Komnas Perempuan: Indikasi Kekerasan Seksual Terjadi Pada Peristiwa Penembakan Brigadir J

- Jurnalis

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Munculnya Indikasi adanya pelecehan dan kekerasan yang terjadi terhadap istri Kadiv. Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo menjadi awal pemicu atas tindakan penembakan terhadap Brigadir J.

Identifikasi awal dari Komnas Perempuan didapat setelah Komnas Perempuan memperoleh keterangan dari pihak psikolog dan juga penyidik yang menangani pelaporan Ibu P pada Rabu 13 Juli yang lalu.

“Komnas Perempuan mengidentifikasi adanya indikasi kasus kekerasan seksual yang dialami oleh P,” sesuai isi keterangan pers resmi yang dirilis oleh Komnas Perempuan pada Jumat (15/7)

Menurut pandangan Komnas Perempuan, kondisi istri IJP Ferdy Sambo masih terguncang. Ibu P memerlukan pendampingan lanjutan guna membantu proses pemulihan dan memberikan kemudahan dalam memenuhi jalannya proses hukum.

Baca Juga :  GTD BHAM Dikukuhkan, Pemprov Maluku Maksimalkan Target Pencapaian Stranas BHAM

“Kondisi pelapor/ korban diperburuk dengan publikasi baik melalui media maupun media sosial yang menyangsikan pengalaman dan menyudutkan pelapor/ korban,” seru Komnas Perempuan.

Pendalam terhadap kasus yang terjadi akan didalami lebih lanjut oleh Komnas Perempuan terkait tindak pelecehan seksual terhadap Ibu P. Hal tersebut dibutuhkan untuk memahami secara mendalam peristiwa yang terjadi dan juga upaya pemulihan terhadap kebutuhan traumatik korban/ pelapor.

“Ini menjadi bagian yang integral dalam penyelenggaraan pemenuhan hak bagi perempuan berhadapan dengan hukum,” jelas Komnas Perempuan.

Baca Juga :  DPR dan Dewan Pers Sepakat Pasal 8 UU Pers Konstitusional, PWI Tekankan Penguatan Perlindungan di Lapangan

Komnas Perempuan berharap agar semua pihak dapat bersabar dan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polri dan Komnas HAM atas peristiwa penembakan yang terjadi. Dan bersama mendukung upaya pengungkapan dan penegakan hukum atas peristiwa penembakan tersebut.

Komnas Perempuan juga akan berperan aktif melakukan komunikasi dan berkoordinasi dalam memberikan asistensi kepada Polri maupun Komas HAM.

“Ini untuk memastikan proses penyelidikan memperhatikan kerentanan khas dan dampak peristiwa berbasis gender bagi perempuan berhadapan dengan hukum,” pungkas Komnas Perempuan. (*/)

Berita Terkait

‎‎Restrukturisasi Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ketua Pokja Ainsyam: Komitmen Eksistensi‎
Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026
Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Kota Bekasi, Pastikan MPLS Berjalan Optimal
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa
Masyarakat Menggugat, Tim Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa 2026 Dinilai Tidak Netral: Masyarakat Akan Gelar Aksi Damai
Ada apa Kejari Kota Bekasi Jadwalkan Periksa Pimpinan Disdagperin
‎Sidang Pembuktian Praperadilan SP3 Polres, Kuasa Hukum dan Pemohon Desak Hakim Membuka Kembali Kasus

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:38 WIB

‎‎Restrukturisasi Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ketua Pokja Ainsyam: Komitmen Eksistensi‎

Senin, 13 Juli 2026 - 22:28 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 22:25 WIB

Wali Kota Bekasi Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Kota Bekasi, Pastikan MPLS Berjalan Optimal

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:49 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:20 WIB

Tim Hukum Panitia Pilhut Kabupaten Minahasa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Bupati Batalkan Pelantikan HK: Banyak Sengketa

Berita Terbaru