Telusur News, Kota Bekasi, 11 September 2026 – Menjalankan bisnis di usia muda tidak hanya membutuhkan keberanian untuk memulai, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, membangun relasi, dan beradaptasi dengan perubahan.
Hal tersebut menjadi salah satu semangat yang dibawa dalam Orientasi Anggota BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi Batch 4 yang digelar pada 10–11 September 2026 di Jasmine Glamping & Villa.
Selama dua hari, para pengusaha muda mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pengembangan kepemimpinan, networking, diskusi bisnis, permainan tim, hingga sesi berbagi pengalaman.
Batch 4 sekaligus melanjutkan perjalanan orientasi yang sebelumnya telah dilaksanakan dalam tiga batch. Secara keseluruhan, rangkaian tersebut telah mempertemukan lebih dari 100 pengusaha muda Kota Bekasi dari beragam sektor usaha.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, S.I.Kom., mengatakan orientasi menjadi salah satu langkah awal bagi anggota untuk memahami bahwa HIPMI bukan hanya tempat berkumpulnya para pengusaha.
“Ketika masuk ke HIPMI, kita tidak hanya mendapatkan nama organisasi atau jaringan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa berkembang bersama orang-orang yang memiliki semangat dan perjalanan yang sama sebagai pengusaha,” ujar Farah.

Dalam kesempatan tersebut, Farah membawakan sesi Welcome to HIPMI Kota Bekasi dan Deep Dive: Kudu Babarengan. Ia mengajak para peserta memahami lebih dalam kultur, visi, serta arah gerak HIPMI Kota Bekasi.
Menurutnya, Kudu Babarengan merupakan cara pandang yang ingin dibangun di tengah perjalanan para pengusaha muda.
“Dalam bisnis, kadang kita terbiasa berpikir harus bisa semuanya sendiri. Padahal ketika kita punya jaringan yang tepat, kita bisa belajar lebih cepat, mendapatkan perspektif baru, dan menemukan peluang yang sebelumnya mungkin tidak terlihat,” katanya.
Farah berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dari kegiatan orientasi, tetapi juga hubungan yang dapat terus berkembang setelah acara selesai.
“Yang kami bangun sebenarnya bukan hanya kegiatan dua hari. Kami ingin membangun hubungan jangka panjang antarpengusaha. Dari kenal menjadi dekat, dari dekat menjadi percaya, lalu dari situ bisa muncul kolaborasi,” ujarnya.
Belajar dari Pengalaman dan Jejaring yang Lebih Luas
Orientasi Batch 4 juga menghadirkan Sekretaris Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Akhmad Zulfikar Priyatna, S.E., S.H., M.M.

Dalam berbagai sesi, peserta mendapatkan perspektif mengenai perjalanan bisnis, kepemimpinan, pentingnya membangun relasi, serta peran HIPMI sebagai ruang bertemunya para pengusaha muda.
Melalui sesi seperti The Art of HIPMI, Business Networking, Leadership Talk, dan Business Circle: Cerita di Balik Bisnis, para peserta mendapat kesempatan untuk mendengarkan pengalaman, bertukar cerita, sekaligus melihat berbagai sudut pandang dalam membangun usaha.
Bagi para pengusaha muda, ruang seperti ini menjadi penting karena perjalanan bisnis setiap orang memiliki tantangan yang berbeda. Ada yang sedang membangun usaha dari awal, mengembangkan bisnis keluarga, memperluas pasar, hingga mencari partner untuk membawa bisnis ke tahap berikutnya.
Di sinilah jejaring menjadi salah satu kekuatan yang ingin dibangun HIPMI Kota Bekasi.
Dari Bertemu Menjadi Bertumbuh Bersama
Ketua Organizing Committee Orientasi Batch 4, Fajri Hamdani, mengatakan kegiatan ini dirancang agar peserta dapat aktif terlibat dan tidak hanya menjadi pendengar.
Berbagai aktivitas seperti Business & Team Challenge, Business Networking Session, Leadership Talk, Business Circle, serta Malam Kudu Babarengan menjadi bagian dari proses membangun kedekatan antar peserta.
Memasuki hari kedua, suasana kegiatan dilanjutkan melalui Morning Activity dan Amazing Race: Kudu Babarengan Challenge. Peserta kemudian mengikuti sesi From Connection to Collaboration serta Commitment Session sebagai penutup rangkaian orientasi.
“Konsepnya memang kami buat agar peserta bisa saling berinteraksi. Karena kadang kolaborasi tidak muncul hanya dari bertukar kartu nama. Orang perlu punya kesempatan untuk mengenal karakter, cara berpikir, dan perjalanan satu sama lain,” ujar Fajri.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama orientasi dapat menjadi awal bagi peserta untuk terus aktif dalam kegiatan HIPMI Kota Bekasi.
“Setelah kegiatan ini selesai, kami ingin hubungan antarpeserta tetap berjalan. Mudah-mudahan ada bisnis yang berkembang, ada kolaborasi yang lahir, dan ada anggota yang semakin aktif memberikan kontribusi,” tambahnya.
Dengan telah berlangsungnya Orientasi Anggota hingga Batch 4, BPC HIPMI Kota Bekasi kini telah mempertemukan lebih dari 100 pengusaha muda dalam satu ekosistem.
Ke depan, tantangan terbesar bukan lagi sekadar mempertemukan lebih banyak pengusaha, melainkan memastikan koneksi yang telah terbentuk dapat berkembang menjadi hubungan yang saling memberikan nilai.
Bagi HIPMI Kota Bekasi, pengusaha muda tidak hanya perlu memiliki ambisi untuk bertumbuh. Mereka juga membutuhkan lingkungan yang mendorong mereka untuk terus belajar, saling membuka akses, dan bergerak bersama.
Karena pada akhirnya, perjalanan membangun bisnis memang penuh tantangan. Namun dengan ekosistem yang tepat, perjalanan tersebut tidak harus dilalui sendirian.
Kudu Babarengan.
(DMS)
















