MINSEL, TelusurNews,- Alih-alih alasan bayar hutang tahun sebelumnya, anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Minahasa Selatan kini kian dipertanyakan publik.
Anggaran ATK yang terbilang fantastis karena jumlahnya melebihi batas kewajaran untuk sekedar belanja Alat Tulis Kantor, makin tak jelas penggunaannya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Dukcapil Minahasa Selatan (Minsel) Decky Tuwo kepada wartawan media ini mengatakan bahwa untuk belanja ATK adalah berupa barang habis pakai, dan sudah diperiksa oleh BPK.
“Barang habis pakai seperti kertas, map, balpoint dll,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Kini lewat kolom komentar di media sosial Facebook, Tuwo dengan mengejutkan mengklarifikasi bahwa anggaran ATK Disdukcapil Minsel sebagian untuk belanja ribbon dan bayar hutang tahun sebelumnya.
“Jumlah ATK kelihatan banyak karena sudah termasuk biaya Ribon (Tinta cetak KTP) sebesar Rp.289.000.000 tahun ini dan membayar hutang tahun lalu, dan ini sudah diperiksa oleh BPK,” tulisnya di kolom komentar Facebook dengan akun miliknya, Dekky Tuwo, Kamis (14/12/2023).

Masih lewat kolom komentar, Tuwo bahkan menjabarkan jumlah anggaran ATK rutin.
“jumlah Anggaran ATK rutin (kertas, catrige, map, dan alat tulis menulis lainnya untuk Disdukcapil TA 2023 hanya Rp.51.000.000,” ungkapnya.
Ini berbeda dengan pernyataannya sebelumnya, ketika ditanyai wartawan media ini. Tuwo tidak pernah menyinggung soal hutang.
Lagipula, untuk penganggaran ATK Disdukcapil Minsel diduga rawan penyalahgunaan anggaran. Sebab untuk ribbon sendiri biasanya pos anggarannya adalah untuk alat kantor lainnya diluar ATK, dan tidak disatukan dengan kertas, map dan ballpoin. Biasanya untuk ribbon tersebut disatukan dengan Cleaning Kit Printer KTP-el, HDP Film E-KTP, dan lain sebagainya, yang sejenis alat kantor bahan komputer.
Pernyataan Kadis Dukcapil Minsel yang dinilai berbelit-belit justru akan memantik tanda tanya publik. Apa benar anggaran ATK dipergunakan sepenuhnya untuk kebutuhan ATK sendiri ? Ataukah ada indikasi lain yang perlu diungkap ?
(toar)
Penulis : Toar Lengkong
Editor : Toar Lengkong
















