarakat jangan panik. Kota Bekasi sudah UHC 100%, artinya pemerintah hadir. Jika ada yang sakit dan datang ke rumah sakit, tetap akan dilayani. Kita tinggal melihat apakah nanti masuk segmen PBI APBN, PBI APBD, atau melalui skema LKM,” jelasnya.
‎
‎Bagi warga yang memiliki penyakit kronis atau katastrofik (seperti jantung, ginjal, atau rutin cuci darah) namun status BPJS-nya nonaktif, pemerintah memberikan kompensasi khusus berupa reaktivasi cepat.
‎
Hingga saat ini, Dinas Sosial mencatat sudah banyak warga yang mengajukan pengaktifan kembali melalui sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).
‎
‎”Sejak tanggal 2 Februari sampai kemarin sore, sudah ada 1.690 peserta yang kami reaktivasi kembali. Ini diperuntukkan bagi mereka yang memang sedang sakit atau dalam perawatan rutin,” tambah Robert.
‎
‎Pihak Dinsos akan terus melakukan verifikasi lapangan. Peserta yang masuk dalam kategori desil 6 hingga 10 (ekonomi menengah ke atas) diharapkan beralih ke BPJS Mandiri. Namun, jika dalam verifikasi ditemukan warga yang turun taraf ekonominya akibat PHK atau musibah, mereka dapat diusulkan kembali menjadi penerima bantuan iuran. (*)

Baca Juga :  Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jatim

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
‎Disdukcapil Kota Bekasi Tegaskan IKD Hanya Instrumen Pendukung Perlinsos Digital, Bukan Penentu Bantuan
‎Akselerasi Bansos Tepat Sasaran, Pemkot Bekasi Gencarkan Program Perlindungan Sosial Digital
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Wali Kota Bekasi Kirim Rp2,1 Miliar Bantuan Kemanusiaan untuk NTT, Bangun Rumah Sakit Bernama Rumah Kasih
Pemkab Bekasi Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Insan Pers, Koordinator Aksi Beri Ultimatum 7 Hari dan PWI Bekasi Raya Sesalkan Absennya Kadis LH
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:38 WIB

‎Disdukcapil Kota Bekasi Tegaskan IKD Hanya Instrumen Pendukung Perlinsos Digital, Bukan Penentu Bantuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01 WIB

‎Akselerasi Bansos Tepat Sasaran, Pemkot Bekasi Gencarkan Program Perlindungan Sosial Digital

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Wali Kota Bekasi Kirim Rp2,1 Miliar Bantuan Kemanusiaan untuk NTT, Bangun Rumah Sakit Bernama Rumah Kasih

Berita Terbaru