Dana BOS SMAN 1 Sinonsayang Minsel Diduga Disalahgunakan oknum Kepsek

- Jurnalis

Sabtu, 9 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan dari depan SMAN 1 Sinonsayang beserta pagar bambu/toar

Tampilan dari depan SMAN 1 Sinonsayang beserta pagar bambu/toar

MINSEL, Telusur News – Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran (TA) 2021 di SMA Negeri 1 Sinonsayang, Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diduga disalahgunakan oleh oknum Kepala Sekolah inisial VSKP alias Sukarno.

Ketika Wartawan ingin mengkonfirmasi terkait perihal tersebut, oknum kepsek tersebut terkesan menghindar, sebab sudah beberapa kesempatan Wartawan mencoba menghubungi lewat nomer ponsel/Whatsapp pribadi milik oknum kepsek di 0821******95, pada (07/10/2021) namun oknum kepsek tersebut tidak merespon walaupun sudah centang 2 (dua).

Dan ketika Wartawan coba hubungi langsung via telpon suara, oknum kepsek tersebut hanya menanggapi sinis dan berkata, “Oh kyapa (kenapa), saya tidak di tempat,” ujar oknum kepsek Sukarno.

Tidak ada wastafel yang tampak di setiap ruang kelas SMAN 1 Sinonsayang/toar

Akhirnya Wartawan mencoba untuk mengunjungi SMAN 1 Sinonsayang tempat kepsek Sukarno pimpin, untuk menelusuri terkait hal tersebut, namun hanya bendahara sekolah yang bisa ditemui Wartawan.

Baca Juga :  Menjadi Narasumber Disertasi Doktor AHY, Ketua MPR RI Bamsoet Sampaikan Pentingnya Kepemimpinan Transformasional

Saat Wartawan mengkonfirmasi kepada bendahara sekolah perihal penggunaan dana BOS, bendahara mengatakan bahwa seluruh urusan ada pada kepsek.

“Kalo keuangan memang sensitiv sekali toh, konfirmasi langsung dengan kepala sekolah, kami tidak ada wewenang dengan begitu,” jelas Olvie Tumundo, bendahara sekolah.

Namun sempat disebutkannya bahwa anggaran secara keseluruhan dalam satu tahun adalah 245 juta rupiah (dua ratus empat puluh lima juta rupiah), dari 158 siswa yang ada dalam anggaran BOS tersebut.

Sebelumnya, diduga dalam penggunaan dana BOS tersebut ditengarai secara keseluruhan diatur oleh oknum kepsek tersebut, menurut informasi yang Wartawan dapatkan bahwa diduga tidak ada realisasi penggunaan dana BOS tersebut.

Pagar bambu yang diduga pembuatannya menggunakan dana BOS/toar

Memang diketahui, sekolah sempat mengadakan pengerjaan pembuatan pagar sekolah, namun dari pantauan Wartawan pagar tersebut terbuat hanya dari bambu saja. Bahkan pantauan Wartawan wastafel yang seharusnya berada di tiap depan kelas terpantau tidak ada, yang ada hanya mata keran yang pembuatannya terkesan asal-asalan.

Baca Juga :  Pastikan Hukum Hak Atas Tanah, Kepala BPN Bersama Bupati Karawang Serahkan Sertipikat untuk Masyarakat Karawang

Pihak sekolah juga tidak dapat menunjukan rincian penggunaan anggaran dana BOS, bahkan tidak dapat menunjukan bukti buku yang katanya telah dibeli menggunakan dana BOS, sebagai bukti fisik.

“Tidak ada bikin apa-apa, cuma tu pagar kayu itu, sisanya nda tau kemana,” ungkap seorang warga, sumber pemberi informasi.

Aparat Penegak Hukum (APH) kemudian diminta turun tangan terkait dugaan penyalahgunaan dana BOS tersebut.

Terkait hal itu, LSM Li-Tipikor Minahasa Selatan dipastikan siap kawal dugaan penyalahgunaan anggaran dana BOS SMAN 1 Sinonsayang Minahasa Selatan.

(Toar/***)

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Pendidikan yang Aman dan Berkarakter

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Berita Terbaru