KOTA BEKASI – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi terus mematangkan berbagai program pembangunan pada tahun anggaran 2026 ini. Fokus utama program kerja kali ini menyasar pada perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), penanganan rumah korban bencana, serta percepatan pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Kepala Dinas Perkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto, menjelaskan bahwa secara umum pihaknya tengah mengejar target pembangunan rutilahu untuk masyarakat yang tersebar di wilayah Kota Bekasi.
“Secara umum memang tahun 2026 ini, Disperkimtan kita membangun rutilahu untuk masyarakat. Itu kita ada 10 rumah per kecamatan, sehingga total ada 130 rumah. Jadi mungkin ada yang 10, ada yang 11 di 12 kecamatan,” ujar Widayat Subroto saat memberikan keterangan.
Selain program rutilahu reguler, Disperkimtan juga mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp300 juta untuk penanganan rumah warga yang terdampak bencana. Diperkirakan anggaran tersebut dapat menyasar sekitar 15 unit rumah.
“Kemudian kita juga ada rutilahu untuk korban bencana meskipun sedikit, ya. Kita rutilahu korban bencana itu 300 juta, mungkin sekitar, apa, 15 rumahan lah kalau enggak salah gitu,” tambahnya.
Terkait progres fisik di lapangan, Widayat mengungkapkan bahwa pembangunan gedung-gedung fasilitas publik seperti sekolah dan fasilitas kesehatan saat ini sudah mulai berjalan. Sementara itu, untuk penataan di kawasan perumahan dan permukiman dijadwalkan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
“Kita juga proses bangunan-bangunan, bangunan-bangunan sekolah dan kesehatan kita sudah mulai proses. Sedangkan yang belum mulai adalah memang di posisi kawasan perumahan permukiman. Mudah-mudahan nanti kita segera mulai, setelah Iduladha ini kita mulai kegiatannya,” jelasnya.
Sinergi Program TMMD
Dalam kesempatan yang sama, Widayat Subroto juga memaparkan kontribusi Pemerintah Kota Bekasi melalui Disperkimtan dalam menyukseskan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program sinergis bersama jajaran TNI ini juga ikut menyasar perbaikan rutilahu di wilayah yang membutuhkan penanganan khusus.
“TMMD itu Pemkot Bekasi kita bekerja sama dalam proses penentuan lokasi, kemudian juga kita ada beberapa bantuan terkait dengan rutilahu,” kata Widayat.
Menurutnya, penganggaran untuk rutilahu dalam program TMMD ini bersumber dari anggaran daerah Kota Bekasi, yang kemudian mendapat dukungan tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui alokasi dari Gubernur. Salah satu titik fokus penanganan berada di wilayah Kecamatan Jatisampurna.
“Anggaran dari kita, dari daerah. Berarti yang tadi disebutkan di awal kaitannya dengan itu juga, sebagian itu. Jadi memang ada anggaran untuk TMMD itu dari kita. Sebagian kemarin ditambah oleh Pak Gubernur. Kalau rutilahu kemarin itu sekitar 10 rumah, dari Gubernur ada 10 juga di titik Kecamatan Jatisampurna,” paparnya.
Menutup keterangannya, Widayat menyampaikan harapannya agar seluruh hasil pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
“Harapan ke depan sebetulnya kita berharap bahwa yang pertama kita akan terus membangun Kota Bekasi dengan baik. Yang kedua, tentunya masyarakat bisa memanfaatkan apa yang kita bangun secara maksimal. Mudah-mudahan juga ke depan hasil yang kita hasilkan itu, yang dihasilkan oleh Pemkot Bekasi, bisa dinikmati oleh masyarakat semua,” pungkasnya. (M-3L)
















