Aktivis Bekasi Frits Saikat Nilai Anggaran Rumah Dinas Walikota Tak Sejalan dengan Empati Sosial

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Polemik terkait anggaran rumah dinas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebesar Rp1,5 miliar per tahun menuai sorotan. Juga dari Aktivis sosial-kemanusiaan Kota Bekasi, Frits Saikat, menilai penggunaan anggaran tersebut tidak mencerminkan kepemimpinan yang berlandaskan empati terhadap masyarakat.

Menurut Frits, problem utama bukan sekadar besarnya anggaran, melainkan soal moralitas dalam mengelola fasilitas negara di tengah kondisi ekonomi warga yang sedang sulit.

“Kalau bicara visi jabatan, seharusnya Pak Tri lebih mengedepankan pengabdian, bukan sekadar kepentingan pribadi. Etika, kepatutan, dan empati seharusnya ditunjukkan melalui sikap bijak dalam menggunakan fasilitas yang sudah ada,” ujar Frits, Selasa (9/9/2025).

Baca Juga :  Sejumlah 13 Gerai Vaksin Presisi Polres Minsel, 2.288 Warga Terima Suntikan Vaksin Covid-19

Ia menilai Wali Kota saat ini justru terlihat lebih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang kesejahteraan warganya.

“Kalau pengabdian jadi landasan, maka kebijakan yang diambil akan lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tapi kalau yang didahulukan adalah ‘nafkah’, maka segala cara dianggap wajar demi menambah pundi-pundi, meskipun mengorbankan moralitas kepemimpinan,” tegasnya.

Frits pun membandingkan kondisi anggaran rumah dinas dengan realitas sosial masyarakat Bekasi.

Baca Juga :  Ini 7 Isu Strategis yang akan Dibahas Pertemuan Tahunan Global Tourism Forum 2022 di Bali

“Banyak warga yang rumahnya sudah tidak layak huni, sementara wali kotanya justru memaksimalkan anggaran rumah tangga untuk kenyamanan pribadi. Ini jelas melukai rasa keadilan masyarakat,” tambahnya.

Atas dasar itu, Frits mendesak Tri Adhianto untuk menunjukkan sikap kepemimpinan yang lebih berpihak pada rakyat.

“Saya melihat Pak Tri saat ini tidak memiliki kepedulian yang nyata terhadap kondisi warganya. Seharusnya, seorang pemimpin hadir dengan empati, bukan sebaliknya,” tandasnya.

Berita Terkait

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Bekasi Ternyata Pernah Evakuasi Buaya: Catat Nomor Penting!
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan
Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Rabu, 16 September 2026 - 17:17 WIB

‎Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Bekasi Ternyata Pernah Evakuasi Buaya: Catat Nomor Penting!

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Sabtu, 12 September 2026 - 14:42 WIB

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Berita Terbaru