MINSEL, Telusur News,- Warga Desa Pinapalangkow Kecamatan Suluun Tareran (Sultar), Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengeluhkan Pembangunan Jalan yang tidak melibatkan warga.
Pasalnya, proyek pembuatan Jalan Kowal-Manggustang di Desa Pinapalangkow disinyalir hanya dikerjakan oleh para perangkat desa (Prades). Padahal banyak warga desa yang sangat membutuhkan pekerjaan untuk penghasilan.
“Bayangkan yang kerja cuma perangkat. Banyak warga mengeluh karena butuh kerja,” ungkap salah satu warga yang tak ingin namanya disebut, Minggu (07/09/2025).
Ditengarai, banyak kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) dalam hal ini Hukum Tua (Kumtua) Deddy Tangkulung yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Warga menduga ada upaya untuk memainkan honor ‘HOK’ oleh pihak Pemdes. Sebab tidak satupun dari warga yang diikutsertakan dalam proyek Dana Desa (DD) 2025 yang bernilai Rp 265.381.000, atau terbilang (dua ratus enam puluh lima juta tiga ratus delapan puluh satu ribu rupiah).
Deddy Tangkulung sendiri diketahui hanya sebagai Pejabat (PJ) Kumtua yang diberikan kepercayaan untuk membantu jalannya pemerintahan di Desa Pinapalangkow.
Warga kemudian meminta pihak terkait yaitu Inspektorat Kabupaten Minsel untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan upaya penyalahgunaan anggaran.
Tidak hanya itu, masyarakat juga meminta agar Inspektorat menindaklanjuti dengan jelas dan transparan dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa Pinapalangkow 2021-2024 yang sebelumnya sudah bergulir pemeriksaan di Inspektorat Minsel.
Jika terbukti ada indikasi penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran, warga meminta Bupati Minsel Franky Donny Wongkar untuk mengevaluasi PJ Kumtua yang juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Minsel.
Pj Hukum Tua Deddy Tangkulung ketika dihubungi wartawan Senin (08/09), membantah hal tersebut. Ia mengatakan bahwa Pemdes Pinapalangkow nantinya akan menyertakan warga untuk pekerjaan di DD Tahap II.
“Pekerjaan jalan ini torang awali dengan tanggul pengaman jalan, karna DD yang cair belum samua. Memang ada banyak yang so bilang mo kerja cuma kita sampaikan nanti kalau cair DD Tahap II. Di rabat beton yang perlu banyak tenaga, jadi di rabat beton baru torang libatkan banyak masyarakat,” ujarnya.
Penulis : Toar Lengkong
Editor : Toar Lengkong
















