Pelaku Bisnis Perhotelan, Politisi PDIP Gelar Festival Kuliner Non Beras & Gandum di Semarang

- Jurnalis

Sabtu, 1 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-Nasional, Jakarta-

Krisis pangan global adalah isu penting yang jadi perhatian para pemimpin dunia saat ini. Krisis iklim dan konflik geopolitik telah memukul sektor pertanian dan pangan, terutama gandum, secara global.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyatakan bahwa konflik dan dampak terkait iklim akan menjadi pendorong utama terjadinya krisis pangan.

Disisi lain, Indonesia baru saja mendapat penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) karena berhasil meraih predikat swasembada beras selama tiga tahun berturut-turut. Prestasi ini tentu membanggakan, di tengah berbagai macam tantangan global seperti pandemi covid-19, krisis iklim, dan konflik geopolitik saat ini.

Meski demikian, kita tak boleh terlena. Meski berstatus swasembada beras, diversifikasi pangan di Indonesia harus digalakkan. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas besar pangan dunia (beras dan gandum) sekaligus menjaga dan memastikan keberjanjutan ketahanan pangan negara.

Semangat itu lah yang mendasari digelarnya Festival Kreasi Kuliner Non Beras dan Gandum, yang diinisiasi Wiryanti Sukamdani, Pelaku bisnis perhotelan sekaligus politisi PDI Perjuangan, dalam rangkaian acara Batik Specta di Semarang, Jawa Tengah, 1 Oktober 2022.

Baca Juga :  Wartawan FHI Dipukuli Depan Sekretariat PWI Bekasi Raya, Korban Langsung Lapor Polisi

“Pemanfaatan berbagai macam makanan dari bahan-bahan yang ada di Indonesia, akan mengurangi ketergantungan kita pada gandum yang merupakan bahan pangan impor. Cara ini akan memastikan kedaulatan pangan Indonesia, di mana kita mampu menghidupi rakyat Indonesia dengan berbagai macam makanan yang memang tumbuh di Indonesia,” kata Wiryanti Sukamdani, Sabtu (1/10/2022).

Bertempat di kawasan Kota Lama Semarang, festival ini diikuti 28 hotel di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Wiryanti Sukamdani lagi menjelaskan bahwa Hotel dipilih sebagai peserta karena sajian kulinernya kerap kali menjadi trend setter, di dunia wisata kuliner.

“Bayangkan, hotel memasak masakan berbahan singkong atau sukun, namun disajikan dengan kreatif dan lezat. Masyarakat tentu tak akan memandang sebelah mata bahan makanan asal Indonesia dan diharapkan mau melakukan hal yang sama,” ujar Wiryanti.

Dalam acara tersebut, para peserta ditantang untuk berkreasi dengan berbagai makanan pendamping beras seperti umbi-umbian, singkong, jagung, sorgum, pisang, sukun, talas, dan sagu. Seluruh peserta tampak antusias dan menyajikan berbagai kreasi kuliner istimewa. Hasilnya, berbagai panganan yang unik, kreatif, dan bercita rasa tinggi.

Baca Juga :  Kasad : Laporkan ke Kami Jika Ada Indikasi Ketidaknetralan Prajurit

Meski tanpa beras dan gandum yang menjadi dua bahan pangan utama yang mendominasi kreasi kuliner saat ini, kreasi sajian yang dihadirkan seluruh peserta benar-benar menggugah selera. Terpilih sebagai juara pertama dalam festival ini adalah hotel Java Heritage Semarang, disusul Hotel Wimarion Semarang sebagai juara kedua dan Hotel Sahid Yogyakarta sebagai juara ketiga.

Untuk juara harapan 1, diraih Hotel Novotel Semarang. Sementara juara harapan 2 diraih Gets Hotel Semarang dan Hotel Pringsewu Semarang sebagai juara harapan ketiga.

Jajaran Dewan Juri dalam festival ini diketuai oleh Chef Handry Sumanto dari Indonesian Chef Association, dan anggota dewan juri diisi oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Boga, Rahayu Setiowati dan beberapa chef dan ahli gizi lainnya.(Red)

Berita Terkait

‎Usung Tema ‘Let’s Grow Together’, TDA Bekasi Gelar Pesta Wirausaha 2026 di Pakuwon Mal
Puskesmas Jatibening Jemput Bola, Pastikan Pegawai SPPG Tetap Sehat Demi Sukseskan Program MBG
‎Kawal Asta Cita, GPN 08 Kota Bekasi Soroti PTSL 2026: BPN Harus Lebih Transparan
‎Terbaru, Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi: Wali Kota Resmi Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV ‎
‎DPMPTSP Kota Bekasi Komit Jadi ‘Rumah Ketiga’ Bagi Pelaku Usaha dan Urai Hambatan Investasi
Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat
Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja
‎72 Temuan BPK, Bagian Kerja Sama Akui Lemah Pengawasan dan Koordinasi Antar-OPD

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:38 WIB

‎Usung Tema ‘Let’s Grow Together’, TDA Bekasi Gelar Pesta Wirausaha 2026 di Pakuwon Mal

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:09 WIB

Puskesmas Jatibening Jemput Bola, Pastikan Pegawai SPPG Tetap Sehat Demi Sukseskan Program MBG

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:36 WIB

‎Kawal Asta Cita, GPN 08 Kota Bekasi Soroti PTSL 2026: BPN Harus Lebih Transparan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:41 WIB

‎Terbaru, Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi: Wali Kota Resmi Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV ‎

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:26 WIB

‎DPMPTSP Kota Bekasi Komit Jadi ‘Rumah Ketiga’ Bagi Pelaku Usaha dan Urai Hambatan Investasi

Berita Terbaru