‎Terkait Dukungan Kepada Yayasan, Frits Saikat: Kesehatan Adalah Misi Kemanusiaan, Pemkot Bekasi Harus Lebih Optimal ‎

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yayasan Frits Saikat Peduli yang juga dikenal sebagai Aktivis Kemanusiaan, Frits Saikat, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi pelayanan dan kepedulian Pemerintah Kota Bekasi di sektor kesehatan. Bagi Frits, akses kesehatan yang layak bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan instrumen utama dalam Misi Kemanusiaan yang harus dijamin oleh negara.

‎Dalam pandangannya, meskipun telah ada berbagai program yang digulirkan, masih terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara kebijakan dengan realitas di lapangan.

‎”Kesehatan adalah hak asasi manusia yang paling mendasar. Ketika masyarakat kesulitan mengakses layanan kesehatan yang murah dan berkualitas, di situlah kita melihat adanya kegagalan dalam misi kemanusiaan sebuah pemerintahan,” ujar Frits Saikat dalam keterangannya, Rabu (10/04).

‎Frits menyoroti beberapa poin krusial yang menjadi sorotan utama, antara lain:

‎1. Kualitas dan Kuantitas Fasilitas: Masih adanya keluhan terkait ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai serta kelengkapan alat medis di beberapa titik wilayah Kota Bekasi.
‎2. Profesionalisme SDM: Pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga medis agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara maksimal dan humanis.
‎3. Transparansi Anggaran: Alokasi anggaran kesehatan harus benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh rakyat kecil, bukan hanya menjadi angka di atas kertas.

‎Harapan Dukungan dari Pemerintah
‎Selain menyampaikan kritik, Frits Saikat juga mengemukakan harapan besar agar Pemerintah Kota Bekasi dapat memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan Yayasan Frits Saikat Peduli. Selama ini, yayasan yang berkomitmen memberikan pelayanan 100% gratis telah membantu ribuan masyarakat kurang mampu, namun operasionalnya masih berjalan tanpa dukungan dana atau fasilitas dari pemerintah setempat.

‎”Kami berharap Pemkot Bekasi dapat melihat peran kami sebagai mitra yang saling melengkapi, bukan sebagai pihak yang berlawanan. Dukungan yang kami harapkan tidak hanya dalam bentuk dana hibah, tetapi juga kemudahan akses, fasilitas pendukung, serta pengakuan resmi terhadap program-program kemanusiaan yang kami jalankan,” ungkap Frits.

‎Menurutnya, dengan adanya dukungan dari pemerintah, jangkauan layanan kesehatan gratis yang diberikan yayasan dapat diperluas, sehingga lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu. Hal ini juga sejalan dengan tugas pemerintah untuk memastikan hak kesehatan seluruh warga negara terpenuhi, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 28H ayat (1).

‎Tantangan Misi Kemanusiaan
‎Sebagai aktivis yang bergerak di bidang kemanusiaan, Frits menekankan bahwa tugas pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sistem yang berpihak pada rakyat. Pemerintah Kota Bekasi diharapkan tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi memiliki empati dan kepekaan sosial yang tinggi.

‎”Yayasan kami hadir untuk membantu, namun peran pemerintah tidak bisa tergantikan. Kami berharap Pemkot Bekasi dapat mendengarkan aspirasi ini, melakukan evaluasi menyeluruh, dan mengambil langkah nyata agar sektor kesehatan di Kota Bekasi benar-benar menjadi contoh pelayanan publik yang berbasis kemanusiaan,” tegasnya.

‎Frits Saikat berharap kritik dan harapan ini tidak dianggap sebagai serangan, melainkan sebagai masukan konstruktif demi terciptanya Kota Bekasi yang sehat, adil, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.



‎Dikeluarkan oleh:
‎Yayasan Frits Saikat Peduli
‎Humas & Media Relations

Baca Juga :  Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo - Gibran Tahun 2025 Tembus Angka 81,2 Persen

Berita Terkait

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa
Masyarakat Menggugat, Tim Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa 2026 Dinilai Tidak Netral: Masyarakat Akan Gelar Aksi Damai
Ada apa Kejari Kota Bekasi Jadwalkan Periksa Pimpinan Disdagperin
‎Sidang Pembuktian Praperadilan SP3 Polres, Kuasa Hukum dan Pemohon Desak Hakim Membuka Kembali Kasus
Delapan Dugaan Pelanggaran Pilhut Desa Kamangta Oleh Panitia Terungkap dalam Klarifikasi, Masyarakat Desak Penegakan Aturan
Sidang Praperadilan Kedua di PN Bekasi: Pemohon Uji Sahnya SP2 Lid Polres Metro Bekasi Kota
Wali Kota Bekasi Apresiasi HUT ke-51 PSM Kota Bekasi, Ajak Lansia Tetap Sehat dan Produktif

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:49 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:20 WIB

Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:55 WIB

Masyarakat Menggugat, Tim Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa 2026 Dinilai Tidak Netral: Masyarakat Akan Gelar Aksi Damai

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:54 WIB

Ada apa Kejari Kota Bekasi Jadwalkan Periksa Pimpinan Disdagperin

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:30 WIB

‎Sidang Pembuktian Praperadilan SP3 Polres, Kuasa Hukum dan Pemohon Desak Hakim Membuka Kembali Kasus

Berita Terbaru