MINSEL, TelusurNews,- Jelang Pemilihan Umum (Pemilu), Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Minahasa Selatan terpantau dipadati oleh warga.
Seperti biasa, warga ingin melakukan perekaman dan pembuatan e-KTP. Kali ini terpantau mayoritas warga merupakan Pemilih Pemula atau anak muda yang berumur 17 tahun keatas.
Warga datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Ada yang datang dari pagi, adapula yang datang dengan rombongan berkendara.
Namun sayangnya, masih ditemui berbagai keluhan masyarakat di Disdukcapil Minsel. mulai dari lambannya jalur antrean, hingga alasan klasik lainnya seperti gangguan jaringan (server).
“Itu ada yang sudah datang dari pagi-pagi sekali, tapi hingga saat ini belum selesai juga, kasian kan,” ucap seorang warga.
Belum lagi disinyalir masih terdapat oknum-oknum calo liar yang bergentayangan di Disdukcapil Minsel. Yang membuat pelayanan makin terganggu. Mengapa?
Informasi yang media dapati, terkadang jalur antrean menjadi terhambat disebabkan ada beberapa oknum calo yang mendahulukan ‘pelanggan’ nya. Sehingga warga lainnya akhirnya harus menanggung waktu tersita akibat menjadi lamanya proses pelayanan. Bahkan tidak sedikit yang harus pulang dengan tangan hampa, untuk kembali di hari berikutnya.
Hal tersebut tentunya harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel khususnya pimpinan di Dinas Dukcapil Minsel, untuk menindak tegas apabila kedapatan ada oknum pegawai yang bersekongkol dengan oknum-oknum calo tersebut.
Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Minahasa Selatan Decky Tuwo kepada wartawan mengatakan, jelang Pemilu 2024 memang banyak pengunjung yang datang. Namun pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
“Jadi untuk perekaman dan pembuatan KTP ini seperti biasa kita jalani, semua ikut antrean sesuai antrean. Memang untuk kali ini banyak pengunjung karena menjelang Pemilihan Umum , kan tinggal sebulan lagi,” ujar Tuwo, Senin (15/01/2024).
“Tapi kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk menangani suasana yang semakin banyak ini,” sambungnya.
Setiap hari hampir sekitar 500 orang yang datang ke Disdukcapil Minsel untuk pembuatan e-KTP.
“Setiap hari hampir sekitar 500 orang, sedangkan personil kita sedikit, peralatan kita juga masih kurang,” imbuhnya.
Di lain pihak, warga sering mengeluhkan beberapa kekurangan yang mencolok, salah satunya terkait masalah server yang sering kali menjadi penghambat dalam pelayanan di Disdukcapil Minsel.
“Masalah jaringan bukan menjadi tanggung jawab kami, tapi kami berusaha untuk ketika jaringan bagus kita melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” kata Tuwo.
Selain masalah server Disdukcapil Minsel sering kali terkendala kekurangan tinta dan lain sebagainya. Kendati begitu dalam setiap Tahun Anggaran (TA) yang berjalan, diketahui pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk itu.
“Kita masih banyak kekurangan, kekurangan peralatan, kekurangan ribbon atau tinta, tinta kan mahal. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin supaya bisa teratasi sampai Pemilu,” pungkasnya. (toar)
Penulis : Toar Lengkong
Editor : Toar Lengkong
















