Aktivis Bekasi Frits Saikat Nilai Anggaran Rumah Dinas Walikota Tak Sejalan dengan Empati Sosial

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Polemik terkait anggaran rumah dinas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebesar Rp1,5 miliar per tahun menuai sorotan. Juga dari Aktivis sosial-kemanusiaan Kota Bekasi, Frits Saikat, menilai penggunaan anggaran tersebut tidak mencerminkan kepemimpinan yang berlandaskan empati terhadap masyarakat.

Menurut Frits, problem utama bukan sekadar besarnya anggaran, melainkan soal moralitas dalam mengelola fasilitas negara di tengah kondisi ekonomi warga yang sedang sulit.

“Kalau bicara visi jabatan, seharusnya Pak Tri lebih mengedepankan pengabdian, bukan sekadar kepentingan pribadi. Etika, kepatutan, dan empati seharusnya ditunjukkan melalui sikap bijak dalam menggunakan fasilitas yang sudah ada,” ujar Frits, Selasa (9/9/2025).

Baca Juga :  Bupati Minsel Franky Wongkar Terima Kunjungan BPOM

Ia menilai Wali Kota saat ini justru terlihat lebih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang kesejahteraan warganya.

“Kalau pengabdian jadi landasan, maka kebijakan yang diambil akan lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tapi kalau yang didahulukan adalah ‘nafkah’, maka segala cara dianggap wajar demi menambah pundi-pundi, meskipun mengorbankan moralitas kepemimpinan,” tegasnya.

Frits pun membandingkan kondisi anggaran rumah dinas dengan realitas sosial masyarakat Bekasi.

Baca Juga :  Jakarta Marathon 2022 Siap Digelar 

“Banyak warga yang rumahnya sudah tidak layak huni, sementara wali kotanya justru memaksimalkan anggaran rumah tangga untuk kenyamanan pribadi. Ini jelas melukai rasa keadilan masyarakat,” tambahnya.

Atas dasar itu, Frits mendesak Tri Adhianto untuk menunjukkan sikap kepemimpinan yang lebih berpihak pada rakyat.

“Saya melihat Pak Tri saat ini tidak memiliki kepedulian yang nyata terhadap kondisi warganya. Seharusnya, seorang pemimpin hadir dengan empati, bukan sebaliknya,” tandasnya.

Berita Terkait

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan
Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan
Japnas Bekasi Dilantik, Temy Hermanto: Perkuat Jaringan, Besarkan Pengusaha Bekasi
Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bekasi, Tri Minta Perhatian Lebih untuk Anak dan Lansia
Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam
Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:42 WIB

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Kamis, 10 September 2026 - 12:12 WIB

Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan

Senin, 7 September 2026 - 17:51 WIB

Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan

Senin, 7 September 2026 - 12:18 WIB

Japnas Bekasi Dilantik, Temy Hermanto: Perkuat Jaringan, Besarkan Pengusaha Bekasi

Berita Terbaru